3 Wisata Sejarah di Kota Banda Aceh, Kerkhoff hingga Monumen Replika Pesawat

photo by shofya_aya

Banda Aceh atau Serambi Mekah merupakan Ibu Kota Provinsi Aceh dan tempat penyebaran agama Islam pertama di Nusantara. Di sini traveler bisa menyusuri berbagai wisata sejarah. Setelah lebih dari 16 tahun sejak terjadinya bencana tsunami 2004, Banda Aceh kini telah bangkit dan bersolek dengan cantik. Banyak sekali destinasi wisata yang bisa dikunjungi di sini. Untuk menuju Banda Aceh, terdapat beberapa opsi yang bisa dipilih sesuai dengan budget, mulai dari pesawat, bus ataupun kapal. Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda dan Pelabuhan Malahayati tidak jauh dari Banda Aceh sehingga memudahkan para traveler yang ingin menuju kota Banda Aceh.

Redaksi Indonesiatraveler.id sudah merangkum 3 wisata sejarah yang ada di Banda Aceh. Apa saja destinasi wisatanya, lets check this out!

photo by shofya_aya

Kerkhoff (Perkuburan Belanda)

Kerkhoff adalah suatu areal, tempat penguburan serdadu-serdadu Belanda yang tewas selama peperangan melawan Kerajaan Aceh Darussalam. Di sini dimakamkan kira-kira 2.200 serdadu termasuk Jenderal Kohler, yang tewas ditembus peluru mujahidin Aceh di depan Masjid Raya Baiturrahman.

Nama-nama mereka yang tewas tertera jelas di pintu gerbang Kerkhoff. Kuburan Kerkhoff adalah kuburan militer Belanda pada waktu Perang Aceh. Kompleks kuburan ini terletak di Jalan Sultan Iskandar Muda, Kota Banda Aceh. Kuburan ini pun lebih dikenal dengan sebutan ‘Kerkhoff Peutjoet’.

Arti Kerkhoff adalah halaman gereja atau kuburan, sementara Peutjoet (pocut) dalam bahasa Aceh berarti anak kesayangan. Yang dimaksud dengan anak kesayangan disini adalah anaknya Sultan Iskandar Muda yang bernama Meurah Pupok, yang akhirnya dihukum mati oleh ayahnya sendiri karena melakukan kesalahan fatal. Meurah Pupok pun dimakamkan di bukit kecil dalam kompleks ini, sehingga orang menyebut pemakaman ini Kerkhoff Peutjoet.

Tempat ini, kini menjadi obyek wisata menarik, khususnya bagi wisatawan mancanegara terutama wisatawan asal Belanda. Hingga saat ini Pemerintah Kerajaan Belanda sangat haru dan menghormati warga Banda Aceh yang merawat rapi kuburan tersebut.

Lokasinya berseberangan jalan dengan Lapangan Blang Padang Banda Aceh. Kira-kira 1 km dari Masjid Raya Baiturrahman. Kerkhoff ini terletak hampir di jantung kota sehingga traveler dengan mudah bisa menjangkau lokasi ini baik dengan sepeda motor, taksi maupun becak mobil.

photo by atsushikadowaki

Museum Tsunami

Museum tsunami di pusat Kota Banda Aceh menjadi pengingat sekaligus monumen penghargaan bagi orang-orang yang telah berjuang untuk bertahan hidup ketika tsunami pada 26 Desember 2004 menerjang. Museum ini gratis dibuka untuk umum, traveler hanya perlu membayar uang retribusi parkir jika membawa kendaraan.

Di museum dengan rancangan arsitektur lengkung yang unik ini, traveler bisa merasakan suasana saat tsunami terjadi dan melihat foto serta kisah warga yang selamat. Nama-nama para korban pun ditulis dengan penataan yang rapi di dinding museum.

Tampak luar, bangunan museum ini seperti kapal besar, namun jika dari atas, bentuknya menyerupai ombak lautan. Selain berfungsi sebagai objek sejarah, bangunan ini juga memiliki fungsi sebagai tempat evakuasi jika terjadi tsunami.

photo by keluargapetualang

Lapangan Blangpadang Dan Monumen Replika Pesawat Dacota DC-3 Seulawah RI-001

Areal seluas delapan hektar yang dulunya merupakan areal persawahan rakyat kini disulap menjadi ruang terbuka hijau Banda Aceh yang banyak menyimpan kisah sejarah. Di lapangan ini, akan banyak menemui prasasti ucapan terima kasih untuk negara-negara yang telah membantu Aceh dalam recovery pascatsunami 2004.

Tidak jauh dari lapangan ini terdapat monumen replika pesawat Dacota DC-3 Seulawah RI-001 yang merupakan sumbangan warga Aceh untuk Indonesia. Pesawat inilah yang kemudian menjadi cikal bakal industri dirgantara di Indonesia. Karena lokasi lapangan Balangpadang yang terletak di tengah-tengah beberapa monumen bersejarah seperti Rumoh Aceh, Gunongan dan pemakaman Kerkhoff, lapangan ini bisa jadi starting point untuk menjelajahi wisata sejarah Banda Aceh. (IPG)