5 Pantai Indonesia dengan Mitos-Mitosnya

Selain air lautnya dapat menyembuhkan berbagai penyakit, Pantai Kejawenan juga memiliki lumpur yang dipercaya berkhasiat menghaluskan kulit

5 Pantai di Indonesia dengan Mitos-Mitosnya
Pantai Parangtritis nan mistis, Photo by @astutiwuland

Salah satu objek wisata yang banyak didatangi adalah pantai.  Keindahan pantai dengan pasir putihnya, suara deburan ombak, sepoy-sepoy angin menerpa wajah dan keseruan bermain air di bibir pantai, menjadi kegiatan yang sangat mengasyikkan.  Yah, Indonesia banyak memiliki pantai.  Beberapa diantaranya memiliki mitos atau kepercayaan yang disakralkan oleh warga sekitarnya.  Namun, semistis apapun mitos yang ada, pantai tetaplah jadi inceran untuk menghibur dan melepas segala kepenatan.

Berikut ini, 5 Pantai di Indonesia yang masih melekat dengan mitos-mitosnya!

Pantai Parangtritis, Jogyakarta

Pantai yang terletak di Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul Jogyakarta ini, memiliki mitos yang cukup banyak.  Salah satunya adalah larangan (khususnya pria) untuk mengenakan baju berwarna hijau saat bermain di Pantai Parangtritis.  Konon, bagi yang melanggar aturan ini, akan hilang dalam lautan.  Menurut sesepuh warga sekitar, Ratu Pantai Selatan yang menguasai lautan ini sangat menyukai warna hijau.  Hal ini kerap terlihat dalam beberapa lukisan yang dibuat, sang ratu selalu mengenakan busana warna hijau.

5 Pantai di Indonesia dengan Mitos-Mitosnya
Larangan baju hijau di Pantai Parangtritis, Photo by stevenkho573

Selain itu, Pantai Parangtritis juga menganut mitos larangan untuk berenang atau mandi.  Dan bagi yang melanggar aturan, seringkali musibah terjadi.  Para korban yang tenggelam kebanyakan tidak bisa langsung ditemukan, meskipun sudah dicari sedetail mungkin di setiap lokasi.  Setelah dua atau tiga hari berikutnya, jasad korban yang tenggelam ditemukan mengambang dengan sendirinya di lokasi yang tidak jauh dari tempat dimana dia tenggelam.

Pantai Seger, Lombok

Pantai Seger yang terletak di Lombok, dengan keindahan pasir putihnya ini terkenal dengan mitos cerita Putri Mandalika.  Cerita yang memilukan karena Putri Mandalika nan cantik yang diperebutkan banyak pangeran dan raja-raja ini, memiliki mengakhiri hidupnya dengan terjun ke laut.  Hal tersebut dilakukannya karena tak ingin terjadi peperangan dan memakan banyak korban, jika Putri Mandalika menjatuhkan pilihan pasangannya pada salah satu raja atau pangeran itu.

5 Pantai di Indonesia dengan Mitos-Mitosnya
Pantai Seger dengan cerita Mandalikanya

Konon, begitu Putri Mandalika terjun ke laut, seketika wujudnya berubah menjadi cacing Nyale. Karena itulah, kawasan yang konon menjadi lokasi terjunnya putri cantik itu akhirnya dinamakan Kawasan Mandalika yang berada di Pantai Seger.  Masyarakat Sasak yakin bahwa Pantai Seger merupakan lokasi Putri Mandalika menenggelamkan diri. Hingga kini, tradisi mengenang Putri Mandalika dilestarikan melalui Festival Bau Nyale. Ketika acara tahunan tersebut digelar, penduduk akan ramai berusaha menangkap cacing laut, hewan yang diyakini merupakan jelmaaan Putri Mandalika.

Pantai Kejawanan, Cirebon

Pantai Kejawanan yang berada di Jalan Yos Sudarso, Kota Cirebon ini, dianggap warga sekitar memiliki khasiat dan disakralkan oleh banyak orang. Salah satu mitos yang paling santer adalah bahwa air pantai ini dapat menyembuhkan beragam penyakit berat. Tak heran, banyak orang yang datang ke pantai Kejawanan hanya untuk mandi atau mengambil airnya untuk diminum.  Pengunjung hanya berendam di air laut, atau hanya sekadar berkumur saja.

5 Pantai di Indonesia dengan Mitos-Mitosnya
Pantai Kejawanan yang dipercaya menyembuhkan penyakit

Selain air lautnya dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit, Pantai Kejawenan juga memiliki lumpur ajaib yang juga dipercaya berkhasiat menghaluskan kulit.  Lumpur tersebut dapat dibalurkan ke bagian-bagian yang diinginkan, misalnya membalurkan lumpur ke seluruh tubuh tertentu dan wajah, sehingga dapat membuat kulit semakin halus.

Pantai Batu Buyong, Belitung

Pantai Batu Buyong terletak di Desa Tanjung Batu Itam, Kecamatan Simpang Pesak, Kabupaten Belitung Timur. Pantai yang berjarak dari kota Tanjung Pandan sekitar 110 km ini, cukup unik dengan adanya batu raksasa dengan bentuk nyaris bulat.  Batu ini tergeletak di batu berbidang datar dengan kemiringan sekitar 30 derajat. Selintas terlihat batu ini siap menggelinding jatuh ke bawah.  Namun ternyata batu besar ini tetap berdiri tegak dan bahkan tak bergeming meskipun didorong sekeras-kerasnya.

5 Pantai di Indonesia dengan Mitos-Mitosnya
Pantai Batu Buyong dihuni 3 makhluk gaib, Photo by @fera_journey

Ada kepercayaan warga sekitar tentang sebutan batu buyong ini, yaitu sudah ada sejak zaman kerajaan Majapahit, sekitar tahun 1293 hingga 1500 masehi.  Karena keunikan dan mitos yang beredar, lalu batu buyong ini dianggap sakral oleh warga sekitar. Warga pun sering memberi sesajen, bahkan banyak dari warga yang sengaja datang ke batu buyong untuk meminta sesuatu. Mereka percaya bahwa batu buying ini dihuni oleh 3 makhluk gaib utusan dari Kerajaan Majapahit.

Pantai Batu Lamampu, Pulau Sebatik

Pulau Sebatik yang terletak di Kalimantan Utara terkenal dengan Pantai Batu Lamampu-nya.  Pantai sangat indah dengan keunikan yang khas yaitu adanya batu keramat yang dipercayai warga sekitar memiliki kekuatan magis.  Konon, batu ini memiliki kemampuan dapat mengabulkan permintaan manusia.  Lokasi batu terdapat agak ke atas dari bibir Pantai Batu Lamampu.  Setelah menaiki beberapa anak tangga, barulah terlihat sebuah batu besar yang disekitarnya banyak pita yang terikat pada akar-akar pohon yang mengelilingi batu.  Di dekat batu ada sebuah pondokan.

5 Pantai di Indonesia dengan Mitos-Mitosnya
Dipercaya memiliki kekuatan magis, Photo by @sumiati.sm

Menurut kepercayaan warga setempat, jika ada keinginan, mereka akan mengikatkannya pada sebuah pita ke batu, yang biasanya diikatkan pada akar atau ranting pohon yang mengelilingi batu besar itu.  Lalu, jika keinginan terwujud, harus segera melepaskan ikatan dari batu tadi kemudian mengadakan pesta tanda bersyukur.  Pesta ini diadakan di pondokan yang berada di dekat batu ini.  Konon, jika tidak melepaskan pita atau mengadakan syukuran, kejadian buruk akan menimpa mereka.(Puteri)