5 Tempat Wisata di Yogyakarta dengan Spot Foto yang Unik

Tempat wisata ini bisa dibilang sebagai tempat wisata Instagramable.

Foto dan liburan rasanya tak lagi dapat dipisahkan. Bahkan banyak wisatawan yang mencari tempat wisata dengan pemandangan indah untuk menjadi latar foto. Yogyakarta punya banyak tempat wisata dengan spot foto unik yang menjadi incaran wisatawan, khususnya wisatawan milenial. Tempat wisata ini bisa dibilang sebagai tempat wisata Instagramable.

Indonesiatraveler.id melansir dari Tribun Jogja, mengulas lima tempat wisata dengan spot foto unik, sebagai berikut:

Gumuk Pasir Parangkusumo

Sesuai namanya, tempat tersebut dipenuhi pasir. Tentu, ini menjadi tempat wisata unik yang bisa dikunjungi bersama keluarga atau orang terkasih. Di sini, traveler bisa berselancar di antara pasir atau yang kerap dinamakan sandboarding. Maka, tak perlu jauh-jauh ke Amerika maupun Tiongkok untuk merasakan eksotisme gurun pasir Mojave ataupun Gobi.

Sandboarding sendiri merupakan olahraga yang mirip dengan snowboarding. Hanya, aktivitas ini tidak dilakukan di daerah pegunungan bersalju, tapi di daerah kering dan berpasir. Meski olahraga ini jarang dimainkan, tapi termasuk aman. Apalagi, pelatih selancar juga tidak berada jauh dari tempat berselancar.

Untuk mencoba snowboarding, traveler cukup merogoh kocek Rp100 ribu sudah termasuk penyewaan papan selancar. Lokasinya sendiri tidak jauh dari Kota Yogyakarta, hanya di Jalan Pantai Parangkusumo, Parangtritis, Kecamatan Kretek, Bantul.

Bagi yang tertarik berkunjung ke sini, disarankan untuk datang di pagi hari atau menjelang sore. Sebab kala memasuki tengah hari, udaranya panas cukup menyengat.

Watu Mabur Lemahbang Rock Cliff

Akhir-akhir ini Watur Mabur menjadi perbincangan para warganet. Keindahan tebing tempat wisata ini tak kalah menariknya dengan lokasi lainnya yang berada di sekitar Dlingo. Lokasi yang cukup dekat dengan Bukit Penguk ini memiliki spot-spot foto untuk para pemburu keindahan feed instagramable.

Beberapa spot yang menjadi populer di instagram seperti spot jalan yang berada di atas bukit. Sehingga seolah-olah traveler berada di sebuah jalan yang tak berujung di atas awan. Nama Watu Mabur ini bermula dari letak lokasinya yang berada di atas bukit. Terkadang ditemukan juga kabut yang melintas dari bawah tebing.

Jika cuaca bersahabat, pengunjung dapat juga menikmati sunrise. Bagi yang gemar berkemah, cobalah untuk membawa tenda saat mengunjungi Watu Mabur dan menikmati sunrise. Untuk berkemah di wilayah ini traveler cukup merogoh kocek sebesar Rp10 ribu. Watu Mabur ini terletak di Lemahbang RT.28, Lembah Bang, Mangunan, Dlingo, Bantul. Traveler dapat mengunjungi lokasi ini dalam 24 jam.

Air Terjun Luweng Sampang

Surga baru di Gunungkidul ini banyak dibicarakan orang. Memiliki struktur batuan cantik, Air Terjun Luweng Sampang juga dihiasi dengan batuan-batuan cadas yang berwarna putih, terlihat kontras dengan birunya air. Batuan itu mudah terkena erosi akibat air yang terus mengalir dari atas, sehingga membentuk garis-garis unik alami. Hal ini menjadi daya tarik utama Air Terjun Luweng Sampang yang tak kalah dengan panorama alam di luar negeri.

Jika dilihat dengan seksama, batuan itu merupakan batuan kapur. Kebaradaan batuan kapur bukan hal yang baru di Gunungkidul. Hal ini karena memang daerah tersebut didominasi bukit kapur.

Sesampainya di sana, akan disambut dengan udara sejuk dibarengi dengan gemericik air, penghapus lelah setelah perjalanan panjang menuju tempat tersebut. Air terjun ini menawarkan suasana tenang. Debit airnya tidak langsung deras, melainkan pelan namun pasti. Jika menelusuri arus sungai yang menjadi air terjun maka akan menemukan air terjun kedua. Jarak kedua air terjun ini sendiri tak terlalu jauh.

Kalinampu Natural Park

Ingin berwisata ke Jepang tapi masih kurang biaya? untuk mengganti kerinduan ke Jepang, traveler bisa mencoba mengunjungi tempat wisata satu ini.

Kalinampu Natural Park menyajikan hamparan tanaman eceng gondok yang menghiasi bibir sungai opak. Tempat satu ini menjadi spot foto yang sedang ramai di media sosial. Mekarnya eceng gondok itu menghiasi tepian sungai opak dengan warna ungu dan putih. Tak hanya itu agar terlihat seperti di Jepang, pengunjung dapat menyewa payung ala-ala Jepang berserta kimono.

Untuk harga sewa payung, pengunjung ditarik biaya sukarela dan penyewaan kimono traveler dapat merogoh kocek Rp25 ribu saja. Berlokasi 19 kilometer dari pusat kota Jogja, tepatnya di Duaun Kalinampus, Desa Seloharjo, Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul.

Untuk biaya masuk, pengunjung kurang lebih akan dikenakan biaya Rp5 ribu. Bagaimana tertarik untuk mengunjunginya?

Waktu bertahan hidup eceng gondok itu hanya diperkirakan sekitar satu bulan saja lho. Jadi segera mungkin abadikan momen indah itu sebelum terlewatkan.

Landasan Pacu Depok

Landasan pacu pesawat terbang ini membentang sepanjang kurang lebih 500 meter. Tempat ini cukup populer karena panorama alam yang disajikan begitu indah. Biasanya, para pengunjung berinisiatif menjadikan tempat ini menjadi tempat tongkrongan sembari menghirup aroma pantai selatan dan mengantarkan sang surya tidur.

Sepintas memang tampaknya tak spesial, hanya terlihat jalan lurus yang membentang disertai garis marka yang tergores di setiap sisinya. Namun, jika melihat sekeliling, landasan pacu ini ditumbuhi pohon cemara udan dan belukar khas pantai, sehingga memberikan kesan yang berbeda.

Semakin sore, landasan pacu ini biasanya semakin dipenuhi orang dan memburu spot paling cantik untuk memburu foto senja. Landasan pacu depok ini teretak di Jalan Pantai Depok, Parangtiritis, Kecamatan Kretek, Bantul. Jika berkunjung ke tempat ini, traveler perlu merogoh kocek sebesar Rp5 ribu. (RK/IPG)