Optimistis, PT Sarinah siap menargetkan peningkatan jumlah pengunjung sebesar 15%, menyambut Ramadhan dan Libur Lebaran 2026, dibanding periode sama pada tahun lalu. Peningkatan target ini ditetapkan seiring dengan momentum mobilitas nasional yang meningkat selama Ramadan serta strategi program yang dirancang tidak hanya untuk mendorong transaksi, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang lebih bermakna bagi pengunjung.
Berdasarkan proyeksi pergerakan nasional, Ramadan dan Lebaran yang merupakan periode mobilitas terbesar dalam satu tahun, berpotensi melibatkan hingga 144 juta orang, dengan Jakarta menjadi salah satu hub utama sebelum dan sesudah arus mudik. Momentum pencairan THR yang umumnya terjadi satu hingga dua minggu sebelum Idulfitri, juga mendorong peningkatan konsumsi domestik.

“Ramadan 2026 diposisikan sebagai momentum strategis dalam ekosistem InJourney Group,” ungkap Direktur Komersial InJourney Holding, Veronica H. Sisilia, dalam Konferensi Pers yang diselenggarakan di Gedung Sarinah Thamrin, Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Lebih lanjut Veronica memaparkan, sebagai holding BUMN di sektor aviasi dan pariwisata, InJourney berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman berwisata yang lebih seamless, dengan mengutamakan kesiapan dan keselamatan wisatawan di setiap titik perjalanan dari bandara, hotel, dan destinasi wisata di bawah pengelolaan InJourney.
Sarinah memiliki peranan yang penting di momentum ini, sebagai touchpoint penting dalam ekosistem dibawah InJourney.

“Momentum ini menjadi periode krusial, di mana mobilitas dan konsumsi domestik meningkat signifikan. Sarinah kami harapkan sebagai Cultural Experience Center, tak hanya sekedar ruang transaksi namun juga ruang interaksi budaya dan gaya hidup yang melengkapi perjalanan wisatawan,” ujar Veronica menambahkan.
Hal senada juga disampaikan Direktur Utama PT Sarinah, Raisha Syarfuan, yang menegaskan bahwa Ramadan bagi Sarinah bukan sekadar momentum promosi, melainkan momentum positioning.

“Ramadan bagi PT Sarinah adalah momentum untuk mempertegas positioning kami sebagai Cultural Experience Centre. Kami tidak hanya menawarkan promosi, tetapi menghadirkan pengalaman yang terkurasi mulai dari Malam Berkah Extra sebagai penggerak transaksi, Gema Ramadan yang mengangkat tradisi Nusantara, hingga focal point atrium yang menjadi simbol ruang berbagi. Kami ingin setiap kunjungan ke Sarinah terasa bermakna, bukan sekadar berbelanja,” ungkap Raisha.
Untuk menarik pengunjung datang dan berbelanja, Sarinah mencanangkan beberapa program, diantaranya yang paling diunggulkan adalah Happy Hours bertajuk Malam Berkah Extra. Kegiatan ini diselenggarakan pada 6 – 8 Maret 2026 mulai pukul 20.00 hingga 22.00 WIB dengan penawaran diskon hingga 50 persen.

Program ini dirancang sebagai strategi konversi berbasis waktu yang memaksimalkan momentum belanja malam hari setelah berbuka puasa, khususnya pada periode puncak THR.
Selain mendorong transaksi, PT Sarinah juga memperkuat aktivasi budaya melalui rangkaian Gema Ramadan yang berlangsung pada periode yang sama. Aktivasi ini mengangkat tradisi Indonesia melalui acara pawai obor dan marawis dalam Gema Lentera Ramadan, pertunjukan Rampak Bedug sebagai wujud syukur dalam Gema Bedug Raya, pertunjukan angklung bernuansa Ramadan, serta kegiatan Ngabuburit di Sarinah yang menjadi ruang kebersamaan lintas komunitas.
Melalui pendekatan ini, Sarinah bukan hanya menjadi ruang belanja, melainkan juga ruang budaya dan interaksi publik.(*)

