Siapa bilang, untuk menyaksikan keseruan lumba-lumba liar loncat bebas di laut lepas harus ke luar negeri? Di Lampung, tepatnya di Teluk Kiluan, sensasi melihat langsung aksi lumba-lumba liar tanpa drama paspor dan jet lag, dapat diwujudkan. Cukup siapin mental, badan fit, dan kamera yang baterainya full.
Teluk Kiluan merupakan terletak di Kabupaten Tanggamus, Lampung, merupakan salah satu destinasi wisata bahari unggulan di Indonesia, yang terkenal sebagai habitat koloni lumba-lumba liar terbesar di Asia Tenggara. Menyaksikan kawanan lumba-lumba yang menari bebas di laut lepas memberikan pengalaman wisata alam yang autentik dan tak terlupakan.

Teluk Kiluan menjadi surga bagi wisatawan yang ingin menyaksikan langsung puluhan ekor lumba-lumba berkejaran. Lumba-lumba liar ini melintasi kawasan ini karena lokasinya merupakan jalur migrasi alami. Mereka liar, bebas dan muncul kalau mood-nya lagi bagus.
Ada dua jenis lumba-lumba liar yang kerap melintas di Teluk Kiluan ini, yaitu hidung botol dan paruh panjang. Lumba-Lumba Hidung Botol (Tursiops truncatus) memiliki ukuran tubuh yang lebih besar namun cenderung lebih pemalu. Sementara Lumba-Lumba Paruh Panjang (Stenella longirostris) dikenal juga sebagai spinner dolphin karena kegemarannya melompat dan berputar di udara.

Mereka sering muncul secara tiba-tiba di sisi kapal, berenang, loncat berputar di udara, lalu tengelam lagi. Tidak ada pawang yang menjaganya, apalagi aksi suara pluit. Lumba-lumba ini hadir begitu saja memamerkan aksi heroik mereka di laut nan luas. Kadang muncul hanya 2-3 ekor namun sering juga rombongan hingga 20an ekor lumba-lumba, malah kemungkinan dapat melihat hingga ratusan ekor lumba-lumba dalam satu waktu. Jika beruntung, selain menyaksikan lumba lumba saling berkejaran, pengunjung juga dapat menyaksikan Penyu Hijau di waktu-waktu tak terduga saat naik ke permukaan laut.
Aktivitas munculnya lumba-lumba ini biasanya dilakukan pada pagi hari saat mereka sedang mencari makan di perairan Teluk Kiluan. Untuk itu, waktu terbaik bagi wisatawan yang ingin menyaksikan langsung lumba-lumbaa adalah pagi hari yaitu sekitar pukul 06.00 – 09.00. Dan musim yang terbaik adalah musim kemarau yaitu pada bulan April – November, dimana kondisi laut lebih tenang dan kangat cernah sehingga mempermudah pencarian lumba-lumba.

Perjalanan dari Bandar Lampung menuju Teluk Kiluan akan memakan waktu sekitar 4 jam dengan menggunakan kendaraan pribadi. Rutenya adalah start dari Bandar Lampung berjalan ke arah Padang Cermin melewati Pulau Pahawang, hingga menemui persimpangan masuk pangkalan TNI AL. Di persimpangan itu ambil jalur ke kiri menuju pangkalan AL/Bumi Marinir/Punduh Pidada (jika ke kanan akan ke arah Kedondong).
Dengan menyewa Perahu Katir yaitu perahu tradisional yang tersedia di pulau ini, perjalanan menuju spot pengamatan di laut lepas biasanya memakan waktu sekitar 20–30 menit dari bibir pantai.
Aktivitas Seru Lainnya
Selain berburu lumba-lumba, banyak aktivitas seru lainnya yang dapat dinikmati berwisata di Teluk Kiluan. Topografinya yang berbukit dan berlembah menarik untuk dijelajahi. Spot wisata menarik lainnya setelah menyaksikan kecentilan lumba-lumba liar, Laguna Gayau dan Pulau Kelapa.

Laguna Gayau
Laguna Gayau merupakan kolam alami yang terletak di balik bukit. Kolam ‘raksasa’ yang terbentuk dari gugusan batu karang ini berwarna biru dan sangat jernih, membuat pengunjung tertarik untuk melakukan kegiatan berendam, berenang hingga melakukan kegiatan fotografi di sekitar lokasi tersebut.
Pulau Kelapa
Pulaunya kecil dan berada di tengah tekluk. Luas Pulau Kelapa sekitar 5 hektar namun kawasan ini cocok untuk bersantai, menikmati pasir putih, dan snorkeling. Dengan suasana lingkungan yang masih alami, pengunjung dapat bebas melakukan kegiatan snorkeling, berenang, menjelajahi pulau, hingga berfoto dengan suasana alam.

Perairan laut di sini merupakan salah satu spot snorkeling terbaik dengan berbagai jenis ikan hias yang menarik serta terumbu karangnya yang masih alami nan cantik. Namun, tetap hati-hati karena posisi terumbu karang yang dangkal, ombak laut akan dengan mudah menghempaskan kita menabrak terumbu karang.(*)

