Arung Jeram & Fosil di Geopark Merangin  

Bertebaran di Pinggir Sungai Fosil usia 300 Juta Tahun

Arung Jeram & Fosil di Geopark Merangin  
Adu Nyali, Memicu Adrenalin dalam Berarung Jeram, Photo by @tenryandry

Geopark Merangin, merupakan salah satu objek wisata alam kekinian di Jambi yang sangat menarik dan asyik untuk dieksplore keseruannya.  Salah satu kegiatan yang cukup menantang dan menguji adrenalin adalah arung jeram.  Yah, Traveler dapat melampiaskan kegemaran ber-arung jeram dengan berteman bersama arus sungai yang cukup menantang.  Karena menuju ke kawasan geoprak ini, Traveler harus melalui Sungai Batang Merangin, sungai yang dikenal memiliki jeram berskala internasional.  Disini terdapat 6 jeram yang sangat ekstrim dan menantang.  Cukup memacu adrenalin dan menguji ketahanan mental dalam mengarungi arus yang sangat fantastis ini.

Tak hanya jalur ekstrim yang ditempuh, ada hal yang menarik lagi yang asyik untuk dinikmati yaitu indahnya panorama hutan tropis di sepanjang jalur.  Bahkan, pada bulan-bulan tertentu, Traveler dapat menemui populasi ribuan kelelawar yang terbang secara liar.  Populasi kelelawar ini berkembang biak di sekitar lokasi arung jeram namun setelah itu kelelawar-kelelawar ini hilang bermigrasi entah kemana.

Arung Jeram & Fosil di Geopark Merangin  
Panorama Pemandangannya Begitu Memikat, photo by @afifahrabiatullayalia

Beda dengan arung jeram di tempat lain, disini ada daya tarik tersendiri dalam menempuh perjalanan arung jeramnya, yaitu berburu untuk melihat lebih dekat fosil-fosil flora dan fauna yang telah berusia 300 tahun.  Tak heran, menyusuri sungai dengan berarung jeram di Geopark Merangin ini, menjadi salah satu destinasi favorit yang mengasyikkan.

Sebenarnya ada dua cara menuju objek wisata Geopark Merangin ini, yaitu dengan berjalan kaki mengitari hutan di pinggiran sungai atau susur sungai alias rafting alias arung jeram. Jika Traveler memilih untuk berjalan kaki,  membutuhkan waktu sekitar 3 jam.  Dan biasanya kebanyakan pengunjung memilih cara susur sungai atau berarung jeram.  Akses yang kedua ini terbilang jauh lebih menarik dibandingkan dengan akses yang pertama.  Meskipun terkesan lebih menyenangkan, namun kegiatan ini membutuhkan nyali, tenaga, dan biaya yang tidak sedikit untuk mengunjungi Geopark Merangin ini.

Arung Jeram & Fosil di Geopark Merangin  
Salah satu fosil yang ditemukan

Geopark Merangin adalah situs warisan peninggalan zaman purba yang ada di Kabupaten Merangin, yang memiliki koleksi berupa fosil-fosil dari daun, kayu, akar, hewan, dan juga kerang-kerangan. Fosil-fosil ini berusia lebih dari 300 juta tahun lalu dan tersebar di sepanjang aliran Sungai Batang Merangin dan Sungai Mengkarang, dimana sungai ini merupakan tempat berkegiatan arung jeram. Tempat ini merupakan sebuah kawasan konservasi dan edukasi, dan menjadikan Geoprak Merangin sebagai bebatuan fosil tertua di Asia.  Tempat ini juga menjadi ikon dari Kabupaten Merangin. Koleksi yang dimiliki oleh Geopark Merangin ini, konon diperkirakan lebih lengkap dari geopark negara-negara lainnya seperti Amerika.  Jika Traveler berkunjung ke Merangin, rasanya ada yang kurang kalau tidak turut mengunjungi geopark ini.

Arung Jeram & Fosil di Geopark Merangin  
Fosil yang seolah menempel pada permukaan batu

Aneka fosil dari kerang-kerangan, kayu, daun, dan hewan dapat ditemui pada batu-batu yang terdapat di pinggir sungai. Fosil-fosil ini terlihat jelas, seolah menempel pada permukaan batu.  Selain fosil-fosil ini, Traveler juga disuguhkan dengan pemandangan alamnya yang sangat cantik, masih alami dan begitu menakjubkan.  Mata ini benar-benar termanjakan dengan kecantikan alam di Geopark Merangin ini.

Melihat kilas balik ditemukannya fosil-fosil  ini, yaitu diawali ketika seorang warga umum sedang melakukan arung jeram, lalu tidak sengaja menemukan fosil berukuran 2,5 meter di pinggir sungai. Dari temuan itu, mulailah para peneliti melakukan penelitian lebih detail lagi mengenai fosil yang yang berasal dari kayu yang telah membatu ini, yang terbentuk dari zaman purba.  Mereka pun mengambil kesimpulan, bahwa fosil-fosil tersebut terjadi akibat letusan gunung berapi disekitar geopark yang terjadi pada 20 juta tahun yang lalu. Abu vulkanik dan letusan lava dari gunung berapi, membentuk proses pembekuan pada pohon purba, yang kemudian tertimbun dalam abu vulkanik setebal 7 meter.  Fosil yang ada di geopark ini didominasi dengan fosil kerang, fosil mutiara purba, serta fosil kayu.

Arung Jeram & Fosil di Geopark Merangin  
Berarung Jeram sambil menikmati fosil-fosil di bibir sungai, Photo by @geoparkairbatu

Untuk mencapai lokasi Geopark Merangin ini, Traveler dapat memilih dua cara, yaitu berarung jeram atau tracking sepanjang aliran sungai.  Karena geopark ini terletak di sepanjang kawasan Sungai Batang Merangin dan Sungai Mengkarang.  Dan perjalanan ini dimulai dari Desa Air Batu, Kecamatan Renah Pembarap, Kabupaten Merangin, Jambi.   Dari Kota Bangko ke desa ini berjarak sekitar 35 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih 30 menit.  Perjalanan menuju Desa Air Batu cukup baik dan mudah dilewati oleh kendaraan roda empat.  Begitu sampai di desa ini, Traveler harus menggunakan jasa pemandu wisata saat menyusuri objek wisata Geopark Merangin.

Bagi Traveler yang ingin melakukan aktivitas arum jeram, disediakan penyewaan perahu karet.  Biasanya biaya yang dikenakan sudah termasuk jasa pemandu wisata, yang akan menemani dalam berarung jeram dari awal hingga selesai.

Arung Jeram & Fosil di Geopark Merangin  
Merupakan kawasan konservasi dan edukasi

Objek wisata Geopark Merangin ini masih termasuk dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Traveler yang berkunjung ke Geopark Merangin ini tidak hanya berwisata semata, bahkan juga dapat menambah ilmu pengetahuan, terutama mengenal lebih dekat dengan beberapa peninggalan zaman purba.(Adhit)