Berwisata dan Mengulik Jejak Sejarah di Nganjuk

3 Spot Wisata Sejarah di Nganjuk

Tiga Spot Wisata Sejarah di Nganjuk
Candi Ngetos wadah kegiatan seni dan budaya, Photo by @davidksdt

Nganjuk merupakan kabupaten yang memiliki sejuta pesona dan panaroma alam yang menakjubkan.  Masih banyak objek-objek wisata di Nganjuk yang tersembunyi, sehingga masih banyak orang yang belum mengetahui akan keindahan dan tempat keren yang ada di sana. Nganjuk punya banyak spot objek wisata yang sayang dilewatkan begitu saja, seperti situs budaya dan situs bersejarah.

Bagi Traveler yang ingin berlibur ke Nganjuk, tempat-tempat bersejarah berikut ini seru untuk didatangi dan menjadi referensi destinasi wisata bersejarah untuk mengenal banyak peninggalan-peninggalan yang tersisa dari masa lampau.

Candi Ngetos

Candi Ngetos yang berada di Desa Ngetos Kecamatan Ngetis Kota Nganjuk Jawa Timur ini, merupakan candi yang berdiri sejak abad ke-15. Candi ini juga dipercaya sebagai tempat persemayaman abu jenazah Prabu Hayam Wuruk.  Berjarak sekitar 17 kilometer dari arah timur, bangunan Candi Ngetos bisa dibilang rusak secara fisik, karena beberapa bagian batuannya telah hancur termakan usia.

Selain menyajikan bangunan candi yang terbuat dari batu bata merah yang menjulang tinggi, di area Candi Ngetos ini juga terdapat Masjid Besar Ngetos dan Makam ‘Para Auliya’,  yang menyebarkan agama Islam di daerah Nganjuk dan sekitarnya.

Di lokasi Candi Ngetos ini sering digunakan untuk kegiatan seni dan budaya. Pada waktu-waktu tertentu sering diadakan pertunjukan yang digagas oleh warga setempat.  Wisata Candi Ngetos ini buka selama 24 jam dan Traveler tidak dipungut biaya masuk. Hanya cukup membayar parkir yang ada di sekitar lokasi.

Tiga Spot Wisata Sejarah di Nganjuk
Canadi Lor yang semakin hancur keberadaannya, Photo by @sonytrilaksono

Candi Lor

Candi Lor sering dikaitkan sebagai cikal bakal lahirnya Kota Nganjuk.  Candi Lor memiliki arsitektur bangunan yang tidak berubah sejak dulu. Candi ini berada di Desa Candirejo, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Pada bangunan Candi Lor terdapat 2 buah makam, yaitu Makam Abdu Dalem Kinasih Empu Sindok atau yang lebih dikenal dengan Eyang Kerto dan Eyang Kerti.

Selain itu, di sini juga terdapat sebuah pohon besar yang telah berusia lebih dari 500 tahun. Pohon Kepuh ini menjulang tinggi di atas bangunan Candi.  Kehadiran pohon ini juga menjadi salah satu penyebar udara sejuk di sekitar kawasan ini.

Candi Lor terbuat dari batu bata merah yang berukuran panjang 7 cm, lebar 4,2 cm dan tinggi 5,6 cm.  Untuk menikmati keindahan candi ini, Traveler tidak dipunguti biaya masuk, hanya dikenai biaya parkir jika membawa kendaraan dan candi ini buka selama 24 jam.

Museum Anjuk Ladang

Museum Anjuk Ladang merupakan museum yang menyimpan banyak koleksi peninggalan sejarah peradaban seperti prasasti dan arca. Dalam museum ini terdapat Arca Hari Hara, fosil, koleksi etnografi, dan numismatik. Di sini juga tersimpan benda-benda antik dan cagar budaya Hindu, Doho, dan Majapahit.

Tiga Spot Wisata Sejarah di Nganjuk
Museum Anjuk Ladang menyimpan koleksi sejarah, Photo by @shelaardika

Museum yang dibangun pada tahun 1996 pada era kepemimpinan Bupati Sutrisno ini, terbagi menjadi beberapa bagian. Bagian depannya berbentuk Joglo yang digunakan sebagai tempat penyimpanan Prasasti Anjuk Ladang.  Di bagian tengah merupakan bagian induk museum, digunakan untuk menyimpan arca-arca, juga benda-benda bersejarah lainnya seperti guci, mangkok, wayang kulit, dan topeng.

Museum Anjuk Ladang berlokasi di Jalan Gatot Subroto, Desa Ringin Anom, Kecamatan Nganjuk Jawa Timur. Tepatnya 100 meter dari sebelah timur terminal Bus Kota Nganjuk. Museum ini di buka mulai pukul 8 pagi dan tutup pada pukul 6 sore.(Nay/Niel)