Curug Lawe dan Curug Benowo, Petualangan Tersembunyi di Lereng Gunung Ungaran

Banyak Spot Jembatan Unik Selama Perjalanan

Curig Lawe
Curug Lawe, dengan aksen bertirai, Photo by@akuruzdy

Ada keseruan lain di Semarang, kegiatan yang menjadikan satu petualangan baru yang cukup menguras tenaga namun semua itu terbayarkan dengan pesona keindahan dan keseruan yang luar biasa.  Bersiaplah menikmati dua air terjun cantik yang berada di lereng bagian barat Gunung Ungaran.  Air Terjun atau Curug Lawe dan Curug Benowo.

Kedua curug ini lokasinya saling berdekatan, berada di dalam hutan dan dilingkupi tebing.  Untuk mencapai kedua wisata alam ini, membutuhkan usaha lebih yang maksimal, karena jalanannya yang cukup terjal serta sangat melelahkan dan menantang.   Traveler akan melewati jalan setapak yang akan dilalui berupa pinggiran parit yang bersisian dengan jurang cukup dalam. Jalanan ini tidak terlalu lebar, bahkan cenderung sempit, lebarnya sekitar 40 centimeter.  Hanya bisa dilalui oleh satu orang.

Curug Lawe dan Curug Benowo
Perjalanan Menuju Kedua Curug, Photo by @wisata semarang

Namun, selama perjalanan ini, Traveler akan dimanjakan dengan keindahan alam nan alami. Perpaduan ketenangan hutan yang masih terjaga keasriannya, ditambah suara serangga-serangga, kicauan burung serta gemericik air jernih yang mengalir di parit. Parit ini merupakan jalur irigasi buatan yang mengalirkan air langsung dari mata air Gunung Ungaran, untuk dialirkan ke sawah-sawah.  Traveler juga akan menemui sebuah bendungan kecil yang bernama Sidomble.  Bendungan ini dibangun pada tahun 1975 untuk memenuhi kebutuhan air Desa Kalisidi. Uniknya, disini terdapat pajangan dengan tulisan ‘We Love CLBK’, sehingga tempat ini seringkali menjadi salah spot untuk berswaphoto.

Masuk dalam kawasan Gunung Ungaran, Curug Lawe Curug Lawe memiliki air yang bersih dengan dikelilingi lingkungan pepohonan nan asri yang memanjakan pandangan mata. Curug Lawe terletak di sebuah ceruk di dinding tebing dengan ketinggian sekitar 40 meter dari permukaan tanah, dengan jatuhan air yang menyerupai benang-benang putih, sehingga masyarakat setempat menyebutnya ‘lawe’.  Airnya yang masih jernih dan bersih mengalir menuju sungai kecil berbatu-batu.  Suara gemericik air yang tercipta di sini benar-benar menghipnotis!  Kondisi alam di sekitarnya benar-benar sangat indah.

Sedangkan Curug Benowo berjarak  sekitar 1 kilometer dari Curug Lawe. Akses menuju Curug Benowo yang akan dilalui cukup menantang, dengan jalan berbatu licin dan terjal. Air terjunnya memiliki tinggi sekitar 20 meter dan berada di lereng yang lebih terbuka. Curug Benowo merupakan rangkaian air terjun dengan model bertingkat, di mana setiap tingkatan memiliki debit air yang tercurahkan semakin mengecil. Hal ini membuat Traveler aman untuk berenang-renang di kolam yang ada di bawahnya. Jika ingin bermalam, area di sekitar Curug Benowo bisa dijadikan lokasi berkemah.

Curug Benowo
Keindahan Curug Benowo, Photo by @mariamitsura

Curug Lawe dan Benowo berada disebelah utara anak-anak Gunung Ungaran tepatnya di Desa Kalisidi, Sekarang Gunung Pati, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah  dan menjadi hulu Kali Banjir Kanal Barat atau Kali Garang di kota Semarang.  Air terjun ini terlindungi oleh hutan dan lereng berbentuk setengah lingkaran yang melingkupinya.  Kedua air terjun ini menawarkan panorama air terjun yang masih alami dengan kondisi air yang jernih.

Jembatan Ikonik

Sepanjang trekking menuju Curug Lawe dan Curug Benowo, Traveler akan sering bertemu dengan beragam jembatan.  Ini merupakan salah satu ikon atau ciri khas dari kawasan wisata curug di lereng Gunung Ungaran ini.  Banyakn jembatan-jembatan yang melintang di atas sungai kecil dan jalur irigasi. Pastinya, setiap jembatan selalu menyuguhkan panorama yang cantik dan asyik untuk dijadikan spot foto.

Salah satu jembatan yang paling diminati adalah Jembatan Romantis.  Merupakan jembatan kayu yang berdiri di atas jurang dengan kedalaman sekitar 20 meter.   Sebenarnya jembatan ini adalah saluran air.  Makanya, jika diperhatikan baik-baik, Traveler akan melihat air yang mengalir tepat di bawah papan kayu yang dipijak.   Sangat unik, tak heran panroama disini menjadi salah satu spot pemotretan yang sangat favorit.

Jembatan romantis
Jembatan Romantis

Trekking yang cukup mengeluarkan tenaga, apalagi berhadapan dengan tangga berbatu licin, akan menyita perhatian yang cukup serius.  Setelah melalui perjalanan itu, Traveler akan bertemu dengan pertigaan jalan dan disini ada sebuah pos peristirahatan. Lalu jalan ke kiri menuju Curug Benowo, sementara Curug Lawe melalui jalan ke kanan. Yang terdekat adalah Curug Lawe, jaraknya sekitar 100 meter dari pertigaan tersebut.  Setelah dari Curug Lawe, Traveler dapat melanjutkan ke Curug Benowo.

Ada dua alternatif rute menuju kedua curug ini. Bisa dari Semarang yaitu melalui Universitas Negeri Semarang Gunungpati atau dari Ungaran melalui Mapagan. Dari kedua alternatif rute ini akan bertemu di pertigaan ke Desa Sumurgunung. Lalu Traveler pilih jalan ke kiri dengan mengikuti petunjuk arah menuju air terjun. Perlu diperhatian, bahwa disini tidak ada angkutan umum yang melintasi objek wisata ini, jadi sebaiknya Traveler menggunakan kendaraan pribadi.(Rafa)