Suguhan keindahan Gunung Kelimutu terkenal dengan pesona tiga danaunya yang unik, Danau Kelimutu yang kerap berubah-ubah warna. Pesona yang menjadi magnet bagi wisatawan lokal maupun mancanegara ini, juga menyimpan kisah budaya serta sejarah yang melekat erat bagi masyarakat setempat.
Menikmati keindahan Danau Kelimutu, bukan sekadar destinasi wisata biasa. Objek wisata yang terletak di Puncak Gunung Kelimutu, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini, merupakan keajaiban geologi yang dibalut dengan mistisme dan pesona alam yang tiada duanya.
Danau Kelimutu dikenal dunia dengan fenomena alam ‘tiga warna’ yang setiap saat dapat berubah sewaktu-waktu secara alami. Destinasi wisata danau di Indonesia yang memiliki pemandangan yang sangat ikonik ini, memiliki tiga buah danau dengan warna warni menakjubkan yang dipantulkan dari permukaan air danau.
Meskipun letak ketiga danau ini berdekatan, namun setiap warna yang terpancar selalu berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya, serta dapat berubah-ubah warnanya sesuai aktivitas vulkanik dari Gunung Kelimutu, merah – biru – putih – hijau dan lainnya.

Menurut para ahli, terjadinya perubahan warna air danau yang kerap berganti-ganti ini, disebabkan oleh kandungan mineral dan aktivitas vulkanik di bawah permukaan. Adanya perubahan warna air dari hijau, biru, hitam, merah, hingga cokelat dalam periode tertentu, menjadikan Kelimutu sebagai objek penelitian ilmiah, sekaligus daya tarik bagi wisatawan dari seluruh dunia.
Jika ingin menikmati pemandangan cantik ini, waktu yang tepat mengunjungi danau ini adalah saat matahari hendak terbit. Yah, pemandangan sunrise yang ditawarkan Danau Kelimutu dapat menghipnotis setiap pengunjung yang datang di jam-jam emas seperti ini.
Berselimutkan udara dingin yang menyentil kulit tubuh, untuk itu diwajibkan mengenakan jaket tebal agar suhu hangat tubuh tetap terjaga, menikmati indahnya panorama sunrise menjadi moment penting yang sulit ditolak.
Kawasan ini memang menjadi salah satu destinasi wisata utama NTT. Tak heran fasilitas umum di sekitar lokasi danau sudah tersedia, mulai dari toilet, beberapa gazebo, lahan parkir serta jajaran kios yang menjajakan minuman dan makanan. Semua terjaga dan terawat kebersihannya.
Tempat Bersemayam Para Arwah
Danau Kelimutu terletak di Pulau Flores, tepatnya di Desa Pemo, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende, NTT dan menjadikan sebuah destinasi sunrise magis yang sarat dengan nilai spiritual dan budaya lokal.

Menurut kepercayaan masyarakat sekitar, danau ini merupakan tempat bersemayam jiwa-jiwa yang mereka sebut dengan nama Tiwu Ata Mbupu yang atinya jiwa orang tua, Tiwu Nuwa Muri Koo Fai yang artinya jiwa muda-mudi dan Tiwu Ata Polo yang artinya jiwa orang jahat. Kepercayaan ini membuat daya tarik tersendiri.
Ketiga nama tersebut disematkan pada masing-masing danau, yang menyimpan legenda yang dipercaya oleh masyarakat setempat, yang menjadi bagian dari identitas budaya Flores. Mereka percaya, bahwa arwah orang tua akan pergi menuju Tiwu Ata Mbupu, kemudian arwah muda-mudi akan menuju Tiwu Nuamuri Koofai. Sementara arwah yang semasa hidupnya kerap melakukan perbuatan buruk, akan disemayamkan menuju Tiwu Ata Polo.
Dengan kepercayaan terhadap legenda ini, masyarakat setempat sangat menjaga kawasan Kelimutu dan menganggap kawasan ini sebagai tempat yang suci dan harus dihormati.
Danau Kelimutu terletak di ketinggian sekitar 1.639 meter di atas permukaan laut, dan menjadi salah satu keajaiban alam paling ikonik di Indonesia. Danau ini pertama kali diperkenalkan secara luas pada tahun 1915 dan terus menjadi kebanggaan wisata NTT.

Destinasi wisata ini merupakan bagian dari kawasan konservasi Taman Nasional Kelimutu, yang sarat sebagai dengan habitat flora/fauna endemik seperti burung Gerugiwa, juga termasuk burung elang flores (Nisaetus floris) yang terancam punah.
Bagi pengunjung yang ingin menikmati wisata ke Danau Kelimutu, dapat melakukan perjalanan yang dimulai dari Kota Ende lalu melanjutkan perjalanan menuju Desa Moni, sebuah desa yang berada di kaki Gunung Kelimutu. Jarak yang ditempuh sekitar 65 km dari bandara, dengan waktu tempuh sekitar 2,5 jam berkendara. Pengunjung akan menikmati perjalanan melalui jalan berkelok dengan pemandangan perbukitan dan hutan tropis.
Begitu sampai di Desa Moni, perjalanan masih harus ditempuh dengan jarak sekitar 13 km hingga sampai ke gerbang pintu masuk taman nasional. Banyak wisatawan memilih menginap di Moni agar bisa berangkat subuh menuju puncak. Dari pintu gerbang Taman Nasional Kelimutu, melalui jalur pendakian yang tertata rapi, pengunjung masih harus berjalan kaki sekitar 1,5 km menuju area danau.
Sebaiknya, pilih kedatangan pada musim kemarau, yaitu sekitar bulan Juni – September, karena pada musim ini merupakan periode terbaik untuk mendapatkan cuaca cerah dan pandangan bebas tanpa kabut tebal.(*)

