Destinasi Wisata Indonesia dijadikan Lokasi Film Hollywood

Wisata Indonesia memang sudah mendunia. Bukan saja menjadi tempat untuk menghabiskan liburan bagi para turis mancanegara, namun juga jadi ajang lokasi syuting untuk film-film berkelas Hollywood. Berikut ini Indonesiatraveler.id merangkum beberapa destinasi wisata di Indonesia yang pernah menjadi lokasi film produksi Amerika ini.

Film Anaconda, Blood Orchid (2004) – Hutan Mangrove Kalimantan

Film legendaris yang bercerita tentang beberapa anak muda yang mendapat teror dari ular besar, anaconda raksasa, saat mencari bunga anggrek di tengah-tengah pedalaman hutan tropis. Film ini pun pernah merajai Box Office dunia. Film ini ternyata mengambil lokasi syuting di Kalimantan. Yah, hampir seluruh adegan di dalam film ini mengambil kawasan hutan Kalimantan. Tepatnya Hutan Mangrove Kalimantan. Kalimantan adalah salah satu pulau yang memiliki hutan tropis terluas di dunia setelah Amazon.

Film Kingkong (2005) – Pulau Mursala, Sumatra Utara

Film Kingkong ini berkisah tentang kehidupan seekor primata purba raksasa yang berteman dengan seorang manusia. Film Kingkong yang produksi tahun 2005 lalu garapan Peter Jackson, mengambil lokasi syuting di Pulau Mursala. Yah, Pulau Mursala dalam film itu dijadikan sebagai Skull Island atau Pulau Tengkorak. Dalam jalan ceritanya sendiri, Pulau Tengkorak tersebut menjadi awal mula para pemain bertemu dengan King Kong, yang dikisahkan sebagai sang penguasa pulau yang sangat dipuja oleh suku primitif yang mendiami pulau tersebut.

Film Eat, Pray, Love (2010) – Ubud, Bali

Eat, Pray, Love yang diproduksi pada tahun 2010 merupakan film drama garapan Ryan Murphy, yang bercerita tentang seorang wanita bernama Elizabeth, diperankan oleh Julia Roberts, yang memutuskan traveling keliling dunia untuk mengobati rasa patah hati atas kehilangan suami, rumah, dan karirnya. Film romantis ini mengambil banyak adegan di Ubud, Bali. Lokasi yang sangat menawan terutama keindahan areal persawahannya yang membentang ulas, juga spot-spot keindahan lainnya di Ubud, Bali.

Film ini menjadi box office dengan jumlah pendapatan hingga 204.6 juta USD.

Film Savages (2012) – Pulau Moyo, NTB

Keindahan Pulau Moyo, Nusa Tenggara Barat memang tak bisa dipungkiri lagi. Semua wisata yang mengagumkan ada di sana, mulai dari taman bawah laut, gunung, danau, pantai, air terjun. Pokoknya semua wisata cantik ada di sana! Pulau Moyo yang merupakan pulau tropis dengan pasir putih ini masuk dalam kawasan Konservasi Taman Burung. Hal keindahan inilah yang menarik perhatian sutradara Oliver Stones, menggarap film Savages dan mengambil lokasi syutingnya di Pulau Moyo ini.

Savagaes yang digarap pada tahun 2012 ini merupakan film thriler-kejahatan yang digarap oleh Oliver Stones. Berhasil menjadi Box Office dengan pendapatan hingga 83 juta USD.

Film Java Heat (2013) – Candi Borobudur, Magelang

Java Heat yang tayang pada tahun 2013 ini merupakan film garapan Connor Allyn yang bercerita tentang sekelompok polisi internasional yang mengejar pencuri permata berbahaya, dimana ia menyandera seorang putri untuk menjarah semua harta kekayaan kerajaan. Adegan-adegan pertarungan di film ini banyak mengambil latar di Candi Borobudur. Selain itu, berbagai intrik terjadi di istana kuno, masjid, kuil, labirin bawah tanah, dan batu piramida di jantung Pulau Jawa.

Film ini meraih Box office dengan pendapatan 189.739 USD.

Film Beyond Skyline (2017) – Candi Prambanan, Yogyakarta

Candi Prambanan merupakan salah satu situs Warisan Dunia UNESCO yang dibangun oleh Wangsa Sanjaya dari Kerajaan Mataram Kuno. Dalam Film Beyond Skyline (2017), Candi Prambanan menjadi tempat pertarungan antara bangsa manusia dan alien. Film garapan Liam O’Donnell ini berkisah tentang seorang detektif yang berusaha menyelamatkan anaknya dari sekapan alien jahat yang menginvasi bumi.

Film Blackhat (2015) – Jakarta

Meskipun tayang pada tahun 2015, namun produksi film Blackhat berlangsung pada tahun 2014. Beberapa adegan di film ini mengambil lokasi di Jakarta. Yah, Jakarta jadi incaran sutradara papan atas Hollywood, Michael Mann, untuk menyelesaikan adegan-adegan film yang meraup omset $ 19,7 juta ini.

Dalam film yang bergenre misteri ini Michael Mann mengambil lokasi syuting di Lapangan Banteng, Hotel Keraton, dan Monas. Uniknya, beberapa kesenian asli Betawi seperti ondel-ondel juga menjadi pelengkap dalam film yang dibintangi oleh Chris Hemsworth, pemeran Thor.(Nilia/Berbagai Sumber)