Hormuz, Pulau Unik Berwarna Merah Darah

Tanah merah bukan cuma di daratan, tapi juga sampai ke lautan.

photo by pintrest
photo by pintrest

Pulau Hormuz berada di teluk Persia, Iran. Pulau yang memiliki luas 41,9 km persegi ini, dikenal dengan nama Organa oleh orang Yunani Kuno. Selama musim panas, pulau ini sangat gersang, suhunya bisa sampai 43 derajat celsius. Meski hanya pulau kecil, namun Hormuz memiliki sebuah gunung unik. Gunung ini kaya akan kandungan hematit, mineral yang dihasilkan dari oksidasi besi.

Akibat kandungan mineral tersebut, tanah di pulau ini semerah darah. Namun tak perlu khawatir, karena tanah merah yang dihasilkan ini aman. Penduduk setempat bahkan menggunakan tanah merah sebagai bumbu masakan seperti saus dan selai. Karenanya, warga percaya gunung di Pulau Hormuz menjadi satu-satunya yang bisa dimakan. Ini yang membuat Pulau Hormuz begitu berbeda dengan pulau lainnya. Tanah merah bukan cuma di daratan, tapi juga sampai ke lautan.

Orang-orang mengenalnya sebagai lautan darah, padahal pasir dan laut yang berwarna merah mengalami percampuran dari mineral yang berada di gunung. Mineral tersebut turun ke laut saat hujan dan mengendap di sana. Hasilnya, gulungan ombak di tepi pantainya berwarna merah, sedangkan di tengah lautan biru. Tak hanya itu, pasir pantainya pun berwarna merah dan berkilau. Pasir yang berkilau sudah bercampur dengan logam. Saat matahari terbit atau terbenam, pantai ini akan sangat indah!

Sebenarnya Pulau Hormuz tak hanya punya tanah merah. Para geologi dunia mengatakan Hormuz sebagai salah satu pulau kubah garam paling penting dunia. Tanahnya ada yang berwarna putih, kuning, hijau, oranye, krem, coklat, pirus muda bahkan emas. Wajar saja, ini berkaitan dengan umur pulau yang sudah mencapai sekitar 600 juta tahun. Kuno tapi cantik, inilah keindahan Pulau Hormuz! (DT)