Hutan Mangrove PIK, Surga Tersembunyi di Ibu Kota Jakarta

Taman Wisata Alam Angke Kapuk merupakan kawasan konservasi alam mangrove yang dimanfaatkan untuk pariwisata dan rekreasi alam.

Bosan dengan wisata mall yang memenuhi seluruh Jakarta? Traveler bisa mendatangi sisi lain dari wajah Jakarta, yaitu wisata mangrove Pantai Indah Kapuk (PIK). Berlokasi di Pantai Indah Utara I, Jakarta Utara, hutan ini bernama Hutan Mangrove Jakarta. Seperti yang semua orang tahu, kawasan konservasi sangat dibutuhkan di Jakarta.

Hal ini disebabkan karena Ibu Kota Negara Indonesia ini sangat kekurangan akan lahan hijau terbuka, memiliki tingkat polusi udara yang cukup tinggi, serta mulai mengalami erosi dan abrasi garis pantai.

Taman Wisata Alam Angke Kapuk merupakan kawasan konservasi alam mangrove yang dimanfaatkan untuk pariwisata dan rekreasi alam. Apalagi, yang tak kalah pentingnya adalah fungsinya sebagai tempat habitat dan naungan bagi beberapa jenis satwa liar. Tidak hanya untuk wisata, hutan mangrove juga mampu meredam gelombang besar termasuk tsunami dan dapat menyerap karbondioksida 5 kali lebih banyak daripada hutan tropis di dataran tinggi yang tentunya sangat penting untuk Jakarta.

Pesona Taman Wisata Alam Angke Kapuk

Pesona Taman Wisata Alam Angke Kapuk didapatkan dari ekosistem alamnya dan berbagai fasilitas penunjang yang memadai. Diresmikan pada tgl 25 Januari 2010 oleh Menteri Kehutanan saat itu Zulkifli Hasan, Taman Wisata Alam Angke Kapuk merupakan habitat untuk berbagai flora dan fauna.

Jenis-jenis fauna yang mendominasi kawasan Taman Wisata Angke Kapuk umumnya adalah jenis-jenis burung merandai dan hampir seluruhnya merupakan satwa yang dilindungi.

Beberapa jenisnya seperti, Belekok, Belibis, Cangak Abu, Cekakak Sungai, Elang Laut Perut Putih, Elang Tiram, Gagang Bayam Timur, Itik Benjut, Kokokan Laut, Kowak Malam Abu, Kuntul Kerbau, Kuntul Putih, Pecuk Ular Asia, Raja Udang Biru, hingga Tangkar Centrong alias Murai Irian.

Selain itu terdapat pula bererapa jenis satwa lainnya diantaranya Biawak Air (Varanus Salvator), ikan Gelodok/ Gelosoh (Glossogobius Giuris) dan Udang Bakau (Thalassina Anomala).

Selain itu, traveler juga bisa menemukan berbagai jenis mangrove yang terdapat dalam Taman Wisata Alam Angke Kapuk di antaranya, Api-api (Avicennia marina), Bakau (Rhizophora mucronata dan Rhizophora stylosa), Bidara (Sonneratia caseolaris), Buta-buta (Exocecaris agallocha), Cantinggi (Ceriops sp.), Warakas (Acrosticum areum).

Taman Wisata Alam Angke Kapuk juga memiliki berbagai jenis hutan pantai/rawa, antara lain, Bluntas (Pluchea indica), Dadap (Erythrina variagate), Duri Busyetan (Mimosa sp.), Flamboyan (Delonix regia), Kedondong Laut (Polysia frutucosa), Ki Hujan (Samanea saman), Ki Tower (Deris heterophyla), Mendongan (Scripus litoralis), Waru Laut (Hibiscus tilliaceus).

Harga Tiket Taman Wisata Alam Angke Kapuk

Harga tiket untuk rekreasi di Taman Wisata Alam Angke Kapuk ini terbilang cukup murah. Harga tiket Taman Wisata Alam Angke Kapuk sendiri dibandrol Rp25 ribu di hari biasa dan Rp30 ribu untuk hari sabtu/minggu/libur untuk dewasa, sedangkan untuk anak-anak hanya perlu membayar Rp10 ribu. Tapi, ada perbedaan harga untuk turis mancanegara, yaitu harus merogoh kocek senilai Rp150 ribu per orang di hari biasa dan Rp170 ribu untuk hari sabtu/minggu/libur. Selain itu, pengunjung juga akan dikenakan biaya parkir motor sebesar Rp5.000 per unit dan parkir mobil Rp10 ribu per unit.

Lalu apa saja aktivitas yang bisa dilakukan untuk melepas penat? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Menyewa Perahu Menyusuri Hutan Bakau

Di sepanjang bibir pantai banyak terdapat penyewaan perahu yang akan mengantarkan kita untuk berkeliling hutan bakau. Karena pantainya masih bersih dan asri, jadi bisa melihat satwa-satwa dan tumbuhan yang terdapat di sekitar hutan bakau.

Hammocking

Bersantai menikmati udara pantai bisa jadi aktivitas seru yang bisa dihabiskan di Hutan Mangrove Pantai Indah Kapuk ini. Jangan lupa bawa kacamata hitam supaya gak silau, ya!

Foto-foto di jembatan kayu

Pengelola sudah membuat jalan setapak yang terbuat dari kayu untuk menyelusuri hutan bakau ini. Plus, jadinya jalannya bagus banget untuk dijadikan tempat foto-foto. Bikin instagram Traveler makin ciamik.

Menjelajah Hutan dengan Jembatan Gantung

Di sini terdapat jembatan gantung yang bisa dijelajahi. Selain menantang, pemandangan di sekitar juga sangat bagus dan membuat betah berlama-lama tinggal di sini.

Menginap di Villa

Aktivitas selanjutnya yang bisa dilakukan adalah staycation di villa atau pondok yang tersedia di sini. Ada beberapa pilihan akomodasi mulai dari pondok kemah dengan tarif Rp450 ribu hingga villa dengan kapasitas 20 orang. (RK/IPG)