Indahnya Keberagaman, Yuk Intip 5 Wisata Religi di Kota Medan

Banyak rumah ibadah dari berbagai agama yang menjadi objek wisata karena bersejarah di Kota Medan, Sumatera Utara. Tiap-tiap bangunan memiliki keunikan dan sejarahnya sendiri.

 

Kuil Hindu Shri Mariaman

Kuil Shri Mariamman adalah kuil Hindu tertua di Kota Medan. Letaknya di  Jalan KH. Zainul Arifin. Kuil ini dibangun pada tahun 1884 namun ada pula yang menyebut 1881.  Tempat ibadah ini terletak di kawasan yang dikenal sebagai Kampung Keling. Kuil yang mengisahkan lima dewa, masing masing Dewa Siwa, Wisnu, Ganesha, Dewi Durga (Kali), dan Dewi Aman.

Pintu gerbangnya dihiasi sebuah gopuram, yaitu menara bertingkat yang biasanya dapat ditemukan di pintu gerbang kuil-kuil Hindu dari lndia Selatan atau semacam gapura. Kuil Hindu Sri Mariaman mendapatkan namanya karena merujuk pada dewi bumi.

Wisatawan kerap mengunjungi kuli ini untuk mengabadikan kekhasan bangunannya karena memiliki ornamen-ornamen ukiran unik dan bernilai seni tinggi. Selain itu, bangunan ini juga menyiratkan bahwa ada kehidupan keturunan bangsa India di Kota Medan.

 

Graha Maria Annai Velangkanni

Photo By fatmaardila

Graha Maria Annai Velangkanni merupakan gereja yang terletak di Jalan Sakura III, Tanjung Selamat, Medan. Bangunan gereja ini memang hampir mirip dengan bangunan kuil terutama kuil-kuil yang berasal dari negara India.  Pembangunan gereja ini dipelopori oleh Pastor James Barataputra pada tahun 2001.  Bangunan gereja ini terinspirasi dari gaya arsitektur Indo-Mogul, sehingga terlihat seperti bangunan perpaduan antara candi, kuil hingga kubah masjid.

Di Graha Maria Annai Velangkanni terdapat patung Annai Velangkanni atau Maria dari Velangkanni beserta putranya setinggi dua meter, yang berasal langsung dari India.

 

Vihara Gunung Timur

Photo by like_medan

Vihara Gunung Timur berada di Jalan Hang Tuah Nomor 16. Vihara ini adalah kelenteng Tionghoa (Taoisme) yang terbesar di Kota Medan dan mungkin juga di pulau Sumatra.   Vihara ini dibangun sejak tahun 1930-an. Vihara Gunung Timur merupakan tiruan vihara yang ada di Tingkok.  Nama “Gunung” pada nama vihara ini merujuk pada Tai Shan (Gunung Tai) di wilayah Shandong, Tiongkok, yang merupakan salah satu dari Lima Gunung Suci dan sering dianggap yang terpenting.

Selain keindahan bangunannya, vihara ini memiliki keunikan lainnya yang dikenal sebagai tempat ajaran dua kepercayaan yakni, Khonghucu dan juga Buddha.

 

Masjid Al-Osmani

Photo by yurikafbrianti

Masjid Al-Osmani berlokasi di Kecamatan Medan Labuhan sehingga masjid ini juga kerap disebut Masjid Labuhan. Dibangun pada 1854 dan diprakarsai oleh Raja Deli ketujuh, Sultan Osman Perkasa Alam membuat masjid ini menjadi yang tertua di Kota Medan.

Untuk arsitekturnya, Masjid Al-Osmani diadopsi dari perpaduan gaya beberapa negara. Masjid Al-Osmani didominasi dengan warna kuning yang menjadi ciri khas warna suku Melayu dan warna hijau yang menjadi filosofi nilai keisalaman.

Diketahui bahan material pembangunan masjid ini berasal dari Eropa dan Persia. Sementara rancangan pintu masjid berornamen China serta ukiran bangunan yang bernuansa India.

 

Gereja Immanuel

Gereja Immanuel terletak di Jalan Pangeran Diponegoro. Dibangun sejak tahun 1921, Gereja Immanuel menjadi gereja tertua dan bersejarah yang ada di Kota Medan.

Sampai sekarang, gereja yang mampu menampung sekitar 500 orang ini masih aktif digunakan oleh Umat Kristiani untuk melaksanakan kebaktian. (IPG)