Raja Salman Lirik Investasi Pariwisata di Tiga Lokasi

0
126

Gembar-gembor kedatangan Raja Saudi Arabia, Salman bin Abdulaziz membangkitkan geliat sektor pariwisata Indonesia. Selain kedatangannya dengan 1500 pengusaha, Arab Saudi mengaku berniat investasi disektor pariwisata. Tiga lokasi kawasan ekonomi khusus (KEK) pariwisata yang diminati Arab Saudi ialah, KEK Mandalika Lombok, Tanjung Lesung Banten, dan Sumatera Barat.

“Arab Saudi berminat memperbesar investasi di indonesia, khususnya di bidang pariwisata dan portofolio keuangan. Selain itu, Arab Saudi akan menginvestasikan US$ 6miliar pembangunan kilang minyak di Cilacap. Harapannya investasi Arab Saudi bisa sampai dengan US$ 25 miliar,” kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung, seperti dilansir situs Setkab.

Kunjungan Raja Salman ke Indonesia ini merupakan kunjungan yang sangat bersejarah, karena terakhir kali ke Indonesia, terjadi pada tahun 1970, atau 47 tahun yang lalu. Pramono menyatakan Raja Arab Saudi itu akan membawa rombongan terbesar. “Kurang lebih 1.500 orang, 10 menteri, 25 pangeran,” kata Pramono.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata NTB H. Lalu Muhammad Faozal menjelaskan, pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, di Lombok Tengah sedang dikebut. Pemerintah telah memberikan kepastian sekaligus memberikan daya tarik bagi penanam modal melalui penetapan PP Nomor 96 Tahun 2015 tentang Fasilitas dan Kemudahan di KEK dan Perpres Nomor 3 Tahun 2015 tentang Proyek Strategis Nasional.

Dalam waktu tidak lama, Lombok akan memiliki Bandara International yang akan dapat didarati pesawat-pesawat besar. Pengembangan bandara juga akan dilanjutkan dengan perpanjangan landas pacu dari 2.750 meter menjadi 3.000 meter. Direncanakan, dalam waktu dekat, Bandara Internasional Lombok (BIL) akan mampu melayani penerbangan jarak jauh.

Menteri Pariwisata Arief Yahya juga girang karena Raja Salman membawa sekitar 1.500 orang dalam kunjungannya. Ia mengatakan kunjungan itu menjadi peluang besar bagi pariwisata Indonesia. Arief menyebut mereka sebagai endorser bagi pariwisata Indonesia.

“Jadi kami sudah siapkan berita-beritanya. Begitu sampai ke Timur Tengah, tidak hanya Arab Saudi, pasti impact-nya akan sangat besar. Akan menarik kunjungan orang-orang Timur Tengah untuk mengunjungi Bali khususnya atau Indonesia pada umumnya,” ujar Arief.

Kegirangan Arief masuk akal. Berdasarkan data Kementerian Pariwisata, peningkatan kunjungan wisatawan dari Timur Tengah pada 2015 sekitar 39 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun 2016, sudah tercapai 2 juta wisatawan Timur Tengah yang berkunjung ke Indonesia. Angka ini diprediksi akan bertambah menjadi empat juta wisatawan pada 2018. Wisman dari Timur Tengah ini ada dari Arab Saudi, Dubai, Qatar, dan Abu Dhabi.

Selain itu berdasarkan Survei Pengeluaran Wisatawan Mancanegara, Kementerian Pariwisata, rata-rata pengeluaran per kunjungan wisatawan asal Arab Saudi pada 2015 menembus 2.241,37 dolar AS per orang. Nilai ini merupakan pengeluaran tertinggi dibandingkan wisatawan asal negara asing lainnya yang berkunjung ke Indonesia.

“Dari bidang pariwisata, Raja Salman tertarik untuk investasi di tempat-tempat wisata kita. Dulu pernah ditawarkan Mandalika di NTB. Pernah tertarik Sumatera Barat juga, dan sekarang tertarik dengan Bangka Belitung. Itu yang kami tawarkan untuk bisa investasi,” kata Menpar Arief, saat ditemui di Jakarta.

“Saya akan ikut menyambut, kemungkinan besar langsung menjemput. Saya juga akan hadir di Bali menemani beliau,” tambah Arief.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here