Jelajah Alam di Tanam Nasional Gunung Leuser

Merupakan panorama alam dan "paru-paru" dunia.

photo by ernestzacharevic

Taman Nasional Gunung Leuser biasa disingkat TNGL adalah tempat terakhir di dunia bagi Harimau Sumatera, Orangutan Sumatera, Badak Sumatera, Gajah Sumatera dan satwa lainnya. Cagar alam ini terletak di perbatasan Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara.

photo by unesco_mab

Taman nasional ini mengambil nama dari Gunung Leuser yang menjulang tinggi dengan ketinggian 3404 meter di atas permukaan laut (mdpl) di Nangroe Aceh Darussalam. Tempat ini merupakan perwakilan tipe ekosistem hutan pantai, dan hutan hujan tropika dataran rendah sampai pegunungan. Tempat ini merupakan panorama alam dan “paru-paru” dunia. Pemerintah Indonesia telah menetapkannya sebagai cagar alam nasional sejak tahun 1980 dan ditetapkan sebagai warisan dunia (Cagar Biosfir) oleh UNESCO pada 2004.

Di sini terdapat tumbuhan langka dan khas yaitu daun payung raksasa bunga raflesia (Raflesia atjehensis dan R. micropylora). Selain itu ada juga Rhizanthes zippelnii yang merupakan bunga terbesar dengan diameter 1,5 meter

photo by orangutan_jungle_treks

Taman nasional ini meliputi wilayah-wilayah Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh Singkil, Aceh Selatan, Gayo Lues, dan Langkat. Empat kabupaten pertama termasuk wilayah administrasi Nanggroe Aceh Darussalam dan Langkat adalah termasuk wilayah administrasi Sumatera Utara.

Obyek pariwisata yang terkenal di dalam taman nasional ini adalah Kawasan Reservasi Orangutan Bukit Lawang, di Kabupaten Langkat, Sumatra Utara. Salah satu obyek wisata yang menjadi primadona di TNGL adalah Bukit Lawang dengan icon orangutan dan ”tracking in the jungle”. Disamping Bukit Lawang, terdapat lokasi lain yang tidak kalah pentingnya yaitu Tangkahan.

photo by unesco_mab

Beberapa lokasi yang bisa dikunjungi untuk berwisata di TNGL yaitu Sungai Alas dengan event rafting, pendakian puncak gunung di puncak Leuser dan puncak Bendahara. Selain itu traveler juga bisa berwisata pantai dan pengamatan penyu di Singgamata, penelusuran Danau Bangko, pengamatan burung di Agusan, trekking Rafflesia di Ketambe, dan lain sebagainya.

Untuk mencapai lokasi wisata, traveler dapat melalui rute Medan, Sumatera Utara menuju Kutacane, Aceh Tenggara (yang berjarak lebih kurang 240 km) dengan waktu tempuh kurang lebih delapan jam berkendaraan mobil. Lalu dari Kutacane untuk menuju lokasi wisata Gurah atau Ketambe membutuhkan waktu sekitar 30 menit berkendaraan mobil dengan jarak perjalanan lebih kurang 35 km.

Jika pengunjung ingin menuju kawasan TNGL di Tapaktuan, lbu Kota Aceh Selatan dapat juga ditempuh dari Medan sekitar 10 jam perjalanan berkendaraan mobil dengan jarak lebih kurang 260 km. (IPG)