Jelajahi Keindahan Pulau Kemaro

Penuh dengan legenda dan sejarah yang menarik banget untuk ditelusuri.

Masih dalam rangka liburan Imlek, setelah seharian penuh berkunjung antar keluarga, saatnya melepas lelah menghibur keluarga dalam panorama alam yang memukau. Seperti kota Palembang yang ternyata juga menyimpan destinasi liburan yang menyimpan legendaris sejarah yang keren banget. Nah, indonesiatraveler.id mengupas informasi lengkapnya!
Selain tempat wisata seperti Jembatan Ampera dan Air Terjun Bidadari, Palembang memiliki destinasi wisata legendaris yang kece dan asyik banget untuk dijelajahi. Salah satunya Pulau Kemaro, sebuah pulau kecil yang berlokasi sekitar 6 kilometer dari Jembatan Ampera. Tempatnya penuh dengan legenda dan sejarah yang menarik banget untuk ditelusuri.

Di pulau ini anda bisa menemukan pagoda berlantai 9. Pagoda ini tampilannya unik dan cantik. Anda bisa berkunjung ke klenteng tempat legenda Pulau Kemaro terjadi, atau mengunjungi ke ‘pohon cinta’. Konon, ‘pohon cinta’ ini melambangkan ‘cinta sejati’ antara dua bangsa dan dua budaya yang berbeda. Hal ini sesuai dengan cerita cinta Siti Fatimah Putri Kerajaan Sriwijaya dan Tan Bun An Pangeran dari Negeri Cina. Warga setempat percaya, siapapun yang mengukirkan nama mereka dan pasangannya di pohon ini, maka hubungan mereka akan berlanjut sampai jenjang pernikahan.

Posisi keberadaan Pulau Kemaro di dekat Jembatan Ampera dengan luas sekitar 32 hektar. Konon, tempat ini merupakan pulau yang dianggap sangat keramat bagi warga setempat. Bangunan Pagoda bertingkat 9 yang terletak di pulau ini, dibangun pada tahun 2006.Begitu juga dengan keberadaan klentengnya, yang berdiri sejak dahulu kala. Di depan kelenteng, terdapat makam Tan Bun An dan Siti Fatimah. Dua sosok tokoh utama legenda Pulau Kemaro.

Berdasarkan cerita rakyat setempat, Tan Bun An, seorang pangeran dari Cina jatuh hati ke Siti Fatimah. Seorang putri dari kerajaan Palembang. Keduanya menjalin kasih dan menikah. Namun tragisnya, keduanya meninggal di sungai lalu tubuh mereka disemayamkan di pulau ini.

Selain cerita tersebut, ada lagi yang mengungkapkan sejarah unik pulau ini. Dulu, pulau ini memiliki sebuah benteng pertahanan bernama Benteng Tembak Bayo. Konon, benteng ini digunakan untuk melawan pasukan Belanda. Benteng Tembak Bayo begitu kuat, hingga tentara Belanda merasa kesulitan untuk masuk dan menguasai daerah Palembang. Sayangnya, bangunan Benteng Tambak Bayo tidak tersisa sedikit pun sekarang. Sehingga, banyak yang tidak tahu tentang sejarah penting Keraton Palembang ini.
Lepas dari itu semua, keindahan panoramanya tetap selalu memikat. Sehingga, destinasi ke pulau ini, selain mengenang sejarah yang ada, juga menikmati keindahan Pulau Kemaro.