Keindahan di Ujung Timur Nusakambangan

Pantai Karang Pandan merupakan salah suatu potensi obyek wisata yang ada di Pantai Timur Pulau Nusakambangan. Pantai ini masih alami belum begitu banyak dicemari oleh ulah manusia dengan pemandangan yang indah di depan pantai dua buah pulau karang (Pulau Majethi) yang oleh masyarakat dipercaya sebagai tempat tumbuhnya kembang Wijayakusuma, ikut menambah keindahan pantai ini.

Duduk-duduk di pingir pantai teluk penyu ada beberapa orang nelayan yang menawarkan jasanya untuk naik perahu dan menyeberangi pulau nusakambangan. Menurut nelayan setempat jika mereka sedang sulit mendapatkan ikan biasanya kapal yang mereka miliki akan dipergunakan untuk para wisatawan yang mau menyewa kapal mereka untuk berkunjung ke pulau nusakambangan.

Mendengar kata pulau Nusakambangan yang terpikir di benak saya adalah kata penjara dan narapidana yang dihukum hingga puluhan tahun atau seumur hidup bahkan narapidana yang  tinggal menunggu hukuman mati. Duh  bayangin saja sudah ngeri apalagi jika saya berada disana, namun menurut para nelayan tersebut tempat yang akan saya kunjungi di pulau tersebut  adalah tempat yang sungguh indah bahkan di pulau  itu terdapat benteng peninggalan Belanda. Saya penasaran juga ingin melihat secara langsung sebuah Benteng di Nusakambangan yang konon menurut pemandu wisata  disana  bahwa  Benteng di pulau Nusakambangan adalah tembusanya dari benteng Pendem di Teluk Penyu.

Naik perahu nelayan selama kurang lebih 10 menit saya bersama kedua teman dan beberapa penumpang yang lain  dikenakan biaya 10.000 rupiah untuk pulang pergi dari pantai teluk penyu sampai ke pulau nusakambangan. Pembayaran hanya boleh dilakukan jika kita telah kembali dari pulau nusakambangan. Dikiri dan kanan saya lihat kapal-kapal besar milik pertamina atau kapal milik perusahaan di cilacap ini serta  perahu nelayan dan beberapa perahu karet milik tim sar. Tempat menurunkan penumpang di pulau nusakambangan ini adalah di dermaga karangbolong. Dipintu masuk ada beberawa warung makanan dan minuman serta ada beberapa orang yang berjualan cendramata berupa cincin bermata. Menurut nelayan tersebut ia bercerita bahwa cincin tersebut adalah buatan para narapidana di penjara nusakambangan.

Pantai ini menjadi satu-satunya tujuan utama wisata ke ujung timur nusakambangan. Pantai pasir putih yang lebih luas dari pantai Karang Bolong ini menyimpan keindahan yang unik. Pepohonan banyak tumbuh disekitar pantai, membuat sejuk dan rindang, ini banyak dimanfaatkan wisatawan untuk beristirahat. Batu karang sebagai pemecah ombak berdiri tangguh di tepi pantai ini. Ombak sedang menjadikan pantai ini dapat digunakan wisatawan untuk bermain air atau mandi di laut. Tapi tetap harus hati-hati. Saya melihat pulau ini ramai pengunjung pada saat musim libur, atau hari-hari besar, seperti liburan lebaran, hari minggu, dan hari libur lain. Selain hari-hari libur wisata disini lengang tanpa pengunjung, dan beberapa penjual pun kadang tidak membuka kiosnya/warungnya. Tempat ini sangat menarik, penuh tantangan dan petualangan, dari mulai menyeberang, berjalan kaki menelusuri hutan, dan menikmati panorama yang mengasyikkan.

Di pulau nusakambangan ini menawarkan 3  wisata sekaligus pertama wisata sejarah berupa benteng peninggalan penjajah belanda, yang kedua adalah wisata hutan ditempat ini masih asri pohon-pohon dan beberapa hewan liar yang dapat kita lihat. Yang ketiga adalah wisata pantai sekedar menikmati pasis putih serta laut lepas yang bergelombang. Tempat ini benar-benar masih asli belum banyak campur tangan manusia yang merubahnya.

Jika ada kesempatan sunguh saya ingin menunjunginya lagi. Di tempat wisata ini mungkin kita akan bertemu dengan para narapidana yang akan segera bebas atau mantan napi yang sebelum kedarat mereka akan berjualan di daerah tersebut. Mereka sama,  mungkin kita juga tak akan tahu bahwa mereka adalah mantan napi  dan tak usah khawatir karena mereka juga manusia yang ingin kita harga. Semoga kita juga tidak memandang rendah mereka agar mereka mampu kembali kemasyarakat dan menjadi mantan napi yang telah insaf.