Keraton Kerajaan Matan, Peninggalan Eksotis Kota Ketapang

Kerajaan Matan namanya, yang memiliki istana serba kuning. Bangunan tersebut diketahui terbuat dari kayu dan masih kokoh serta terpelihara dengan baik.

Nusantara menyimpan banyak wisata sejarah yang patut untuk dieksplorasi. Salah satunya terletak di Kota Ketapang, Kalimantan Barat. Di sana terdapat sebuah Kerajaan yang mempunyai keraton atau istana berwarna kuning.

Kerajaan Matan namanya, yang memiliki istana serba kuning. Bangunan tersebut diketahui terbuat dari kayu dan masih kokoh serta terpelihara dengan baik. Keraton Matan atau Mulia Karta merupakan hasil pemindahan Kerajaan Tanjungpura pada 1922. Lokasinya berada di Desa Mulia Karta, Kecamatan Benua Kayong.

Bangunan serba kuning itu berdiri menghadap Sungai Pawan. Luas tanahnya sekitar 1 hektare dengan ukuran bangunan 60 x 50 meter. Kerajaan Matan diketahui berakhir pada 1943 setelah Gusti Muhamad Saunan diculik Jepang.

Menurut informasi hingga meninggal, jasad sang raja tidak ditemukan. Sepeninggal raja, kedudukannya tidak ada yang menggantikan. Sementara itu, Gusti Muhammad Saunan belum berkeluarga . Itulah yang menyebabkan berakhirnya Kerajaan Matan.

Pada zaman raja terakhir inilah Istana Mulia Karta dipercantik dengan sentuhan gaya Eropa, karena lama sekolah di Belanda. Istana ini semuanya terbuat dari kayu belian (Euderoxylon zwageri). Di dalamnya terdapat tiga kamar dengan satu kantor milik raja.

Traveler bisa melihat berbagai peninggalan sejarah saksi bisu kejayaan Kerajaan Matan yang masih tersimpan rapih. Di ruang depan lewat dari pintu masuk utama, tepatnya di sebelah kiri terdapat satu ruangan yang menyimpan benda pusaka kerajaan seperti guci, timbangan, mesin jahit, kain, sepasang meriam dan lain-lain.

Di ruang paling depan tepatnya sebelah kanan pintu masuk ruang kerja raja, ada seperangkat meja dan kursi podium, meja kerja dan lemari. Tak jauh dari ruang kerja, ada sebuah jam dinding tua. Kemudian tak jauh dari sana ada sepasang singgasana berwarna kuning emas.

Sedangkan untuk ruang tempat tidur pemimpin Kerajaan Matan yang terletak di sebelah kanan dari singgasana. Di ruang istirahat tersebut terdapat tempat tidur, karpet, seperangkat kursi dan meja. Semua benda berwarna kuning kecuali meja dan kursi yang berwarna kuning emas.

Warna kuning merupakan simbol keagungan dan ciri khas dari Kerajaan Matan. Sedangkan warna hijau merupakan ciri khas warna Melayu. Sebagai informasi kerajaan itu dibuka untuk umum pada 1979 dan tidak dipungut biaya, hanya saja traveler bisa memberikan uang seikhlasnya. (IPG)