Kompleks Candi Terbesar Asia Tenggara di Muaro Jambi

Candi Muaro Jambi merupakan fotokopi dari Angkor Wat yang dulunya juga merupakan sebuah kompleks namun perlahan tenggelam oleh kemajuan peradaban.

Pulau Sumatera kaya akan peradaban masa lalu yang masih meninggalkan jejak. Salah satunya adalah situs purbakala candi Muaro Jambi yang terletak di tepi Sungai Batanghari. Situs tersebut merupakan sebuah kompleks percandian terbesar yang pernah ditemukan di Asia Tenggara, namun hanya tersisa beberapa buah candi yang letaknya tersebar dalam radius sekitar 12 kali 7 kilometer dengan luas total hampir mencapai 3981 Hektar.

Boleh dibilang kompleks candi Muaro Jambi merupakan fotokopi dari Angkor Wat yang dulunya juga merupakan sebuah kompleks namun perlahan tenggelam oleh kemajuan peradaban. Luasnya kompleks menandakan pernah ada sebuah peradaban besar di sana sebelum terlindas oleh waktu.

Tanda bahwa tempat tersebut merupakan sebuah kompleks candi adalah bentuk jejaring tapak serta tata letak candi yang teratur dan tersebar di setiap sudutnya. Ada candi utama, ada pula candi lain di sekitarnya serta bangunan penunjang lainnya. Selain itu terdapat juga semacam embung sebagai tempat penampungan air dan jejak saluran air yang sebagian masih digunakan oleh penduduk setempat.

Kompleks ini pertama kali ditemukan oleh SC Crooke, seorang prajurit Inggris yang sedang menyusun peta aliran sungai Batanghari tahun 1824. Namun baru pada tahun 1975 pemerintah serius melakukan penelitian di situs ini dan mulailah terkuak beberapa petunjuk penting mengenai kompleks candi ini.

Diperkirakan candi-candi tersebut dibangun sekitar abad ke-9-12 Masehi, pada masa kejayaan Sriwijaya. Namun belum begitu jelas siapa sebenarnya yang membangun kompleks tersebut, apakah Sriwijaya atau kerajaan lain yang dulu pernah ada di Jambi. Bagi pecinta sejarah tentu ini hal menarik untuk diteliti lebih lanjut sekaligus berwisata menikmati indahnya pemandangan candi.

Anehnya, ada beberapa peninggalan yang menunjukkan adanya hubungan erat dengan Tiongkok, seperti gong perunggu dengan tulisan Cina, uang logam Cina, dan keramik yang diduga juga berasal dari negeri Cina. Hal ini berarti kompleks tersebut sudah sangat maju dan memiliki konektivitas dengan dunia luar. Benda-benda tersebut masih tersimpan rapi bersama barang temuan lainnya di dalam gedung koleksi Candi Muaro Jambi yang terletak tak jauh dari pintu masuk.

Saat ini masih ada beberapa candi yang tersisa, sebagian berada di depan kompleks dari arah pintu masuk yaitu Candi Gumpung yang merupakan candi terbesar yang ditemukan dan masih dalam kondisi utuh. Lalu Candi Tinggi yang juga masih relatif utuh dan Candi Tinggi I yang tinggal sebagian saja di sebelah timurnya.

Kemudian di belakangnya terdapat Candi Kembar Batu yang sebagian juga tinggal separuh bentuknya. Candi lainnya atau sebagian reruntuhannya menyebar di sekitar lokasi seperti Candi Astano, Candi Sialang, Candi Kedaton, Candi Gedong, Candi Gedong II, dan Candi Mahligai. Sisanya masih berupa gundukan batu yang belum dieksplorasi atau memang sudah tinggal reruntuhan saja.

Selain itu terdapat Kolam Telagorajo yang diduga merupakan tempat penampungan air untuk menghidupi masyarakat yang tinggal di sekitar candi zaman dulu. Kemudian terdapat juga kanal kuno yang menghubungkan Sungai Batanghari dengan bagian belakang kompleks serta parit-parit atau saluran air.

Kompleks candi ini terletak sekitar 25 kilometer dari kota Jambi ke arah Tanjung Jabung. Sebaiknya menyewa kendaraan sendiri karena sulitnya angkutan umum menuju ke tempat tersebut. Setelah parkir di depan kita berjalan kaki sekitar 300 meter untuk mencapai candi Gumpung yang merupakan gerbang masuk kompleks candi Muaro Jambi.

Untuk mengelilingi kompleks candi kita bisa menyewa sepeda yang tersedia setelah pintu masuk. Kalau ingin sehat bisa juga berjalan kaki namun sebaiknya berangkat pagi hari karena cuaca sangat panas apabila sudah di atas jam 11 siang. Harga tiket masuknya sekarang 8000 Rupiah, sementara sewa sepeda sekitar 10 Ribu Rupiah saja, cukup murah dan puas seharian berkeliling kompleks. Kalau malas bersepeda bisa juga sewa becak dengan harga tak jauh dari tarif sewa sepeda.(Diaz/Kuniel)