Menanti Sunset di Jembatan Barito

Menarik pandangan mata serta menjadi background foto selfie yang instagrammable.

Jembatan berfungsi untuk menghubungkan dua titik yang terpisah oleh sungai dan jalur lainnya, seperti kereta api atau persilangan jalan. Namun jembatan tak hanya sekedar menjadi penghubung saja, ada keasyikan tersendiri yang tercipta bahkan bisa menjadi obyek wisata. Beberapa jembatan di Indonesia didesain cukup menarik untuk dipandang mata serta menjadi background foto selfie yang instagrammable.

Salah satunya adalah Jembatan Barito di dekat Banjarmasin yang menghubungkan provinsi Kalimantan Selatan dengan Kalimantan Tengah. Keunikan jembatan ini adalah bentuknya seperti jembatan gantung dengan pulau Bakut yang berada di tengah Sungai Barito sebagai salah satu titik pijaknya. Total panjangnya sendiri sekitar 1082 meter, dengan panjang jembatan utama 902 meter yang melintasi pulau Bakut sepanjang 200 meter, dan sisanya 180 meter adalah jembatan pendekat dari dua sisi sungai.

Kota Banjarmasin sendiri dikenal dengan kota seribu sungai, karena dialiri beberapa sungai besar selain Barito seperti Sungai Kuin dan Sungai Martapura. Namun, jembatan paling besar tetaplah Jembatan Barito yang memiliki fungsi strategis, karena menghubungkan dua provinsi di Kalimantan. Dahulu sebelum ada jembatan ini orang harus menyeberang naik kapal feri hingga jembatan ini selesai dibangun dan diresmikan tahun 1997 oleh Presiden Soeharto.

Sebagai penghubung, selain kendaraan pribadi dan umum jembatan ini juga dilalui truk-truk pengangkut batubara dan logistik lainnya dari pelabuhan Banjarmasin menuju Palangkaraya, karena pelabuhan di Palangkaraya terlalu kecil untuk dilalui kapal-kapal besar. Tampak dari kondisi jalan yang mudah rusak berada di sisi selatan atau kiri dari arah Banjarmasin ketimbang sisi sebelahnya, pertanda barang mengalir dari arah timur ke barat.

Saat terbaik untuk mengunjungi jembatan Barito adalah di sore hari menjelang matahari terbenam alias sunset. Kebetulan titik yang paling mudah dijangkau oleh pengunjung ada di sebelah timur yang berada di bawah jembatan. Di sini ada tersedia tempat ‘nangkring’, yang dibangun oleh pemerintah setempat di sisi utaranya dengan tarif masuk 10 Ribu per orang. Sementara di sisi selatannya ada pelabuhan kecil tempat bersandar kapal tongkang yang melayani angkutan barang penduduk setempat.

Namun pemandangan sunset yang indah justru berada di sisi selatan bagian timur jembatan tersebut. Posisi pengambilan gambarnya lebih pas ketimbang yang berada di utara jembatan karena terhalang pulau yang lebih menjorok ke atas. Sudut matahari tenggelamnya juga tepat berada di sisi selatan jembatan membentuk pemandangan yang indah.

Sayangnya warung tempat ‘nangkring’ untuk sekedar ngopi-ngopi hanya buka di hari libur saja, sementara hari kerja tutup sehingga kita tak bisa berlama-lama nangkring di sini kalau pada hari biasa. Ada warung kecil di bawah jembatan, tapi hanya sekedar warung kelontong yang menjual kebutuhan sehari-hari penduduk setempat walau jual kopi juga. Namun kurang pas nangkring di warung tersebut dan terpaksa harus dibawa kopinya ke tepian sungai sendiri.

Menanti sunset memang gampang-gampang susah. Butuh waktu beberapa kali mengunjungi jembatan ini dan baru bisa memperoleh view yang fantastis ketika lebih dari lima kali berkunjung. Cuaca harus cerah dan tidak banyak berawan, karena seringkali walaupun cuaca bagus namun awan sering menghalangi pandangan. Tak perlu harus membawa kamera DSLR, cukup dari ponsel saja sudah bisa diambil pemandangan sunsetnya, namun dengan syarat seperti di atas.

Untuk menuju ke lokasi sebaiknya memang menyewa kendaraan, bisa motor atau mobil karena jarang sekali angkutan umum yang melalui jalur tersebut. Lagipula dengan menyewa kita bebas berangkat dan pulang tanpa khawatir tidak kebagian angkutan umum. Jaraknyapun tak terlalu jauh dari pusat kota, sekitar 20 kilometer saja dengan waktu tempuh setengah hingga satu jam, tergantung kondisi lalulintas. Kadang kalau sore agak macet, karena banyak orang pulang kerja kearah Jembatan Barito tersebut, sehingga perlu diantisipasi untuk berangkat lebih awal.

Buat travelers yang sedang bertugas atau sekedar berwisata di Banjarmasin, jangan lupa untuk mampir ke Jembatan Barito. Jembatan ini merupakan salah satu ikon wisata terkenal di Kalimantan Selatan selain pasar terapung, keraton raja Suriansyah, dan pasar batu akik Martapura. Luangkan waktu sekitar 2-3 jam mulai dari berangkat hingga kembali ke pusat kota Banjarmasin di sore hari untuk menanti sunset di ujung jembatan Barito.(Diaz/Kuniel)