Menengok Kota Budaya dan Sejarah, Tainan City

Kota Tertua di Taiwan

Tainan City, Taiwan
Fort Provintia-Chihkan Tower, Photo by @mnb_skr

Kota Tainan merupakan kota tertua di Taiwan yang didiami bangsa Han dan terletak di sebelah barat daya pulau utama Taiwan.  Dahulu, Tainan adalah ibu kota Taiwan sebelum pusat pemerintahan dipindahkan dari Tainan ke Taipei.  Kota Tainan sangat menjaga kebudayaan daerahnya, tak heran wisatawan dapat menyaksikan upacara dan tradisi  lokal lain yang dilestarikan dengan baik di Tainan, yang kerap dipamerkannya.  Kota Tainan juga merupakan pusat kebudayaan tradisional di Taiwan yang masih sangat kental dengan budaya dan cara tradisional sesuai Konfusianisme.

Tainan City, Taiwan
Gerbang Confucian Temple

Pada tahun 2010, Kota Tainan dan Kabupaten Tainan bergabung menjadi minusipalitas setingkat provinsi. Penggabungan ini berdasarkan keputusan Eksekutif Yuan pada tanggal 29 Juni 2009. Tainan juga  dikenal memiliki tempat-tempat wisata sejarah yang menarik untuk dikunjungi.

Situs-Situs Pariwisata

Anping merupakan kawasan di Tainan yang pernah dinobatkan menjadi salah satu dari 10 Kota Wisata Kecil Terbaik.  Ada banyak tempat wisata di Anping yang digemari wisatawan, seperti Anping Old Street, Anping Tree House, Anping Small Fort, dan masih banyak lagi. Pantai Anping Tainan juga merupakan salah satu Pantai Tainan yang cantik yang kerap dikunjungi wisatawan.

Tainan City, Taiwan
Sepanjang Jalan Anping

Kastil Kuno Anping merupakan sebuah kastil kuno yang berada di Distrik Anping, Kota Tainan, Taiwan, Republik Tiongkok. Mempunyai nama kuno Port Orange, Fort Zeelandia, ini merupakan kastil pertama di Taiwan yang dibangun pada tahun 1624. Konon kastil ini dibangun oleh orang Belanda dengan menggunakan batu yang dibawa dari pulau Jawa. Kastil kuno ini sekarang ditetapkan sebagai situs sejarah tingkat 1 oleh Departemen Dalam Negeri Republik China.

Gedung Chihkan dulu disebut Fort Provintia.  Ini merupakan sebuah gedung kuno yang berada di Distrik Tengah-Barat, Kota Tainan, Taiwan, Republik Tiongkok. Gedung Chihkan dibangun pada tahun 1653 oleh penguasa Belanda di Taiwan setelah terjadi pemberontakan orang Han kepada Belanda. Awalnya, mereka membawa penduduk asli, Suku Pingpu lalu mendirikan benteng untuk menangkis serangan bajak laut. Pembangunan benteng ini memakai tenaga kerja paksa yang dilakukan oleh penduduk asli. Akhirnya hal tersebut menimbulkan beberapa perlawanan dari suku Pingpu. Setelah Koxinga menduduki Taiwan, barulah gedung ini dibangun dengan desain khas Tionghoa. Koxinga menjadikan Fort Provintia sebagai gudang senjata. Pada zaman Dinasti Qing, Gedung Chihkan mengalami kerusakan akibat perang.  Saat ini, Gedung Chihkan ditetapkan sebagai situs sejarah tingkat 1 oleh Departemen Dalam Negeri Republik China.

Kuil Konfusius atau disebut juga Taiwan Confucian Temple dibangun pada tahun 1665 oleh Chen Yung-hua, putra dari Koxinga. Saat itu, Taiwan menjadi pusat pendidikan dan budaya.  Ini merupakan kuil pertama yang dibangun di Taiwan.

Tainan City, Taiwan
Chigu Salt Mountain

Chigu Salt Mountain – Gunung Garam, merupakan salah satu tempat yang cukup unik, terdapat tumpukan – tumpukan garam di kawasan ini. Dulunya, gunung ini merupakan ladang garam matahari terbesar di Taiwan. Namun, seiring berjalannya waktu, garam matahari tak lagi layak sehingga pemanfaatan ladang ini berhenti beroperasi pada bulan Mei 2002.  Setelah berhenti berproduksi garam, tempat ini malah dijadikan spot wisata.  Chigu Salt Mountain memiliki ketinggian sekitar 20 meter dengan keberadaan tumpukan garam seberat 60.000 ton.  Memandang pemandangan sekitar dari atas Gunung Garam ini sungguh sangat menakjubkan.  Selain itu, di sekitar kawasan gunung juga tersedia wahana permainan untuk anak-anak. Dan uniknya, para pengunjung juga bisa menikmati eskrim asin yang hanya ada di Qigu.

Tainan City, Taiwan
Lin Mo Niang (Dewi Matsu)

Taman Lin Mo Niang merupakan taman yang dibangun sebagai penghormatan kepada perwujudan manusia, Dewi Matsu. Nama Taman Lin Mo Niang diambil dari nama sang dewi ketika masih menjadi manusia yakni Lin Mo Niang. Pada puncak tertinggi Taman Lin Mo Niang, dibangun sebuah patung gadis setinggi 16 meter. Diharapkan, perwujudan patung gadis Mo Niang ini dapat mendorong para anak muda di Tainan agar mengikuti semangat belajar Dewi Matsu ketika masih muda.

Eternal Golden Castle merupakan benteng pertahanan yang dibangun oleh tentara Taiwan pada masa itu. Saat ini, eternal Golden Castle menjadi cagar budaya dan menjadi tempat wisata populer bagi wisatawan yang datang ke Tainan.

Tainan City, Taiwan
Eternal Golden Castle

Chi Mei Museum merupakan museum karya seni yang unik dengan arsitektur bergaya Eropa. Dekorasi dan desain interior museumnya benar-benar khas Eropa. Museum yang berdiri tahun 1992 ini, menyimpan koleksi aneka biola serta beberapa karya seni lainnya yang merupakan karya seniman Eropa. Berlokasi di Wenhua Road Section 2 no. 66, Traveler dapat mengakses museum ini dengan berjalan kaki dari Stasiun Bao’an.

Tainan City, Taiwan
Chi Mei Museum

Taman Nasional Taijiang merupakan taman nasional di Tainan yang tertua, dengan luas area sekitar 14 hektar dan hidup lebih dari 800 pohon dan tanaman hijau lainnya. Sebagian wilayah ini berupa perairan yang mencakup area laut, laguna, dan rawa bakau. Bagi masyarakat Taiwan, sejarah Taijiang sangat kuat dengan keberadaan moyang mereka, yang pertama kali mendarat setelah melakukan penyeberangan berbahaya di Selat Taiwan.  Kegiatan seru yang dapat dilakukan di taman ini, Traveler dapat  menjelajahi area pesisir dengan melewati rawa bakau, atau pergi mengenal alam liar, hingga mengunjungi kuil kuno yang memiliki desain arsitekturnya sangat unik.  Taijiang National Park juga merupakan tempat bernaungnya berbagai satwa endemik yang dapat Traveler temui di seluruh area taman ini.(Niel)