Mengeksplore Wisata Jambi

Jambi adalah sebuah provinsi yang terletak di pulau Sumatra bagian timur yang berlabel sebagai provinsi paling aman di Indonesia. Tak heran, Traveler yang singgah ke tempat ini, selalu merasa nyaman, aman dan kerasan alias betah. Berbagai destinasi wisata mulai dari wisata alam, wisata budaya/sejarah, wisata kuliner bahkan keramahtamahan penduduknya yang turut juga menunjang kehadiran para wisatawan, menjadi aset besar dalam pariwisata Jambi.

Candi Muarojambi

Photo by indonesiatraveler.id

Candi Muaro Jambi adalah kompleks Candi Buddha terluas se-Asia Tenggara, yang menjadi bukti peradaban yang dibangun pada masa Kerajaan Melayu Kuno pada abad ke 7 – 14 Masehi. Candi ini memiliki luas sekitar 12 km persegi dengan panjang lebih dari 7 km serta luas nya mencapai 260 hektar. Kompleks Percandian Muaro Jambi secara total berisi 84 reruntuhan bangunan kuno yang sebagian besar masih berupa gundukan tanah dan belum digali.

Candi Muarojambi terletak di Desa Nuaro Jambi, Kecamatan Muaro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi, Indonesia, tepatnya terletak di tepi Sungai Batang Hari, sekitar 26 km arah timur Kota Jambi. Perjalanan menuju komplek Candi Muarojambi sangat menyenangkan. Dalam perjalanan ini, Traveler akan dimanjakan dengan pemandangan nan elok, seperti indahnya aliran sungai Batanghari yang merupakan sungai terpanjang di Sumatra, uniknya deretan rumah-rumah tradisional khas Melayu Jambi yang masih terjaga keasliannya, juga udara yang segar akibat rimbunnya pepohonan sepanjang jalan.

Air Terjun Sigerincing

Photo by indonesiatraveler.id

Air Terjun Sigerincing merupakan air terjun yang termasuk masih asri dengan menawarkan suasana alam yang indah. Terletak di Dusun Benteng Desa Tuo, Kabupaten Merangin, Air Terjun Segerincing mempunyai ketinggian kurang lebih sekitar 40 meter dengan lebar pancuran kurang lebih 6 meter. Pemandangan yang disuguhkan benar-benar sangat memukau hati. Memandang Air Terjun Segerincing yang menjulang tinggi lengkap dengan suara gemuruh air yang jatuh, berpadu dengan nuansa deretan rerimbunan pohon nan hijau, semakin mempercantik wajah air terjun ini.

Seringnya terjadi fenomena alam pelangi di sekitar air terjun ini, membuat banyak Traveler yang sengaja singgah kesini untuk menikmatinya. Air terjun Sigerencing memiliki aliran sungai dibawahnya, dengan air jernih dan kedalaman sekitar setengah meter yang bisa dgunakan untuk mandi dan bermain-main air. Udaranya sangat segar dan berhawa dingin karena air terjun ini berada di kaki Gunung Masurai.

Dari kota Bangko untuk mencapai lokasi air terjun ini dapat di tempuh sejauh 75 kilometer atau kurang lebih dua jam perjalanan. Traveler akan melewati jalur tanah berkerikil. Sedikit ekstrim namun masih aman jika dilalui mobil, tapi harus parkir di pemukiman warga lalu melanjutkan ke lokasi air terjun dengan berjalan kaki.

Kebun Teh Kayu Aro

Photo by indonesiatraveler.id

Pagi hari adalah waktu yang paling cocok untuk menyusuri hamparan perkebunan teh sembari menikmati kesegaran udara pagi dengan latar puncak Sumatra Gunung Kerinci. Dimana lagi tempatnya kalau bukan di Kebun Teh Kayu Aro, yang berlokasi di kaki Gunung Kerinci, tepatnya di Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci. Jaraknya 434 km dari pusat Kota Jambi dengan waktu perjalanan naik mobil selama 9 jam. Paling dekat menuju ke sana, dari Kota Sungai Penuh yang berjarak 32 km.

Perkebunan teh ini berada di ketinggian 1.600 meter dari permukaan laut/mdpl dengan luas kurang lebih 2.500 hektar. Perkebunan Teh Kayu Aro Kerinci ini merupakan perkebunan teh tertinggi kedua di dunia, setelah perkebunan teh Darjeeling Tea Plantation di Himalaya, India.

Dengan berada di ketinggian itu tak heran jika kesegaran udara pagi paling menggoda di hamparan perkebunan teh nan hijau itu. Sungguh sangat mengesankan panorama perkebunan teh ini. Untuk sampai ke Kayu Aro jarak yang ditempuh sekitar 434 kilometer atau ditempuh dengan perjalanan darat memakan waktu selama 8 jam dari Ibu Kota Provinsi Jambi, Kota Jambi, atau dari Kota Sungai Penuh yang berjarak 32 km. Selain itu, juga dapat ditempuh dari Padang, Sumatra Barat dengan jarak tempuh sekitar 5 jam perjalanan darat.

Danau Lingkat

Photo by indonesiatraveler.id

Pemandangan yang ditawarkan pada Danau Lingkat sangat memikat. Dari bibir danau Traveler dapat melihat air danau yang berwarna hijau pekat menyatu dengan panorama alam sekitar dari pegunungan berupa rimbunan pepohonan hijau dan perbukitan. Berpadu dengan suara kicau burung membuat suasana semakin asri dan menenangkan.

Danau Lingkat terletak di Desa Lempur, Kecamatan Gunung Raya, Kabupaten Kerinci. Danau ini berada pada ketinggian 1100 mdpl, dan memiliki luas kurang lebih 12 hektar. Melintasi lereng-lereng bukit yang dipenuhi pepohonan, hingga berjalan atau trekking dari Desa Lempur menjadi petualangan yang tak terlupakan bagi yang mengunjunginya. Disini masih banyak terdapat aneka flora dan fauna langka. Alunan kicauan burung dan suara primata jenis siamang yang saling sahut bersahutan akan meramaikan suasana danau ini.

Dalam menikmati Danau Lingkat, Traveler harus patuh pada larangan yang sudah turun temurun diikuti. Yaitu pantangan untuk tidak mengelilingi danau dengan perahu, namun Traveler masih bisa menikmatinya dengan cara yang berbeda yaitu dengan menggunakan rakit. Sensasi yang dirasa malah lebih memacu adrenalin, mengapung diatas permukaan air danau. Selain mengelilingi danau dengan rakit, Traveler juga bisa mengunjungi Batu Besar tempat pemandian raja diseberang danau.

Untuk mencapai lokasi danau ini, Traveler harus menempuh perjalanan dari Kota Sungai Penuh sejauh 43 kilometer, atau menghabiskan waktu sekitar 1 jam dengan mengendarai kendaraan bermotor. Kondisi jalan menuju danau masih berupa jalan tanah yang bercampur kerikil. Namun, keasrian dan keindahan danau ini dijamin akan mengikis rasa lelah sisa perjalanan tersebut.

Jembatan Pedestrian dan Menara Gentala Arasy

Photo by indonesiatraveler.id

Selain keindahan alamnya yang memukau, Jambi juga memiliki ikon wisata kota yang tak kalah menarik dan sangat instagramable. Yaitu Jembatan Pedestrian dan Menara Gentala Arasy atau yang kerap disebut Jembatan Gentala Arasy. Dua spot keren ini memang berdekatan sehingga membuatnya kerap disebut dengan satu nama saja. Jembatan ini memiliki panjang kurang lebih 540 meter yang dibangun di atas Sungai Batanghari. Pas sekali yang ingin menikmati Sungai Batanghari, juga mendapat kepuasaan dengan menikmati jembatan dan menara ini.

Jembatan ini merupakan jembatan penyeberangan untuk pejalan kaki yang diresmikan pada tahun 2015. Jembatan ini terletak tepat di depan rumah dinas Gubernur Jambi, dekat dengan mal WTC Jambi. Bentuk jembatan ini tidak lurus seperti jembatan pada umumnya, tetapi membentuk huruf ‘S’.

Dahulu, jika ingin berkunjung ke Seberang Kota Jambi, masyarakat harus menggunakan jalur darat dengan memakai motor atau mobil dengan rute yang cukup jauh, atau bisa menggunakan perahu kecil, dalam bahasa Jambi bernama ketek. Namun, sejak dibangunnya Jembatan Gentala Arasy ini, masyarakat pun bisa menikmati Seberang Jambi hanya dengan berjalan kaki melewati jembatan tersebut. Serunya saat melintasi penyebrangan ini, hembusan angin yang menyejukkan, indahnya memandang panorama Sungai Batanghari dari atas jembatan, malah banyak juga yang menjadikan jembatan ini sebagai lokasi joging, dan hampir semua yang melintasi jembatan ini selalu menyempatkan diri untuk berfoto ria. Jembatan ini hanya diperuntukkan bagi pejalan kaki saja. Karena itu, kendaraan bermotor tidak diperbolehkan naik demi kenyamanan para pejalan kaki.(Niel)