Menyusuri Keindahan Gua Pancur Kayen

Gua Pancur ini mempunyai beberapa bagian dengan ketinggian yang rendah.

Photo by Sigit Pujiantoro
Photo by Sigit Pujiantoro

Melihat keindahan alam dari atas bukit atau pantai mungkin sudah biasa. Namun, apa yang akan traveler rasakan jika melihat pesona alam dari “perut bumi”. Tempat wisata yang satu ini berada di Pati Jawa Tengah. Lebih tepatnya di Desa Jimbaran, Kecamatan Kayen, Pati, Jawa Tengah, tempat tersebut adalah Gua Pancur.

Gua Pancur ini mempunyai beberapa bagian dengan ketinggian yang rendah. Sehingga membuat traveler harus membungkuk dan merangkak untuk menyusurinya. Di bagian lainnya berbentuk lorong, sehingga hanya bisa disusur satu orang saja. Stalaktit dan stalakmit di Gua Pancur sangat indah dengan bermacam bentuk yang unik. Keunikan tersebut bisa traveler lihat ketika menginjakkan kaki di mulut gua. Terdapat kubah kecil yang menjulang ke atas. Menurut warga sekitar, cekungan itu terjadi karena air yang melewatinya sangat deras. Namun sekarang air tidak mengalir lagi di cekungan tersebut.

Photo by 3 Iin

Jika traveler menyusur lebih dalam, bebatuan dengan bentuk unik akan lebih banyak traveler temukan. Terdapat gundakan batu-batu tak mulus terlihat seperti sawah berundak atau terasering. Di setiap cekungan gundakan batu tersebut berisi air, sehingga diberi nama Batu Petak Sawah. Bukan hanya itu, di Gua Pancur terdapat stalaktit berbentuk seperti sayap burung, berwarna abu-abu, serta dialiri air. Batu tersebut diberi nama Batu Tirai atau sering disebut Batu Sayap Malaikat oleh para traveler lainnya.

Gua Pancur mempunyai sumber mata air yang hangat. Masyarakat setempat meyakini jika traveler membasuh tubuh atau mencuci muka, maka permintaan traveler akan terkabul. Di sini traveler akan melihat penghuni asli gua, yaitu koloni kelelawar. Banyak kelelawar yang menggantung di langit-langit Gua Pancur. Bagian ujung gua yang mempunyai langit-langit paling tinggi, bagian gua tergelap, serta kadar oksigen yang rendah merupakan tempat berkumpulnya kelelawar-kelelawar tersebut. Saking banyaknya kelelawar yang berkumpul, sehingga disebut sebagai Istana Kelelawar.

Photo by 3 Iin

Gua Pancur berjarak 25 km dari pusat kota dan berjarak 80 km dari Kota Semarang. Traveler bisa menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan umum untuk menuju lokasi dengan jalan yang bagus. Jika traveler dari Kota Semarang, bisa menuju ke Pati melalui Jalur Pantura. Kemudian setelah di pertigaan Kudus-Kayen, belok kanan, lalu belok kiri atau masuk ke gapura tempat wisata Gua Pancur setelah di SMA 1 Kayen. Setelah itu tinggal menuruti petunjuk yang ada di gapura tersebut. Jarak dari gapura ke Gua Pancur berjarak 3 Km.

Setelah sampai di tempat tujuan, traveler harus rela mengantre untuk menyusuri dan menikmati keindahan Gua Pancur ini. Pihak pengelola membatasi jumlah traveler yang berkunjung. Setiap rombongan hanya berjumlah 15 orang. Tujuannya supaya habitat Gua Pancur terjaga.

Photo by Pandi Bagia S

Untuk menyusuri Gua Pancur, traveler hanya merogoh kocek Rp. 20 ribu per orang. Traveler akan mendapat fasilitas berupa helm, jaket, dan pendamping profesional yang akan menemani untuk menyusuri gua. Sedangkan tiket masuknya hanya Rp 5 ribu untuk satu motor, serta Rp 8 ribu untuk satu mobil. Di sekitar Gua Pancur terdapat gazebo, taman dan tempat bermain anak-anak, bumi perkemahan, serta warung-warung yang menjulan aneka cemilan dan minuman. (AS/IPG)