Napak Tilas Lobang Jepang Bukittinggi

Memiliki 21 ruangan yang saling terhubung.

photo by Lydia

Lobang Jepang Bukittinggi merupakan salah satu objek wisata sejarah yang ada di Bukittinggi. Tepatnya terletak di Jalan Panorama, Bukit Cangang Kayu Ramang, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi, Sumatra Barat. Jaraknya tidak terlalu jauh dari Jam Gadang yang berada di pusat kota. Suka disebut Terowongan Gua Jepang, karena dibangun oleh tentara Jepang pada tahun 1942 untuk kepentingan pertahanan Jepang, atas perintah pemerintah militer Angkatan Darat Jepang. Saat itu, komandan tentara pertahanan Jepang untuk wilayah Sumatra adalah Jenderal Watanabe.

Gua atau terowongan yang dibangun untuk tempat penyimpanan makanan dan gudang persenjataan ini, memiliki panjang lebih 1.400 meter berkelok-kelok, terletak di tengah taman panorama di Ngarai Sianok di bawah Kota Bukittinggi, dengan lebar lebih 2 meter.

photo by anangjuntak

Lobang Jepang yang memiliki 21 ruangan yang saling terhubung bak labirin ini, memiliki fungsi ruang yang sangat fantastis. Seperti ruang untuk amunisi, ruang tidur, ruang pengintaian, ruang pelarian, ruang penyiksaan, ruang sidang, ruang rapat, penjara dan dapur. Semuanya terhubung satu dengan yang lain, bak labirin. Pembangunan Lobang Jepang ini konon memakan banyak jiwa, yaitu para pekerja romusya, yang saat itu banyak disiksa mati. Tak heran, masih banyak cerita-cerita mistis yang beredar meskipun saat ini penampilan Lobang Jepang sudah tidak seram, dengan banyak lampu menerangi sepanjang lorong. Namun demikian, semakin banyak wisatawan yang berdatangan penasaran, entah karena cerita mistisnya, atau juga karena keseruannya bernapak tilas masuk ke dalam Lobang Jepang Bukittinggi ini. Pintu masuk gua pun terdapat di beberapa tempat, seperti di Ngarai Sianok, di Panorama, di samping Istana Bung Hatta dan di Kebun Binatang Bukitinggi.

Lobang Jepang ini dibuka sebagai tempat wisata sejak tahun 1984. Direnovasi agar dibuat senyaman mungkin. Konon, tanah yang menjadi dinding terowongan ini adalah sejenis tanah yang ketika terkena air malah semakin kuat/kokoh. Tak heran ketika gempa terjadi pada tahun 2009 lalu, kondisi Lobang Jepang tidak terlalu terpengaruh.

Masuk ke dalam lorong Lobang Jepang menuruni sejumlah 132 anak tangga dengan tingkat kemiringan yang cukup vertikal. Dalamnya lubang diperkirakan 40 meter dari permukaan tanah. Tangga semen ini dibagi menjadi dua jalur, dibatasi dengan pagar-pagar kecil sehingga nyaman untuk dituruni. Sebagian sisi untuk area pengunjung yang masuk ke dalam terowongan, sisi satunya lagi adalah tangga keluar terowongan.

Untuk mencapai lokasi ini dari Kota Padang ke Bukittinggi, perjalanan dapat ditempuh selama lebih kurang 2 jam dengan menggunakan angkutan umum. Setelah sampai di Kota Bukittinggi, perjalanan bisa dilanjutkan dengan menggunakan angkutan kota ke lokasi Ngarai Sianok atau Lobang Jepang. Bagi anda yang mengambil akomodasi mobil pribadi, gunakan GPS jika anda ingin nyaman sampai ke lokasi ini. Jaringan internet XL Axiata yang telah terfiberisasi, membuat perjalanan anda ini lancar. XL Axiata dengan jaringan internetnya yang stabil, menjadikan wisata anda ini nyaman dan makin menyenangkan. #JaringanInternetStabil #Fiberisasi (IPG)