Nikmatnya Menyantap Lontong Orari Banjarmasin

Rumah makan ini berdiri sejak tahun 1983 dan hingga kini masih menjadi tujuan kuliner favorit di Banjarmasin.

Banjarmasin dikenal dengan kota seribu sungainya karena beberapa aliran sungai seperti sungai Kuin dan sungai Martapura yang bermuara di sungai Barito melewati kota tersebut. Selain jembatan Barito dan pasar terapung yang terkenal, Banjarmasin juga punya kuliner khas yang tidak ada di tempat lain, apalagi kalau bukan lontong Orari.

Rumah makannya terletak di jalan Simpang Sungai Mesa, tak jauh dari Merlionnya Banjarmasin di tepi sungai Kuin. Dinamai Lontong Orari karena tepat disebelahnya dulu adalah kantor Orari dan menjadi tempat nongkrong anak-anak muda yang suka ngebreak pada zaman itu. Rumah makan ini berdiri sejak tahun 1983 dan hingga kini masih menjadi tujuan kuliner favorit di Banjarmasin.

Walau sama-sama berupa lontong bersantan seperti lontong sayur Betawi atau lontong kari, namun ada yang berbeda dari bentuk lontong pada umumnya yang berbentuk pipa dibungkus daun. Lontong Orari bentuknya segitiga dengan ukuran cukup besar. Seolah tampak kurang kalau hanya makan satu atau dua lontong, tapi kalau sudah disantap, malah jadi terasa kekenyangan saking besarnya ukuran lontong.

Santannya agak mirip lontong sayur Betawi, agak kental dan rasanya gurih campur manis dengan bumbu habang yang berwarna merah dan sayur nangka seperti ketupat Padang. Untuk lauk specialnya ada ikan Haruan, sejenis ikan gabus yang hidup dalam air tawar di sungai-sungai di Kalimantan. Kita bisa memilih bagian kepala atau ekornya, mana yang lebih disukai.

Namun bagi yang tidak suka ikan juga ada ayam dan telur rebus. Rasanya jangan ditanya lagi, campuran gurih asin manis, dijamin nikmat abis dan cukup mengenyangkan. Cocok buat makan siang atau makan malam setelah seharian bekerja. Jangan khawatir karena rumah makan ini buka hingga dini hari, jadi bagi yang lapar malam-malam dan tidak ada warung yang buka bisa mampir ke sini.

Ada rasa tentu ada harga, artinya memang tidak murah namun juga tidak terlalu mahal bila dibanding dengan rasa dan kenyangnya. Porsi lengkap yang terdiri dari dua lontong, potongan ikan dan telur harganya sekitar 52 Ribu Rupiah dan itu harga yang paling mahal. Kalau porsinya terlalu banyak bisa pesan setengah porsi, atau lauknya hanya satu macam saja, bisa ikan atau ayam atau telur.

Bagi yang merasa kurang kenyang makan lontong, ada menu nasi kuning khas Banjar. Bedanya kuahnya ditaburkan di atas lauk dan nasinya tetap kering sehingga cocok buat yang sedang diet santan. Lauknya juga sama, tinggal pilih mau ikan, ayam, telur, atau komplit tergantung kemampuan lambung mencernanya. Nasinya memang agak pera karena beras Kalimantan rata-rata seperti itu, namun tidak mengurangi nikmat serta gurihnya bumbu kuning yang terserap dalam nasinya.

So, bagi para travelers yang sedang berada di Banjarmasin, jangan lupa mampir ke rumah makan ini. Dijamin puas saking nikmatnya rasa masakan khas Banjar yang diolah menjadi lontong sayur plus ikan atau ayam. Lokasinya berada di pusat kota namun agak masuk ke dalam perkampungan jadi tidak terlalu ramai suasananya.(Diaz/Kuniel)