Pesona Danau Kembar di Solok

Sumatera Barat masih banyak menyimpan keindahan alam lainnya yang belum terlalu dikenal masyarakat banyak luas. Salah satunya adalah danau kembar yang berada di Kabupaten Solok yaitu Danau Diatas dan Danau Dibawah.

Sumatera Barat terkenal karena keindahan alamnya. Ada Danau Maninjau, Kelok 44, Kelok 9, Danau Singkarak, Ngarai Sianok yang semuanya itu sudah sangat terkenal. Namun demikian, Sumatera Barat masih banyak menyimpan keindahan alam lainnya yang belum terlalu dikenal masyarakat banyak luas. Salah satunya adalah danau kembar yang berada di Kabupaten Solok yaitu Danau Diatas dan Danau Dibawah.

Danau ini terletak sekitar 60 kilometer dari kota Padang ke arah Solok. Sebelum memasuki kota Solok, tepatnya di pertigaan Gunung Talang, kita belok ke kanan untuk menuju ke dua danau tersebut. Dari pertigaan masih sekitar 25 kilometer lagi untuk mencapai titik tengah di antara kedua danau tersebut.

Kedua danau ini berada di ketinggian sekitar 1400-1500 meter, jadi suhunya cukup sejuk di siang hari walau cuaca panas. Kopi panaspun cepat dingin bila tak segera diminum karena kelembabannya juga cukup tinggi dan sering turun hujan di daerah tersebut. Danau itu sendiri berada di lembah Gunung Talang yang memiliki ketinggian sekitar 2500 meter.

Uniknya wisata alam ini dibanding yang lain adalah letaknya yang saling berdekatan satu sama lain. Jarak antar kedua danau tersebut tak lebih dari 3 kilometer dibelah oleh jalan poros menuju Muara Labuh, Kabupaten Solok Selatan. Nama Danau Diatas atau Danau Diateh, menurut dialek Minang, diberikan karena posisinya lebih tinggi dari Danau Dibawah. Walaupun letaknya berdekatan, ternyata antara kedua danau tersebut tidak tersambung sama sekali oleh sungai atau saluran lainnya karena dibatasi oleh bukit di antara kedua danau tersebut.

Keanehan lainnya Danau Diatas yang relatif dangkal dan merupakan hulu dari Sungai Batanghari, dapat dengan mudah diakses dari jalan raya, bahkan bisa keliling danau dengan menggunakan kapal kecil kapasitas 15-20 orang. Sementara Danau Dibawah yang lebih dalam ditengarai seperti Danau Toba yaitu merupakan bekas kawah kaldera sehingga amat jarang penduduk setempat yang berani berlayar di permukaannya. Danau Dibawah juga sulit diakses oleh kendaraan sehingga kita harus berjalan kaki ke bawah untuk mencapainya.

Untuk melihat kedua danau tersebut secara bersamaan, kita bisa ‘nangkring’ di sebuah warung makan yang terletak di tengah bukit antara kedua danau tersebut yang dinamai Panorama Danau Kembar. Namun sangat sulit untuk mengambil foto keduanya sekaligus walau dengan mode panorama karena terhalang oleh pepohonan dan bangunan yang ada di antara keduanya. Paling mungkin menggunakan drone untuk memotret dari ketinggian.

Nah, view di sini sangat bagus karena selain terhampar pemandangan danau juga indahnya perbukitan yang masih hijau dan belum banyak terjamah oleh bangunan. Alamnya masih sangat asri serta udaranya bersih dan segar. Dijamin bakal betah berlama-lama ‘nangkring’ di beberapa saung yang dibangun di atas taman di depan warung kopi. Suasananya juga tak terlalu ramai seperti Danau Singkarak sehingga kita bisa bergerak bebas leluasa tanpa terganggu oleh wisatawan lain.

Untuk bisa berada di tempat ini, bisa menggunakan angkutan umum elf dari Padang atau Solok dengan jurusan ke arah Muara Labuh untuk mencapai danau, atau naik angkutan sampai pertigaan Gunung Talang lalu disambung angkudes atau ojek. Namun karena jarang, sebaiknya memang lebih leluasa membawa kendaraan sendiri atau menyewa kendaraan dari Padang seharian. Ada beberapa penginapan seperti villa namun sebagian besar masih konvensional alias harus go show untuk memperoleh tempat menginap.

Sayangnya pemerintah daerah masih harus lebih serius lagi mengelola danau ini. Tidak ada pengutipan tarif resmi, hanya ada pos kecil dekat warung kopi yang mengutip 5000 Rupiah per orang, yang dikelola oleh aparat desa setempat. Benar-benar masih alami dan dikelola sendiri oleh warga setempat. Jalan menuju danau juga kurang mulus, ada beberapa titik yang rusak dan berlubang. Bahkan untuk menuju Danau Dibawah saja hanya ada jalan setapak milik warga setempat. (Diaz/Kuniel)

Foto : by Diaz