Pesona Dayeuh Manggung, Kebun Teh dan Peninggalan Belanda di Garut

Ada Kampung Amsterdam Sejak Tahun 1913

Kebun Teh Dayeuh Manggung
Pesonanya Sellau Menjanjikan Ketenangan, Photo by @anise.29

Destinasi wisata alam selalu menjanjikan ketenangan bagi siapapun yang membutuhkannya. Jika datang mengunjungi Garut dan ingin merasakan sensasi wisata alam yang berbeda, datang ke Perkebunan Teh Dayeuh Manggung merupakan pilihan yang tepat.  Dayeuh Manggung, merupakan kawasan perkebunan teh peninggalan Belanda. Di tempat ini terdapat balai pohon dan balai yang menyerupai perahu yang menjadi spot foto favorit bagi traveler. Selain itu, ada juga spot foto lainnya, yaitu talang air peninggalan Belanda. Talang air atau jembatan saluran irigasi air ini memiliki panjang 200 meter dan masih berfungsi. Masing-masing dibagi menjadi beberapa blok, di antaranya Blok Tarang memiliki luas 7,17 hektar, dan di Blok BTR Meong 8,68 hektar.

Kebuh Teh Dayeuh Manggung
Camping, Kegiatan yang Banyak Diminati, Photo by @triamou

Dayeuh Manggung sendiri memiliki luas area 1.500 hektar. Sejak tahun 2014, disini dibudidayakan tanaman jeruk seluas 15,85 hektar pada kawasan Afdeling tengah. Tanaman jeruk yang ada, dibedakan ke dalam beberapa jenis.   Mulai dari jeruk Kepok Garut dengan jumlah 3.365 pohon, Kepok Batu sejumlah 1.950 pohon, Kepok Madura ada 1.500 pohon serta Kepok Trigas yang tumbuh dengan 1.800 pohon.

Uniknya lagi, Dayeuh Manggung kini telah menggalakkan potensi eko wisata, yang di antaranya mewujudkan keasrian Kampung “My Darling”. Kampung ini dicetuskan oleh warga setempat pada awal tahun 2017 dan mengusung “Azas Manfaat”.  Dimana azas ini mencakup cara memanfaatkan limbah-limbah rumah tangga yang digunakan untuk hiasan mempercantik hunian.  Yah, kreatifitas ini sangat mendukung keindahan alam sekitar.  Terbukti dengan keunikan dari kampung tersebut yang menampilkan dinding-dinding rumah yang kebanyakan terbuat dari kayu dengan lukisan mural tiga dimensi.

Kebun Teh Dayeuh Mangun
Panoramanya asri serta udaranya yang sejuk, Photo by @dre_andry

Daya tarik Dayeuh Manggung ini, selain keindahan kebun teh dengan panorama Gunung Cikuray, di dalam kawasan ini juga terdapat Kampung Amsterdam yang sudah ada sejak tahun 1913.  Disini terdapat agrowisata taman buah-buahan, seperti lengkeng, alpukat, serta biji kopi, juga kegiatan tracking, dan camping ground.

Perkebunan Teh Dayeuh Manggung berada di Desa Dayeuh Manggung, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Fasilitas yang ada di sini juga cukup memadai, mulai dari tersedianya area parkir kendaraan, toilet, dan mushola. Tiket masuknya pun sangat terjangkau, yaitu hanya membayar Rp 5.000 per orang. Dengan tidak adanya warung-warung yang menjual makanan dan minuman, Traveler disarankan untuk membawa bekal sendiri. Dan jangan lupa  sampah makanan dan minumannya jangan dibuang sembarangan!

Kebun Teh Dayeuh Manggung
Kampung Yang Memanfaatakan Limbah Rumah Tangga, Photo by @lustianny97

Rute untuk mencapai lokasi ini dapat di tempuh sekitar 45 menit dengan menggunakan kendaraan pribadi. Bagi Traveler yang menggunakan angkutan umum, dapat memilih naik angkutan umum dengan jurusan Garut-Cilawu dan berhenti di jalan masuk Dayeuh Manggung. Ongkosnya cukup murah, hanya Rp 5.000.-  Dari jalan masuk Dayeuh Manggung, lanjutkan dengan ojek motor yang siap sedia di pangkalan. Dengan membayar Rp 10.000, Traveler sampaia ditempat yang diinginkan yaitu di  Perkebunan Teh Dayeuh Manggung!(Nay/Niel)