Pesona Sanghyang Heleut, di Barat Kota Bandung

Wisata curug dan danaunya yang kental akan mitos.

Nama Sanghyang Heleut memang masih belum familiar buat para traveler. Padahal, daerah perbatasan antara Bandung Barat dengan Cianjur ini memiliki banyak potensi alamnya yang indah, terutama wisata curug dan danaunya yang kental akan mitos, salah satunya yaitu Sanghyang Heleut ini.

Berdasarkan mitos yang berkembang dimasyarakat, asal muasal danau kecil yang dikelilingi bukit ini merupakan tempat mandi para bidadari yang turun dari kahyangan. Nama Sanghyang memiliki arti tempat suci, sedangkan Heleut berarti selang antar dua waktu. Jika diartikan secara utuh, Sanghyang Heleut adalah sebuah tempat suci yang dikunjungi oleh para bidadari yang memiliki dua dunia berbeda.

Dibutuhkan waktu kurang lebih 1,5 jam dengan berjalan kaki dari pos retribusi tiket. Jalur yang dilalui pun cukup menguras tenaga. Setelah menaiki anak tangga kecil, traveler akan mulai masuk ke jalur jalan setapak dengan pemandangan pepohonan besar. Melewati jembatan kayu, mengarungi danau dengan berpijakan pada batu-batu besar. Yah, sepanjang jalan ini selalu berupa batu-batuan. Trek dengan batu-batu besar ini sebenarnya lebih melelahkan, walaupun sebenarnya jalur ini terhitung lebih banyak ‘bonus’ dan landai. Setelah melewati jalur bebatuan yang lumayan lama, itu tandanya keberadaan Sanghyang Heleut sudah semakin dekat. Terlebih jika traveler sudah mulai melihat bongkahan batu-batu yang semakin besar di sekitar hutan.

Hal pertama yang akan membuat traveler takjub ketika tiba di Sanghyang Heleut, selain banyak bebatuan besar putih, warna air danau hijau tosca ini pun menjadi keunikan pribadi dari lokasi ini. Sanghyang Heleut ini memang tidak terlalu luas, namun jangan remehkan soal keindahan setiap sudutnya. Traveler bisa mengelilingi lokasi dengan naik dari satu batu ke batu lainnya, dan beberapa tangga kayu kecil. Sangat menyenangkan! Disini pun bisa bebas berenang. Selain itu traveler juga bisa menyewa ban dan pelampung dengan harga Rp20.000/orang yang digunakan untuk meloncat bebas dari batu-batu tinggi tersebut. Ada 3 batu yang dijadikan spot melompat, mulai dari ketinggian 3,5 hingga 8 meter.

Setelah selesai bermain air di Sanghyang Heleut dan beranjak pulang, jangan lupa untuk melimpir ke Goa Sanghyang Poek. Lokasi ini masih satu jalur pulang menuju loket tiket awal. Dengan papan petunjuk yang berada disebelah kiri, tepatnya sebelum turunan yang berdekatan dengan warung kecil, Traveler akan menemui Goa Poek. Hanya dibutuhkan aktu sekitar 10 menit, dan traveler tidak akan dikenakan biaya masuk lagi ke Goa Poek ini. Sama dengan Sanghyang Heleut, wisata goa kecil yang dikelilingi aliran danau ini pun belum terlalu dikenal dikalangan pelancong. Walaupun tidak terlalu luas, lokasi ini lumayan enak untuk dijadikan istirahat sejenak dengan panorama alam yang masih alami.

Tidak sulit untuk mencapai lokasi ke Sanghyang Heleut ini. Dari yang posisi dari Kota Bandung, bisa mengarahkan kendaraannya menuju daerah Cimahi-Padalarang-Cipatat-Rajamandala. Sedangkan dari luar kota Bandung, bisa mengambil arah Tol Padalarang untuk menuju ke sana. Dibutuhkan waktu sekitar 1,5-2 jam perjalanan. Patokan utama dari lokasi ini yaitu PLTA Saguling, karena Sanghyang Heleut berada di satu kawasan PLTA.

Sampai di kawasan PLTA Saguling, akan terlihat papan petunjuk kecil di pertigaan jalan menuju lokasi parkir Sanghyang Heleut. Kondisi jalan menuju lokasipun terbilang cukup baik dengan aspal dan sedikit jalan berbatu. Sedangkan untuk tiket masuk resmi, traveler dikenai biaya Rp20.000/orang. (DT)