Pulau Satonda, Menyimpan Sejuta Keajaiban

Pulau Unik yang Mempesona

Pulau Satonda
Keindahan Pulau Satonda yang memikat hati

Di sekitar antara Pulau Lombok dan Sumbawa, banyak terdapat pulau-pulau kecil nan indah.  Salah satunya Pulau Satonda, yang merupakan sebuah daratan yang terbentuk dari letusan gunung api yang berada di dasar laut pada jutaan tahun yang lalu.  Tak heran pulau ini pun disebut Pulau Vulkanis Satonda, yang terletak di Laut Flores, 3 kilometer dari Semenanjung Sanggar yang tampil mempesona dengan keindahan alamnya.  Keindahan pulau ini juga dapat dinikmati melalui puncak Gunung Tambora, yang letaknya kira-kira 30 kilometer.

Secara Administratif, Pulau Satonda berada di Desa Nangamiro, Kecamatan Tambora, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB).  Keindahan dan keunikan Pulau Satonda sudah terkenal ke mancanegara, tak heran banyak wisatawan mancanegara yang menjadikannya semacam pulau singgah saat menyambangi Taman Nasional Komodo dari Bali atau Lombok. Daya tarik utama Pulau Satonda adalah adanya danau air asin yang hanya berjarak 200 meter dari tepi pantai.  Karena itu, pulau ini juga disebut-sebut pulau yang memiliki rasa asin, lebih asin dari air laut. Padahal, jalur atau celah yang menghubungi laut sama sekali tak tampak pada danau ini. Dan yang lebih membuat takjub, pergerakan pasang surut air laut  juga berpengaruh pada riak air dalam Danau Satonda.  Merupakan suatu fenomena alam yang menakjubkan.

Pulau Satonda
Danau Air Asin yang menakjubkan

Danau Satonda terjadi karena fenomena alam yang langka.  Air asin di danau ini benar-benar memiliki tingkat kebasahan (alkalinitas) yang sangat tinggi, lebih tinggi dibandingkan dengan air laut pada umumnya.  Menurut beberapa sumber mengatakan bahwa Danau ini terbentuk dari letusan Gunung Satonda yang terjadi ribuan tahun yang lalu.  Dan pada awalnya air di danau ini adalah air tawar, lalu akibat letusan Gunung Tambora yang mengakibatkan tsunami, membawa air laut dan danau ini sehingga mengubah air tawar yang akhirnya menjadi asin.  Volume air laut yang besar dan terperangkap ke dalam danau mengubah Danau Satonda menjadi danau air asin.

Dalam Danau Satonda, ada satu makhluk hidup bernama Stromatolit.  Merupakan hasil simbiosis ganggang bersel satu dengan sedimentasi vulkanik Pulau Satonda. Stromatolit adalah mahluk  purba pertama yang menghasilkan oksigen yang paling banyak. Menurut para ahli, makhluk ini telah berusia sekitar 4.000 tahun. Stromatolit ini hidup di seluruh danau air asin Pulau Satonda dan telah menjadi aset sejarah yang perlu dijaga di tanah Dompu. Untuk itu, bagi traveler yang berkunjung kesini dan ingin menikmati air Danau Satonda, sebaiknya harus berhati-hati agar tidak menginjak atau merusak Stromatolit ini.  Atau lebih amannya, Traveler tidak masuk ke dalam air danau agar tidak ada resiko menginjak atau merusak Stromatolit yang dikatakan telah hidup sejak pada zaman Paleozoikum.

Pulau Satonda
Jarak laut ke danau sangat dekat

Banyaknya Stromatolit ditemukan disini, maka para ahli berpendapat bahwa Danau Satonda mirip dengan kondisi laut saat zaman purba. Stromatolit, selain ditemukan di Danau Satonda ini, juga ada di Amerika Serikat, dua di Eropa dan satunya lagi Australia Barat.  Di dunia hanya ada 5 tempat.  Dan Pulau Satonda pun ditetapkan sebagai Taman Wisata Alam Laut oleh Menteri Kehutanan dan Perkebunan pada tahun 1999 karena pesonanya yang langka.

Ada satu keunikan lagi yang terjadi di danau ini.  Tepatnya di pinggir danau terdapat beberapa pohon Kalibuda. Pohon ini dipercaya bisa mengabulkan permintaan dengan cara menggantungkan benda apapun di pohon itu. Kebanyakan batu-batu yang diikat dengan tali dan digantung pada ranting-ranting pohon itu.  Masyarakat setempat bilangnya, ini adalah pohon harapan. Jadi, jangan heran kalau berkunjung kesini akan menjumpai pohon-pohon yang banyak digantungi aneka benad seperti bungkus rokok, sepatu dan batu-batu.

Pulau Satonda memang pulau unik dan mempesona. Terbentuk akibat letusan gunung purba Satonda dan meninggalkan jejak pulau seluas 6 kilometer persegi dan membentuk danau seluas 4 kilometer persegi. Dengan kondisi secara topografi, Pulau Satonda di luar wilayah danau memiliki banyak bukit-bukit, dengan ketinggian yang bervariasi antara 300 – 350 mdpl. Sementara bagian tengah merupakan dataran rendah dengan bentuk topografi relatif datar atau berupa cekungan, seperti danau kawah vulkanik ini.  Kawasan ini pun memiliki potensi wisata yang cukup tinggi terutama mengeksplore keindahan bawah lautnya.  Disana terdapat beraneka ragam terumbu karang dan ikan hias yang memukau dan menjadi daya tarik bagi para penyelam.

Pulau Satonda
Hamparan pasir putihnya yang memukau

Bagi Traveler yang ingin menyambangi Pulau Satonda, dapat melalui beberapa jalur alternatif, salah satunya dapat memilih perjalanan melalui Sumbawa Besar ke Desa Nangamiro, dengan jarak tempuh sekitar 8 jam, atau dari Dompu dengan waktu tempuh sekitar 5 jam. Setelah sampai di pelabuhan Nangamiro, Traveler kembali melanjutkan perjalanan dengan menggunakan perahu ke Pulau Satonda dengan jarak perjalanan sekitar 1 jam. Selain itu, alternatif lainnya yang juga sering dipakai adalah dengan paket perjalanan Sail Komodo dari Bali atau Lombok menuju Flores.

Saat tiba di pulau Satonda, Traveler akan disambut dengan hamparan pasir putih yang indah yang berdampingan dengan jernihnya air laut, dipadukan oleh hijaunya dedaunan yang hidup dengan suburnya di dekat pantai. Di pantai ini, Traveler dapat melakukan kegiatan snorkeling atau diving untuk menikmati keindahan bawah laut, atau sekedar berenang di laut.  Di dasar laut itu Traveler akan menemui beragam jenis karang, seperti Labophyton sp, Nephtea sp, dan Lemnalia sp, juga beberapa binatang laut lain, seperti penyu sisik dan aneka ikan hias.   Yang pasti, tahan keinginan untuk berenang di Danau Satonda yah!(Niel)