Rafflesia, Bunga Langka Ikonik Bengkulu

Bunga Paling Besar di Dunia

Rafflesia, Bunga Langka Ikonik Bengkulu
Bunga Langka Ikonik Bengkulu

Karena jenis bunga satu ini masuk dalam tumbuhan langka dengan bentuk yang unik, serta mengeluarkan bau menyengat yang luar biasa, tak heran kehadiran bunga ini dapat mengundang wisatawan untuk datang berkunjung dan penasaran ingin melihat lebih dekat.  Yah, bunga ini menjadi salah satu spot wisata yang banyak mengundang tidak saja wisatawan lokal namun mancanegara.  Inilah bunga Rafflesia!  Dan saat ini ada 31 jenis Rafflesia yang ada di seluruh dunia, 15 diantaranya berada di Indonesia dan 11 jenis berada di Sumatera. Hampir separuh jenis Rafflesia di dunia berada di hutan-hutan wilayah Sumatera ini.

Bunga Rafflesia adalah tumbuhan parasit obligat, yaitu tumbuhan yang sepenuhnya menggantungkan sumber energi pada tumbuhan inang.  Melangsungkan kehidupannya dengan menyerap saripati makanan tumbuhan lain.  Rafflesia hidup merambat di jaringan, selain itu, tanaman ini tidak memiliki daun sehingga tidak ada proses fotosintesis dalam pertumbuhannya, juga tidak memiliki akar dan batang.  Satu-satunya bagian yang bisa dianggap tumbuhan hanya bagian bunga.

Rafflesia, Bunga Langka Ikonik Bengkulu
Tumbuhan Parasit Obligat, Menyetrap Makanan Tumbuhan Lain

Tumbuhan Rafflesia tersebar di beberapa negara tropis, seperti di Malaysia, Filipina dan Indonesia.  Di Indonesia, Rafflesia dapat ditemukan di Bengkulu, tepatnya di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat.  Begitu banyak jenis raflesia tumbuh namun yang paling terkenal adalah jenis Rafflesia Arnoldii.  Jenis ini termasuk salah satu tumbuhan endemik dengan ukuran raksasa. Disebut juga  padma raksasa,  bunga ini merupakan salah satu puspa langka berukuran besar, yang ukurannya bisa mencapai diameter sekitar satu meter dengan berat 11 kilogram.  Tak heran, bunga ini pun kerap disebut sebagai bunga paling besar di dunia tumbuhan.

Rafflesia Arnoldii memiliki ciri khas berupa kelopak daun berwarna merah, dimana terdapat lubang di tengahnya yang mengeluarkan bau busuk.  Kelopaknya terdiri dari lima daun mahkota yang mengelilingi bagian yang terlihat seperti mulut gentong.  Ada bagian dasarnya terdapat bagian seperti piringan berduri, yang berisi benang sari atau putik, tergantung apakah ini bunga berjenis kelamin jantan atau betina. Hewan penyerbuknya adalah lalat yang tertarik dengan bau busuk yang dikeluarkan Bunga Rafflesia arnoldii.   Usia mekar bunga Rafflesia Arnoldii hanya berumur sekitar satu minggu, setelah itu bunga ini akan layu dan mati.

Rafflesia, Bunga Langka Ikonik Bengkulu
Tanaman Langka Jadi Spot Wisata

Untuk tumbuh, bunga Rafflesia Arnoldii menghisap unsur anorganik dan organik dari tanaman inang Tetrastigma.  Awal mulai bunga ini ditemukan yaitu pada tahun 1818 oleh Thomas Stamford Raffles bersama peneliti ilmuwan Joseph Arnold.  Karena ditemukan berdua, makanya nama bunga ini gabungan dari mereka berdua, yaitu Rafflesia Arnoldii.

Namun, penemu sesungguhnya bunga Rafflesia adalah adalah seorang ahli bedah dan peneliti asal Perancis bernama Louis Auguste Deschamps.  Deschamps telah lebih dulu menjelajahi dan meneliti flora di Hindia Belanda pada 1791-1794, dan menemukan jenis Rafflesia Patma.  Sayangnya, pada tahun 1803, semua catatan, ilustrasi dan spesimen dari penelitannya ini disita dan dijadikan rampasan perang.  Dunia baru mengetahuinya bahwa penemu bunga Rafflesia pertama kali adalah Deshamps, pada tahun 1954.  Sementara itu, Thomas Stamford Raffles menemukan bunga Rafflesia jenis lain yaitu jenis Rafflesia Arnoldii di Bengkulu. Karena hal tersebutlah Bengkulu disebut sebagai Bumi Rafflesia.

Di Bengkulu sendiri, ada beberapa jenis bungan Rafflesia selain Rafflesia Arnoldii, seperti Rafflesia Gadutensis Meijer, Rafflesia Bengkulunensis dan Rafflesia Hasselti Suringar.  Ke empat jenis bunga Rafflesia ini dibedakan berdaserkan ukuran, warna dan terdapat bercak yang berbeda pada kelopak bunga.

Rafflesia, Bunga Langka Ikonik Bengkulu
Dari Dalam Lobang di Tengah, Bau Busuk Keluar

Yang perlu diperhatikan adalah, ada jenis bunga lain yang kerap disamakan dengan bunga Rafflesia ini.  Yah, orang seringkali terkecoh dengan kehadiran bunga Bangkai dan disamakan dengan bunga Rafflesia.  Padahal ini dua jenis bunga yang sangat berbeda. Bunga Bangkai dan Rafflesia merupakan spesies yang berbeda, meskipun keduanya sama-sama memiliki aroma busuk. Bunga Bangkai atau sebutannya Amorphophallus titanium memiliki morfologi yang jauh berbeda dan bunganya lebih tinggi, memiliki daun dan akar sejati, bahkan memiliki umbi akar dan masih satu famili dengan suwek.  Namun, kedua bunga ini memang sama-sama memiliki aroma busuk, dimana aroma ini keluar bertujuan untuk menarik serangga seperti lalat untuk membantu melakukan penyerbukan.

Bunga Raffelsia merupakan bunga langka yang tumbuh di hutan lindung Bengkulu.  Hal ini menjadi salah satu destinasi wisata andalan Bengkulu.  Tercatat, jenis bunga langka ini dijaga kelestariannya, hidup alami di hutan-hutan lindung di Bengkulu dan bisa dinikmati hingga saat ini.  Flora ini pun menjadi ikon Provinsi Bengkulu!(Niel)