Selamat Ulang Tahun Ibukota Negaraku, Jakarta…

Perjalanan Yang Panjang Untuk Mendapatkan Nama 'Jakarta'

Selamat Ulang Tahun Ibukota Negaraku, Jakarta...
Bundaran HI, salah satu maskot Jakarta

“Selamat Ulang Tahun yang ke 494 Ibukota Negaraku, Jakarta…!!” Yah, tanggal 22 Juni merupakan hari lahir kota Jakarta, Ibukota Negara Indonesia.  Melihat Jakarta yang saat ini makin begitu megah, begitu mewah, begitu indah,…banyak spot-spot yang instagramable yang seru dan mengasyikkan, yang menjadikan wajah ibukota ini semakin milenial.  So, siapa bilang Jakarta hanya dikenal macetnya saja?

Ternyata, nama Kota Jakarta mengalami perubahan nama berkali-kali.  Setiap kali berganti nama, ada terselip sejarah yang sangat mengesankan.  Apa saja?  Yuuk kita kulik sejarah kota tercinta ini!

Sejarah Jakarta

Sebelum kota metropolitan ini bernama Jakarta, sederet nama sempat disandangnya.  Dahulu, sekitar 500 tahun yang lalu tepatnya pada abad ke-14, Jakarta merupakan sebuah bandar kecil yang berada di muara Sungai Ciliwung.  Kota bandar ini lama kelamaan berkembang pesat dan akhirnya menjadi pusat perdagangan.  Kota bandar ini bernama Sunda Kelapa, yang saat itu dikenal sebagai pelabuhan Kerajaan Padjajaran.

Selamat Ulang Tahun Ibukota Negaraku, Jakarta...
Monas, Ikonik yang fenomenal di Jakarta

Pada tahun 1527, untuk mencegah Portugis yang berniat ingin memiliki kekuatan di Jawa, Kerajaan Demak mengirim Fatahillah untuk menyerang Sunda Kelapa.  Dan saat itu, Demak berhasil mengambil wilayah Sunda Kelapa dan merubah namanya menjadi Jayakarta.  Nama Sunda Kelapa dapat bertahan mulai tahun 397 hingga 1527.  Orang-orang barat yang singgah ke kawasan ini menyebut Jayakarta dengan nama ‘Jacatra’.  Sebutan itu pun berlangsung hingga tahun 1619.

Namun, sejak tahun 1619, ketika Jan Pieterszoon Coen dengan membawa 1.000 pasukan menyerang Kerajaan Banten dan menghancurkan Jayakarta, akhirnya kota ini dikuasai Belanda.  Nama Jayakarta pun diganti menjadi Batavia.  Hal ini tertuang dalam kesepatan De Heeren Zeventien (Dewan 17) dari VOC (Vereenigde Oost Indische Compagnie) pada 4 Maret 1621.

Selamat Ulang Tahun Ibukota Negaraku, Jakarta...
Jakarta yang Kekinian, kawasan SCBD

Kota Batavia makin tumbuh pesat.  Banyak bangunan-bangunan yang didesain dengan gaya Belanda-Eropa, lengkap dengan benteng seperti Kasteel Batavia, dinding kota, dan kanal-kanal. Dan pada tahun 1650, Batavia yang menjelma menjadi kota cantik ini, menjadi ibukota dari VOC di daerah East Indies.  Semakin lama wilayah Kota Batavia semakin melebar, dan mulai merambah ke kawasan Weltevreden, yang saat ini adalah Lapangan Merdeka.

Cikal Bakal Nama ‘Jakarta’

Selama tiga abad lebih, kota ini menyandang nama Batavia. Yaitu dari tahun 1619 (ada sumber lain mengatakan dimulai tahun 1621) hingga tahun 1942. Begitu Jepang mulai menjajah di Indonesia, tepatnya pada tahun 1942,  Jepang dengan sengaja mengganti nama Batavia menjadi Jakarta Toko Betsu Shi.

Selamat Ulang Tahun Ibukota Negaraku, Jakarta...
Sisa-Sisa Bangunan Peninggalan zaman Batavia, Photo by @kotatuajakartaDotID

Kemudian pada September 1945 setelah Indonesia berhasil memproklamirkan kemerdekaannya, nama Jakarta Toko Betsu Shi diganti menjadi Pemerintah Nasional Kota Jakarta.  Namun, ketika sekutu datang ke Indonesia, di bawah pemerintahan NICA, nama tersebut kembali berganti nama menjadi Stad Gemeente Batavia pada tanggal 20 Februari 1950.  Nama Stad Gemeente Batavia tidak bertahan lama, hanya satu bulan.  Lalu nama kota ini kembali  berganti menjadi Praja Jakarta.

Akhirnya pada tanggal 22 Juni 1956, saat itu ‘Jakarta’ dibawah kepemimpinan era Walikota Jakarta Sudiro (1953-1960), pemberian nama Jakarta kembali dikukuhkan.  Saat itu posisi Jakarta masih merupakan bagian dari Provinsi Jawa Barat. Lalu pada tahun 1959, kepemimpinan Jakarta berubah dari yang tadinya berstatus kota praja di bawah wali kota, diganti dan ditingkatkan menjadi Daerah Tingkat Satu yang dipimpin oleh gubernur. Saat itu yang menjadi gubernur pertama adalah Soemarno Sosroatmodjo.

Selamat Ulang Tahun Ibukota Negaraku, Jakarta...
Wisata Kota Tua, Sejarah Yang Masih Terjaga

Tidak berapa lama kemudian, yaitu pada tahun 1961, status Jakarta kembali ditingkatkan  dari Daerah Tingkat Satu menjadi Daerah Khusus Ibu Kota (DKI). Sementara itu, penetapan ulang tahun Jakarta yang jatuh pada tanggal 22 Juni, ditetakpan berdasarkan sejarah atas kemenangan Fatahillah mengusir Portugis dari Sunda Kelapa, yaitu pada tanggal 22 Juni 1527.   Hingga saat ini, kota impian jutaan warga Indonesia ini merayakan ulang tahunnya setiap tanggal 22 Juni.(Niel/Berbagai Sumber)