Sensasi Berwisata sekaligus Belajar Sejarah di Candi Cangkuang

Selain berlibur, ada pengetahuan baru yang bisa didapatkan

Candi Cangkuang
Candi Cangkuang, photo by irwidyan

Berwisata ke tempat-tempat yang mempunyai nilai sejarah tentunya menjadi pilihan bagi sebagian traveler. Selain menikmati liburan, bisa juga mendapatkan ilmu pengetahuan. Jika traveler mencari tempat tersebut, salah satunya adalah Candi Cangkuang.

Candi Cangkuang terletak di tengah danau kecil, yaitu Danau Cangkuang. Untuk menuju lokasi tidaklah susah karena letaknya tidak tersembunyi. Traveler bisa menggunakan bus jurusan Garut jika dari Jakarta kemudian turun  di Alun-alun Kecamatan Leles. Dari Alun-alun kemudian melanjutkan perjalanan menuju Danau Cangkuang atau Candi Cangkuang dengan menggunakan ojek. Perjalanan akan terasa menyenangkan karena kondisi jalannya bagus dan letak tempat wisatanya tidak tersembunyi.

Candi Cangkuang
Wisata di Candi Cangkuang, photo by ,irwidyan

Candi Cangkuang merupakan candi peninggalan masa Hindu di Jawa Barat yang diperkirakan dibangun pada abad ke 8 Masehi. Di kawasan candi juga terdapat kampung adat, kampung itu bernama Kampung Pulo. Asal usul nama Candi ini diambil dari nama desa dimana Candi Cangkuang berada. Cangkuang merupakan nama pohon, yaitu pohon cangkuang. Pohon ini tumbuh subur di daerah tersebut, sejauh mata memandang akan terlihat pohon cangkuang. Dari sinilah kemudian daerah ini diberi nama Desa Cangkuang.

Candi Cangkuang
Candi Cangkuang, photo by irwidyan

Volderman adalah orang Belanda yang menemukan candi ini. Kemudian dia mencatatnya dalam buku Notulen Bataviach Genoot Schap pada tahun 1893. Dalam catatan tersebut Volderman menyebutkan di Bukit Kampung Pulo ia telah menemukan makam kuno dan arca Siwa yang telah rusak.

Lalu pada tahun 1967-1968 dilakukan sebuah penelitian. Penelitian pertama itu menemukan sebuah makam, yaitu makam Eyang Embah Dalem Arif Muhammad, beliau merupakan pendiri Desa Cangkuang. Pada tahun 1974 dilakukan penelitian dan penggalian lebih besar, dengan mengumpulkan semua reruntuhan kemudian mendatanya.

Candi Cangkuang
Candi Cangkuang, photo by garo_et

Setelah itu candi ini dibangun kembali dengan memasangkan semua reruntuhan yang telah dikumpulkan. Beberapa bagian dari candi seperti patung Dewa Siwa, kaki candi, atap candi, dan badan candi berhasil dibangun kembali. Akhirnya pada tahun 1976 Candi Cangkuang diresmikan oleh pemerintah.

Candi Cangkuang didukung oleh fasilitas yang menunjang. Misalnya seperti warung makan yang menyediakan makanan dan cemilan khas Sunda, mushollah, tempat parkir luas, toilet, dan ada juga kios-kios souvenir untuk traveler yang mencari oleh-oleh.

photo by garo_et

Traveler bisa berkunjung pada pukul 07.00 sampai pukul 17.00. Biaya tiket masuk Candi Cangkuang sangat murah, yaitu Rp5 ribu untuk traveler domestik dan Rp8 ribu untuk traveler mancanegara. Biaya yang murah untuk paket lengkap tempat wisata.

Candi Cangkuang sangat cocok dikunjungi bersama keluarga. Karena selain berlibur, ada pengetahuan baru yang didapat. Apalagi untuk anak-anak, wisata yang mengedukasi ini sangat penting. Jadi kapan traveler berkunjung ke sini? Tentunya jika kondisi sudah membaik, ya! (AS/IPG)