Sensasi Kenikmatan di Air Terjun Sri Gethuk, Yogyakarta

Panoramanya Menyejukkan, dikelilingi Pohon-Pohon Tinggi

Air Terjun Sri Gethuk
Jatuhnya Air Mengikuti Alur Batu Yang Ada, Photo by Virga Ardiansyah

Yogyakarta memiliki segudang keindahan yang tidak kalah bagusnya dengan yang ada di kota-kota provinsi lainnya. Kota Gudek ini selalu menghadirkan pesona menawan dan mampu membius siapa pun yang pernah mengunjungi tempat ini.  Objek wisatanya banyak dan begitu memikat, menarik hasrat wisatawan untuk menyambanginya.  Seperti keindahan yang dimiliki oleh Air Terjun Sri Gethuk, salah satu air terjun yang cukup populer di Yogyakarta, dan banyak yang mengunjunginya.  Dinamakan Sri Gethuk, karena masyarakat setempat masih percaya jika di lokasi air terjun ini tempat menyimpan ‘kethuk’ atau ‘gamelan’ oleh makhluk halus.  Namun demikian, pesona keindahan air terjun ini tetap memikat yang menghadirkan pengalaman berbeda dalam mengunjungi sebuah air terjun.

Air Terjun Sri Gethuk
Shelter Rakit / Perahu, Photo Dok. Sri Gethuk

Air Terjun Sri Gethuk memiliki panorama yang menyejukkan, dikelilingi pohon-pohon yang menjulang tinggi. Menghadirkan pesona alam yang sangat mengesankan dan menyegarkan. Selain dimanjakan dengan panorama alam sekitarnya, Traveler juga akan terpesona dengan keindahan air terjun ini yang memiliki tingkat bebatuan yang berbeda. Sehingga terlihat sangat unik, jatuhnya air mengikuti alur batu yang ada.  Asyiknya lagi, air terjun ini memiliki 3 sumber mata air, yaitu mata air ngandong, dohpoh, dan ngumbul. Ketiga sumber mata air ini tidak pernah surut meskipun saat musim kemarau, sehingga debit air terjun ini selalu terjaga.

Air Terjun Sri Gethuk memiliki tinggi sekitar kurang lebih 50 meter dengan aliran airnya yang bercabang diantara dua celah tebing, sehingga jatuhnya air terlihat menjadi air terjun yang terpisah. Di lain sisi air terjun ini juga muncul dari tebing karst yang gersang, namun tetap menciptakan pemandangannya yang sangat menarik.  Ada juga satu air terjun utama yang memang debitnya tidak begitu deras, namun gemericik suara airnya sangat menyegarkan. Jika Traveler jeli, di seputar air terjun ini terdapat sebuah cekungan dengan bebatuan karst nan esoktis. Di cekungan ini seringkali muncul pemandangan pelangi yang sangat cantik.

Air Terjun Sri Gethuk
Dengan Menaiki Rakit, Perjalanan Hanya 15 Menit, Photo dok. Sri Gethuk

Air Terjun Sri Gethuk ini letaknya sangat tersembunyi dan berada di tepian Sungai Oya. Aliran Sungai Oya ini menyambung dan bersatu dengan tempat curahan air terjun ini. Sehingga para pengunjung selain dapat mandi di bawah air terjun, juga dapat menikmati berenang di Sungai Oya.   Selain menikmati keindahan air terjun, Traveler juga bisa melakukan dua kegiatan yang cukup seru dan mengasyikkan.  Yaitu Rafting Sungai Oya dan Cliff Jumping.  Dua-duanya memiliki sensasi rasa yang berbeda. Pada saat Rafting Sungai Oya, Traveler akan berjibaku menaklukkan derasnya Sungai Oya.  Sementara itu, dengan Cliff Jumping, Traveler tertantang untuk naik ke atas tebing kemudian meloncat dari ketinggian tebing itu, lalu menceburkan diri ke Sungai Oya. Atau yang tak kalah seru lagi yaitu Canoying. Aktifitas satu ini mampu menguji adrenalin, menuruni tebing dengan menggunakan tali.

Puas menikmati wisata di Air Terjun Sri Gethuk, Traveler dapat melanjutkan wisata ke Goa Rancang Kencono, yang letaknya sangat berdekatan dengan air terjun ini.  Jadi, Traveler datang ke satu tempat dengan mendapatkan dua wisata sekaligus.  Untuk mencapai lokasi air terjun ini, ada dua cara yang bisa dipilih.   Bisa menggunakan  trekking ke hutan dengan jarak tempuh sekitar 450 meter. Atau Traveler dapat memilih menggunakan rakit / perahu dengan jarak tempuh kurang lebih 15 menit.

Dengan rakit menyusuri Sungai Oya, Traveler akan disuguhkan pemandangan Sungai Oya dengan airnya yang berwarna hijau.  Sungai ini memang terlihat tenang, namun memiliki kedalaman sekitar 3 sampai 5 meter. Selain itu, keberadaan batu-batu sungai yang tertata unik di sepanjang perjalanan menuju air terjun, juga cukup menyita perhatian.  Yah, pemandangan bebatuan ini sangat keren, juga seru untuk diabadikan.

Air Terjun Sri Gethuk
Cliff Jumping yang Mengasyikkan, Photo by BroBali

Bagi Traveler yang memilih jalur trekking menuju air terjun, pemandangan yang akan dilewati juga tak kalah serunya. Pepohonan yang menjulang tinggi disertai sungai-sungai kecil serta area persawahan, menyita perhatian sesaat untuk berselfi ria. Apalagi jika Traveler melewati saat padi-padi mulai tumbuh. Hijaunya sawah akan menghipnotis dan membuat rasa takjub sulit dihindari.

Lokasi dan area air terjun ini memang terawat dan dijaga secara profesional.  Untuk menikmati keindahan air terjun ini, Traveler dikenai biaya masuk senilai Rp 15.000 per orang.  Untuk biaya parkir motor dikenai harga Rp 3.000, biaya parkir mobil dikenai harga Rp 5.000, sewa perahu Rp 10,000, sewa pelampung Rp 10.000, biaya Canyoning  Rp 15.000, dan bayar untuk rakit menyusuri Sungai Oya seharga Rp 30.000,-    Sementara itu, jam operasional air terjun ini dimulai dari pukul  08.00 pagi hingga pukul 17.00 Wib.

Fasilitas umum di tempat wisata ini sudah lengkap.  Tersedia musholla bagi kaum muslim untuk tetap bisa menjalankan ibadah shalatnya, banyaknya warung makanan, ada tempat penyewaan rakit untuk akses ke lokasi air terjun, penyewaan pelampung, tempat penitipan barang, toilet umum dan area parkir yang cukup luas yang memberi kenyamanan bagi Traveler yang membawa kendaraan.

Air Terjun Sri Gethuk
Aliran Airnya Bercabang, Photo by Dok. Sri Gethuk

Air Terjun Sri Gethuk ini berlokasi di Mungguran II, Bleberan, kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Jarak tempuh dari pusat Kota Yogyakarta menuju Air Terjun Sri Gethuk sekitar 33,7 kilometer, dengan waktu tempuh perjalanan kurang lebih 1,5 jam dengan menggunakan kendaraan bermotor.(Raditya)