Sensasi ‘Seribu Satu Malam’ di Gurun Telaga Biru Bintan Kepri

Perpaduan Gurun dan Telaga Menciptakan Sensasi nan Eksotis

Gurun Telaga Biru
Sensasi Menikmati Seribu Satu Malam di Gurun Telaga Biru

Liburan ala dongeng Aladin dan Putri Jasmine di negeri seribu satu malam, sudah bukan cuma cerita lagi.  Ini benar-benar nyata, ada di Indonesia dan bisa dirasakan langsung.  Sensasi ke-eksotisan gurun pasir, laksana seperti berkunjung ke negara Timur Tengah, akan dirasakan disini.  Traveler tak usah harus terbang ke negara lain, cukup di sini, tepatnya di Kepulauan Riau.

Di salah satu sudut provinsi ini tersembunyi sepotong negeri seribu satu malam yang belum banyak terungkap keindahannya, Gurun Pasir Telaga Biru.  Lokasi yang letaknya di Desa Busung, Kecamatan Tanjung Uban, Kabupaten Bintan Kepulauan Riau ini, memang menyajikan pengalaman seperti dalam dunia mimpi.

Gurun Telaga Biru
Hamparan Pasirnya bak Gurun Pasir di Timur Tengah

Traveler akan disambut dengan hamparan pasir putih yang cukup luas. Gundukan pasir yang membentuk gunung pasir tersebut semakin memperkuat kesan padang pasir di destinasi ini. Selain pemandangan hamparan pasir putih, di lokasi ini juga terdapat sejumlah telaga yang terisi air berwarna biru. Pemandangan bak oase di padang pasir ini tentu saja sangat memanjakan mata wisatawan yang datang berkunjung ke lokasi ini.  Kombinasi yang kontradiksi, antara hamparan pasir yang membentang yang memberi aura panas saat matahari bersinar, bersanding dengan kehadiran telaga yang memamerkan kesejukan.   Benar-benar menakjubkan!

Pemandangan ini tentu saja menjadi objek foto yang unik dan menarik bagi para wisatawan yang datang berkunjung.  Spot berswa foto akan menjadi hal mutlak yang akan dilakukan Traveler. Yang pasti seru dan sangat mengasyikkan.

Gurun Telaga Biru
Telaga menjadi oase di tengah gurun

Menurut salah seorang pedagang di sekitar Gurun Pasir Telaga Biru,  Nurhanisah, gurun pasir ini sebenarnya sudah ada sejak 20 tahun yang lalu. Dulunya, gurun pasir ini adalah lokasi pertambangan pasir.

“Dulu di sini menjadi lokasi penambangan pasir, tapi baru jadi objek wisata sekitar tahun 2017, baru tiga tahun yang lalu,” kata Nurhanisah.

Wanita yang sudah beberapa tahun berdagang di Gurun Pasir Telaga Biru ini menceritakan penataan lokasi destinasi wisata ini awalnya dilakukan secara swadaya oleh warga Desa Busung. Begitu juga dengan fasilitas yang disiapkan seperti toilet, warung makanan serta jembatan-jembatan kayu yang sudah ada itu dibuat oleh masyarakat setempat sejak awal pembukaan lokasi ini.

Gurun Telaga Biru
Salah Satu Spot Asyik Untuk Berswa foto

Untuk mencapai lokasi Gurun Pasir Telaga Biru ini, Traveler akan menempuh perjalanan sejauh 57 kilometer dari Bandara Internasional Raja Haji Fisabilillah di kota Tanjungpinang, dalam waktu sekitar 1 jam. Sementara, jika perjalanan dari Pelabuhan Tanjung Uban, Traveler cukup menempuh perjalanan darat sejauh 17 kilometer atau selama 20 menit saja.

Dalam perjalanan, Traveler akan disuguhkan pemandangan yang didominasi hutan-hutan dataran rendah, kebun karet, dan rawa-rawa. Sesekali terlihat 1-2 rumah penduduk dengan jarak yang berjauhan.  Setelah menempuh perjalanan yang cukup berkelok, akan tiba di lokasi Gurun Pasir Telaga Biru.

Sebelum terjadinya pandemi COVID-19, wisatawan yang berkunjung ke Gurun Pasir Telaga Biru sangat ramai, baik lokal maupun mancanegara. Namun, begitu pandemi mewabah, tempat wisata ini sepi tanpa pengunjung.  Untuk membangkitkan kembali potensi wisata di Kepulauan Riau, terutama di Kabupaten Bintan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif lewat program ‘Kepulauan Riau Rebound’, mendedikasikan alat-alat kebersihan serta sarana yang dibutuhkan untuk membenahi dan meningkatkan kebersihan destinasi wisata, terutama di Gurun Pasir Telaga Biru.

Alat dan sarana tersebut di antaranya alat pendukung kebersihan, kesehatan, dan keamanan, fasilitas kebersihan seperti wastafel dan tempat sampah, thermogun, P3K dan disinfektan, papan signage sapta pesona, dan papan protokol kesehatan.  Tidak hanya itu, dalam acara ‘Kepulauan Riau Rebound’ yang dilaksanakan pada 6 Agustus 2020 lalu, Kemenparekraf/Baparekraf beserta masyarakat Desa Busung juga bergotong royong membersihkan sampah dan tumbuhan liar di sekitar lokasi Gurun Pasir Telaga Biru.

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf/Baparekraf, Hari Santosa Sungkari, mengatakan kebersihan menjadi bagian penting dalam mempromosikan suatu destinasi wisata di era adaptasi kebiasaan baru. “Kebiasaan baru berarti kita selalu bersih dan higienis,” kata Hari.

Gurun Telaga Biru
Sensasi Eksotis Perpaduan Telaga dan Gurun

Hari pun mengajak masyarakat untuk selalu menaati protokol kesehatan berbasis CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety, and Environmental Sustainability). Misalnya rajin mencuci tangan, menjaga kebersihan destinasi wisata dan warung yang ada di sekitar lokasi, serta mengenakan masker.(Niel/Sumber : Kemenparekraf/Baparekraf)