Sensasi yang Memikat di Pulau Penyu

Hamparan Bebatuan Besarnya Sangat Instagenis

Sensasi yang Memikat di Pulau Penyu
Sensasi keseruan di atas batu, Photo by@mayea.spp

Salah satu destinasi wisata di Kota Jambi yang cukup mengesankan dan sangat spesial yaitu wisata ke Pulau Penyu, sajian wisata bahari andalan yang menakjubkan.  Di Pulau Penyu, selain mengagumi keindahan alamnya, satu kejadian unik yang sangat mengesankan yaitu seringnya pulau ini dikunjungi penyu.  Apalagi saat musim bertelur, banyak penyu-penyu singgah di pulau ini.

Pulau Penyu merupakan salah satu dari 20 pulau kecil yang ada di provinsi Jambi.  Pulau ini terletak di Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi.  Dinamakan Pulau Penyu karena pulau cantik ini menjadi pulau habitat alami penyu, rumah bagi para penyu.  Di kelilingi hamparan air laut jernih berwarna kehijauan serta berpadu dengan indahnya pasir putih nan lembut, menjadi panorama Pulau Penyu begitu memikat.   View alam Pulau Penyu benar-benar menakjubkan!

Sensasi yang Memikat di Pulau Penyu
Panorama laguna nan memikat di Pulau Penyu

Melihat penyu terseok-seok merapat ke pantai, mencari tempat yang cukup aman baginya, lalu menggali lubang untuk menempatkan ratusan telur-telurnya.  Aktivitas yang cukup langka ini, akan menjadi pengalaman seru yang mengesankan bagi Traveler penyuka wisata bahari.

Panorama alamnya benar-benar menakjubkan.  Selain keindahan pantainya yang menyajikan dataran yang cukup landai serta dilengkap pasir pantainya yang halus dan terasa lembut saat dijejaki, Pulau Penyu menciptakan moment-moment sakral yang memukau banyak wisatawan.  Seperti ketika matahari mulai beranjak terbenam.  Benar-benar spektakuler dan mengagumkan.  Suasana sekitar berubah menjadi keemasan, memenuhi cakrawala, dan nun jauh tampak sang surya membulat utuh siap masuk ke dalam perut bumi. Sungguh, siapapun yang berada disana saat itu, pasti enggan meninggalkan tempat.  Yah, pemandangan-pemandangan Pulau Penyu yang begitu indah dan sangat instagramable memanjakan Traveler pencinta swaphoto.

Sensasi yang Memikat di Pulau Penyu
Transportasi perahu untuk menjangkau Pulau Penyu

Spot unik lainnya yang begitu menarik yaitu hadirnya tebing-tebing batu landai.  Dan banyak ditemukan bebatuan dengan beragam ukuran yang tersebar di sekitar pantai.  Bahkan, beberapa yang cukup besar dapat ditemukan di sudut-sudut pulau juga di dekat laguna.  Yang lebih mengasyikkan lagi, terkstur bebatuan ini cukup mulus dan jarang terlihat sudut-sudur tajam dan kasar.  Traveler pun dapat nyaman bersantai di atas bebatuan ini, sambil tak lupa berswaphoto bersama bebatuan unik ini.

Pulau Penyu juga memiliki sebuah laguna, yaitu genangan air asin seperti sebuah danau yang berada dekat sekali dengan pantai, dan biasanya terdapat celah sempit yang menghubungkannya langsung dengan laut. Lewat celah sempit inilah air laut masuk.  Tempat ini cukup nyaman dan aman untuk berenang, menyelam atau sekedar berendam.  Kondisi laguna ini dibilang aman karena hampir dapat dikatakan tidak ada ombak sehingga di laguna ini anak-anak pun aman dapat bermain air laut.

Pulau kecil yang begitu memikat ini termasuk pulau yang tak berpenghuni alias tidak ada manusia yang tinggal menetap di pulau ini.  Tak heran, keindahan pulau ini pun masih alami, sangat bersih dan masih asri karena jarang tersentuh tangan manusia dan terlihat begitu eksotis.  Airnya pun begitu jernih sehingga dapat melihat ke dasar laut.  Begitu juga dengan pepohonan rindang dan kokoh yang tumbuh subur dengan daunnya yang berwarna hijau bercampur gradasi yang menakjubkan.

Sensasi yang Memikat di Pulau Penyu
Hamparan bebatuannya juga memikat, Photo by@yulisusantiyst

Traveler yang ingin berkunjung ke Pulau Penyu harus menempuh perjalanan darat menuju Pelabuhan Nipah Panjang.  Perjalanan ini memakan waktu sekitar 3 jam, begitu sampai di Nipah Panjang, perjalanan dilanjutkan dengan jalur laut menuju Pulau Berhala dengan transportasi speedboat atau kapal motor yang memakan waktu sekitar 40 menit.  Di Pulau Berhala, Traveler dapat menyewa pompong, alat transportasi air yang digunakan masyarakat setempat untuk menyeberangi sungai atau laut.  Perjalanan ini tidak memakan waktu lama, hanya sekitar 10 menit.(Raditya)