Serunya Wisata Perbatasan Titik Nol Merauke

Walau termasuk negara kepulauan, Indonesia juga memiliki batas darat di tiga pulau, Kalimatan dengan Malaysia, Timor dengan Timor Leste, dan Papua dengan Papua Nugini. Batas dengan Papua Nugini termasuk istimewa karena merupakan batas paling timur Indonesia atau dikenal sebagai titik nol dari arah timur.

Ada dua lokasi perbatasan dengan Papua Nugini yaitu Skouw di Jayapura dan Sota di Merauke. Batas di Merauke lebih istimewa karena terdapat tugu kembar yang sama dengan titik nol Sabang. Dari sinilah tercipta lagu dari Sabang sampai Merauke karena keduanya didaulat sebagai titik nol Indonesia.

Sota sendiri terletak sekitar 85 kilometer dari Merauke yang dapat ditempuh dalam waktu 40 menit saja karena saking sepinya jalan. Jalan ini juga melintasi Taman Nasional Wasur yang terkenal dengan rumah semut dan kanggurunya. Hanya memang agak sulit untuk melihat kangguru karena spesiesnya mulai langka dan jarang berkeliaran dekat jalan raya.

Untuk menuju ke titik perbatasan sebaiknya menyewa kendaraan dari Merauke karena sulitnya angkutan umum. Ada kendaraan umum dari Merauke menuju Boven Digul yang melintasi Sota, namun tak bisa ditentukan waktunya dan tarifnya cukup mahal. Sebelum memasuki pos perbatasan, jangan lupa lapor ke pos tentara penjaga perbatasan dan menitipkan KTP sebagai bukti bahwa kita hanya berwisata bukan menyeberang perbatasan.

Saat ini sedang dibangun pos perbatasan Sota menggantikan tugu lama yang dibangun oleh seorang polisi. Pos tersebut berfungsi sebagai titik kontrol keluar masuk orang dan barang dari dan menuju Papua Nugini di selatan. Sayangnya pihak Papua Nugini belum membangun pos yang sama, masih menggunakan pos lama yang terletak sekitar 20 km dari titik perbatasan.

Di perbatasan terdapat tugu penanda batas negara yang dibangun atas bantuan Australia serta patok batas yang memisahkan Indonesia dengan Papua Nugini. Selain itu di wilayah Papua Nugini juga terdapat rumah semut yang sarangnya konon berkhasiat untuk menjaga kesehatan tubuh. Di sini dijual sarang semut sebagai oleh-oleh khas Merauke selain sei rusa.

Wisatawan bisa menyeberang ke Papua Nugini tanpa paspor, namun hanya sebatas rumah semut dan tugu batas saja, tidak boleh terlalu jauh ke dalam. Hanya warga lokal yang leluasa bolak balik dari Sota ke Papua Nugini dan sebaliknya, karena mereka masih bersaudara namun terpisahkan oleh dua negara. Sebagian warga Papua Nugini memiliki tanah di Sota, demikian pula sebaliknya karena jauh sebelum terbentuk dua negara mereka sudah lebih dulu menghuni daerah tersebut.

Apabila pos perbatasan selesai dibangun, diperkirakan Sota bakal menjadi semakin ramai dikunjungi oleh wisatawan. Pos perbatasan yang dibangun cukup megah, hampir setara dengan Entikong atau Skouw yang dilengkapi dengan pasar disamping bangunan utamanya.

Wisata perbatasan menjadi daya tarik tersendiri karena Merauke bukanlah daerah tujuan wisata seperti Raja Ampat.  Jangan lupa, wisata perbatasan sedang menjadi tren saat ini karena sensasi menyeberang batas negara apalagi tanpa paspor merupakan kebanggaan tersendiri bagi pelakunya.

Wisatawan yang berkunjung ke sini sebaiknya juga mengunjungi Taman Nasional Wasur yang didalamnya terdapat rumah semut dan rawa biru, Lotus Garden, Pantai Lampu Satu, Pantai Wisata Onggaya, dan Monumen Kapsul Waktu. Paling tidak butuh waktu minimal tiga hari untuk mengeksplorasi semua obyek wisata tersebut, dengan sehari penuh menyusuri Taman Nasional Wasur dan Titik Nol Merauke di perbatasan Sota. (Diaz/Kuniel)