Semangat, Semangat dan Semangat!

Tea Time With Lilis Megantini

Don’t judge from the cover, jangan menilai dari luarnya. Pepatah tersebut memang cocok untuk seorang wanita bernama Lilis Megantini Sundari.  Dibalik postur tubuh mungilnya ini, Lilis memiliki semangat, kemampuan dan kerja keras yang luar biasa.  Lilis termasuk orang yang tegas, cekatan, objektif, jika salah harus berani mengakui kesalahannya, tak sungkan untuk minta maaf, tapi kalau itu benar, harus membuktikan kebenaran itu. Minta maaf, adalah kunci dari bijaksananya seseorang dalam mengakui kesalahannya.  Jangan melempar kesalahan diri sendiri kepada orang lain.

Menemui wanita yang super duper sibuk di saat jam kantor, memang jadi hal yang surprise.  Beberapa kali berjanji, namun selalu ‘miss’ lantaran bisnis tripnya yang luar biasa menyita waktu.  Dan sore itu pun, di ruang kerjanya yang cukup apik nan luas, di South Quarter Bld Tower Cilandak lantai 18, ditemani dua ice capucino, obrolan seru pun mengalir tanpa putus.

Dari awal bekerja, Lilis selalu mendapat reputasi yang luar biasa.  Beberapa kali pindah kantor, selalu meninggalkan kesan indah.  15 tahun Lilis bekerja di perusahaan shipping dan reputasinya sangat handal.  Tak heran, tawaran untuk membuat suatu perusahaan ‘joint venture’ dengan perusahaan asing, menjadi tantangan baru baginya. Mulai dari membuat perizinan PT, mencari karyawan, mencari klien dilakoni dengan kegigihannya.  Tahun 2010 Lilis pun berhasil mendirikan perusahaan yang bergerak dalam mengurusi tranportasi pengangkutan barang, ekspor maupun import, joint dengan perusahaan asing yang sudah bergerak sejak tahun 1969, yaitu Scan-Shipping yang bermarkas di Copenhagen, Denmark.   PT Scan-Shipping Indonesia pun berhasil didirikannya. Berawal hanya memiliki 2 karyawan, Lilis memulai usaha dari nol.

“Namanya baru merintis, kepala jadi kaki, kaki jadi kepala.  Semua dikerjakan.  Pulang tengah malam pun sudah jadi hal biasa. Yang berat saat itu adalah, nama Scan Shipping di Indonesia belum terkenal.  Berkat reputasi pekerjaan saya yang lalu-lalu lah, klien pun berani mempercayakan usahanya kepada Scan Shipping Indonesia,” ujar Lilis penuh semangat.

“Untungnya, saat itu saya memiliki karyawan yang punya visi sama, jadi kerja keras kami dalam setahun pun sudah mulai keliatan,” katanya lagi.

Bukan saja menangani transportasi barang import dan ekspor, tapi juga menangani pengangkutan cargo domestik yang value nya besar, juga jasa pelayanan seperti bea cukai dan lainnya, bukan perorangan yang dilayani tapi perusahaan.  Baik pengangkutan melalui darat, laut maupun udara.  Saat ini,  PT Scan-Shipping Indonesia  yang bermarkas di Jakarta ini, sudah memiliki 3 cabang di 3 kota, yaitu Bandung, Surabaya dan Lampung, juga ‘local partner’ di seluruh Indonesia.

“Harus menjalin kerjasama dengan seluruh daerah, karena kami melayani pengiriman ke seluruh Indonesia. Saat ini lagi ada infra structure di seluruh Indonesia, sudah pasti banyak pengiriman barang yang akan dilakukan, seperti mengangkut batu, angkut pasir, angkut pipa-pipa untuk instalasi laut, jalan, tol, tanah dan lainnya,” ujar Lilis lagi.

Bisnis trip sudah jadi makanan sehari-harinya.  Baik keluar kota mau pun keluar negeri.  Tapi, Lilis selalu mengupayakan bahwa perjalanannya ini memang benar-benar hanya untuk pekerjaannya, selebihnya dia memilih segera kembali ke rumah, bercengkerama bersama keluarga.  Ada satu cerita menarik, ketika Lilis mendadak harus ke Copenhagen, meeting ke head office.  Perjalanan di pesawat memakan waktu 17 jam. Sampai disana malam dan langsung dinner meeting bersama boss-nya. Esok harinya jam 8 waktu setempat, kembali meeting bersama seluruh jejeran direksi sana hingga selesai di jam 3.  Dan apa yang terjadi? Lilis pun bersiap ke bandara untuk mengejar pesawatnya jam 5 sore terbang kembali ke Indonesia. Hanya semalam di Copenhagen.

Saklek dan Tegas

Pasang surut dalam menjalani perusahaannya, sudah bukan hal baru lagi bagi Lilis.  Berbagai masalah pun, sering menerpanya. Mulai dari urusan internal maupun pergolakan eksternal.  Sebagai Managing Director, banyak kasus yang menuntut Lilis harus ‘wise’ dalam menanggapinya.  Untuk itu, setiap ada problem, Lilis pun membuat tracking dalam menemukan solusinya, semua diajak rembukan, mendiskusikan bersama, sampai ketemu missing point nya dimana, lalu  fokus pada problem solvernya.

“Saya orangnya tidak terima alasan ‘katanya’, ‘sepertinya’, ‘kemungkinan’, selalu saya minta data valid. Dari data valid, saya review, fact and finding, memanggil semua yang terkait.  Dan saya orangnya saklek dan tegas,” ujar Lilis.

Tak heran, ketegasan dari sikapnya ini, menciptakan aura bekerja yang nyaman dan tenang dalam lingkungan perusahaannya.   Dan bisa dibilang, kondisi perusahaan dua tahun terakhir ini maju pesat.  Saat ini, dari segi karirnya, Lilis sudah merasa puas, karena sudah mencapai apa yang selama ini di cita-cita kan.  Semangatnya saat ini bukan lagi bagaimana perusahaan bisa makin maju, tapi lebih ke komitmen menjaga kenyamanan karyawan-karyawannya yang saat ini berjumlah 70 orang.

Olah Raga dan Liburan = Seimbang

Semangat yang selalu dimiliki wanita energik ini ternyata kuncinya adalah balance antara pekerjaan – olah raga – liburan.  Setiap hari, Lilis tidak pernah absen untuk melakukan olah raga.  Pagi hari setiap jam 5 subuh, sambil menghirup udara yang masih fresh dari polusi, tubuh mungilnya sudah berlari mengitari kompleks perumahannya.   Kalau hujan, cukup treadmill setengah jam di rumah.

“Secara tidak langsung, energi positif akan mengalir mulai dari pikiran kita sampai ke nadi.  Sehingga stamina pikiran pun jadi ikutan sehat dan kuat, rutinitas pekerjaan pun jadi nggak beban lagi dikerjakan.  Olah raga itu booster buat saya,” katanya.

Lilis sangat menyukai olah raga lari. Bahkan, dia sering mengikuti full marathon.  Tak tanggung-tanggung pengalaman full marathonnya sampai ke Kinabalu – Malaysia, Brunei, Berlin, Tokyo, Singapore. (Kuniel)

Selain olah raga, hal wajib yang harus dilakoni adalah berlibur.  Lilis pun membagi liburan ke dalam dua kategori, yaitu short dan medium.  Keduanya harus dikerjakan.  Short itu mengambil waktu weekend.  Bersama ketiga anaknya, weekend menjadi hari seru mereka, entah ke gunung atau ke pantai.  Yang pasti selalu keluar dari rumah, mengganti suasana.  Seringkali pemilihan tempatnya spontanitas.  Beda liburan medium, yang harus dipikirkan jauh-jauh hari, karena liburannya juga memakan waktu lama yang biasanya dikaitkan dengan liburan panjang anak sekolah.

Selain liburan bersama anak-anak, Lilis pun juga menjadwalkan liburan hanya untuk diri sendiri.  Biasanya dia lakukan dua atau tiga tahun sekali. Traveling sendirian yang paling berkesan yaitu di Austria. Kotanya yang masih oldtown dengan bangunan dan counturnya yang historical, apalagi panorama pegunungannya yang luar biasa indah.

“Tidak ada polusi dan air sungainya bening sekali. Saya betah disana,” cerita Lilis yang saat itu ke Vienna dan Salzberg.  Dan rencananya tahun ini Lilis akan berlibur sendirian ke Everest. Woouwww….

“Saat liburan bersama anak-anak, tujuan dan kegiatan kan selalu prioritas ke anak, saya ikut saja. Nah, kalau liburan sendirian kan sesuai dengan keinginan saya sendiri. Benar-benar me time,”serunya antusias sambil menyeruput sisa ice capucinonya.