Wisata Alam nan Mengesankan di Air Terjun Matayangu

Dengan Formasi Bebatuan Indah yang Menghasilkan Aliran Air yang Membentuk Lingkaran

NTT, Air Terjun Matayangu
NTT, Air Terjun Matayangu

Nusa Tenggara Timur banyak menghasilkan destinasi wisata alam yang sangat menakjubkan, dengan kondisi wisatanya yang masih alami dan lokasi yang tersembunyi. Salah satunya adalah Air Terjun Matayangu.

Sensasi menikmati keindahan Air Terjun Matayangu sungguh sangat luar biasa. Dengan formasi bebatuan indah, menghasilkan aliran air yang membentuk lingkaran, mirip danau kecil. Pemandangan yang disuguhkan benar-benar memukau.

NTT, Air Terjun Matayangu
NTT, Air Terjun Matayangu

Air Terjun Matayangu memiliki dua air terjun. Air terjun pertama berketinggian 75 meter dengan sumber mata air yang berasal dari sungai di dalam goa. Kemudian air terjun kedua, akan muncul saat musim hujan. Sumber mata airnya berasal dari sungai yang ada di atasnya setinggi 130 meter. Tepat di bawah air terjun terdapat kolam kecil dengan air berwarna biru menawan yang digunakan sebagai pemandian.

Air terjun Matayangu memiliki 5 undakan sebelum akhirnya membentuk saluran air menuju sungai Matayangu. Bukan hanya airnya yang jernih yang bikin Air Terjun Matayangu ini cantik dipandang. Barisan tebingnya yang keren juga menambah indahnya pemandangan disini. Selain itu, pepohonan yang ada juga bikin kawasan wisata Air Terjun Matayangu makin terasa sejuk. Yah, air terjun ini dikelilingi banyak pepohonan rindang, menambah daya tarik tersendiri bagi air terjun ini. Tak heran, pemandangan yang disuguhkan ini sangat menarik hati dan sulit dilupakan.

NTT, Air Terjun Matayangu
NTT, Air Terjun Matayangu

Menurut warga setempat, mata air terjun ini tak pernah terjangkau kedalamannya.  Konon, pernah dicoba diukur  dengan menyiapkan tali sebanyak 5 rol yang disambungkan, yang masing-masing rol memiliki panjang kurang lebih 500 meter. Namun hingga 5 gulungan tali tersebut habis, pengukuran tidak dapat menyentuh dasar air terjun tersebut. Setelah itu, tidak ada lagi orang yang berani mengukur kedalaman sumber air terjun tersebut. Karena itulah penduduk setempat mengatakan air terjun tersebut terhubung dengan laut Wanokaka, yang terletak di sebelah selatan air terjun.

Air terjun Matayangu berada di kawasan Taman Nasional Manupe, yang berada di Kabupaten Sumba Tengah. Secara administratif wilayahnya masuk Desa Manurara, Kecamatan Katikutana.  Kecantikan magis air terjun yang dipercaya sebagai persinggahan arwah sebelum kembali ke langit ini, benar-benar sangat memukau.

Air terjun Sumba ini, bagi warga setempat merupakan tempat yang dikeramatkan. Tempat ini sering digunakan warga Merapu untuk beribadah. Mereka percaya bahwa air terjun ini adalah tempat bersemayamnya arwah-arwah leluhur Merapu. Selain itu, mereka juga percaya bahwa di dalam goa yang menjadi sumber datangnya debit air terdapat makam kuno yang menyimpan barang-barang bersejarah. Warga setempat sangat mempercayai bahwa tempat ini dijaga oleh gurita raksasa.

NTT, Air Terjun Matayangu
NTT, Air Terjun Matayangu

Waktu terbaik yang disarankan untuk mengunjungi taman nasional ini adalah bulan Maret sampai Juni dan Oktober sampai Desember. Sebab, di bulan-bulan itu lah air terjun akan memuntahkan air dengan debit yang maksimal. Sehingga derasnya air keluar menjadi keindahan yang luar biasa.

Untuk mencapai lokasi taman nasional ini, Traveler bisa melalui rute yang biasa digunakan oleh para wisatawan pada umumnya. Perjalanan di awali dengan menggunakan pesawat terbang dari Kupang menuju Waingapu yang memakan waktu sekitar 1 jam. Lalu, dari Waingapu menuju ke Waikabubak dengan kendaraan roda empat selama sekitar 2 jam.

Setelah sampai di Waikabubak, perjalanan di teruskan menuju ke lokasi Taman Nasional Manupe sekitar 3 jam. Setelah melewati akses yang jauh dari mulus, masih harus melalui trekking, berjalan di tengah hutan lebat yang licin dengan banyak serangga selama kurang lebih 1 jam. Lelah akan terbayarkan begitu tiba di air terjun yang sangat indah ini. Air Terjun Matayangu dikenal sebagai salah satu surga tersembunyi di Pulau Sumba karena keindahannya ini!(Raditya)