Bulan puasa sudah tiba! Pemburu kuliner pun mulai beraksi untuk menyiapkan sajian buka puasa yang kerap menggugah selera. Seperti sajian buka puasa khas Betawi, yang memang terkenal dengan kelezatan sajian kulinernya.
Berikut ini, www.indonesiatraveler.id menghimpun 6 sajian untuk buka puasa khas Betawi punya. Apa saja, yuk simak dan bisa dicontek, lho!
Es Selendang Mayang
Menyeruput es Selendang Mayang ketika bedug adzan Maghrib tiba, menjadi sensasi yang ditunggu saat bulan puasa tiba. Minuman khas Betawi ini tak hanya menyegarkan saja,  tetapi juga mengenyangkan. Karena sajian es selendang mayang ini memiliki jeli yang terbuat dari tepung beras dan hunkwe. Untuk sirupnya, campuran gula merah, santan, dan daun pandan menambah kelezatan dan kesegaran yang tak terkira.
Es Selendang Mayang merupakan salah satu minuman khas Betawi yang melegenda. Es Selendang Mayang terbuat dari bahan dasar tepung beras, mirip dengan sajian kue ongol-ongol dan kue khas Betawi lainnya. Yah, perpaduan antara kue kenyal warna-warni yang tersaji yang disiram dengan kuah santan dan juga gula merah, menjadi satu sajian yang benar-benar menggugah selera. Â Karena Es Selendang Mayang dibuat dari bahan dasar tepung beras, tak heran jika menyantap hidangan segar ini, rasa lapar pun akan sedikit berkurang.

Putu Mayang
Putu Mayang menjadi kue khas Betawi yang pas dan cocok dinikmati di saat waktu berbuka puasa. Makanan ini terbuat dari tepung beras yang dicampur air santan, kemudian diberi warna dan dibentuk seperti mi. Saat ingin dimakan, kue Putu Mayang disajikan dengan kinca atau gula Jawa cair. Rasa manis yang dihasilkan bukanlah dari kuenya, melainkan dari kuahnya ini.
Kue Putu Mayang merupakan warisan kuliner tradisional Betawi yang kerap disantap sebagai hidangan pengganjal perut. Dengan mengandung cita rasa yang pas serta tekstur kuenya yang kenyal, olahan khas Betawi yang berwarna-warni ini berpenampilan cantik dengan rasa yang penuh sensasi saat dimakan.
Ongol-ongol
Ongol-ongol, namanya unik dan sedikit lucu, apalagi melihat bentuknya biasa saja. Namun, kue legend khas Betawi ini memiliki rasa yang lezat dan membuat siapapun yang mencicipi akan ketagihan.

Kue ongol-ongol memiliki teksturnya yang kenyal, lembut, rasanya yang manis, asin, dan juga gurih. Sekali digigit, bakal ketagihan terus. Kue ongol-ongol terbuat dari tepung sagu aren kering, air, gula jawa, daun pandan, kelapa dan juga garam. Kue ini mempunyai aroma khas, hal ini disebabkan karena menggunakan gula aren, sehingga saat dimasak, aroma gula aren langsung merebak.
Saat ingin dimakan, kue ongol-ongol disajikan dengan taburan parutan kelapa diatasnya. Ongol-ongol merupakan kuliner pas saat berbuka puasa yang ditemani dengan segelas hangat teh manis.
Kue Cucur
Kue cucur merupakan jajanan khas Betawi yang kerap disukai banyak orang, dan sampai saat ini, keberadaan kue cucur masih mudah ditemui di banyak tempat jajanan di kawasan DKI Jakarta dan sekitarnya.

Kue yang berbentuk bulat dengan bagian tengahnya lebih tebal sementara pada bagian pinggirnya agak menipis dan sedikit crunchy, warna kuenya kecoklatan dan memiliki rasa manis yang legit dan sangat khas. Dahulu, kue ini selalu disajikan pada saat upacara-upacara adat Betawi. Dan ketika bulan puasa tiba, sajian kue nikmat ini selalu menjadi ‘teman’ untuk berbuka puasa.
Kue cucur terbuat dari tepung beras dan gula aren yang digoreng.  Kalau kue-kue khas daerah lainnya sudah banyak dimodifikasi dengan berbagai bentuk dan rasa, sampai saat ini kue cucur masih disajikan secara original. Pembuat kue cucur tak ingin merusak keistimewaan dari cita rasa dan tekstur original yang dimiliki oleh kue ini yaitu manis, gurih, legit di bagian tengah, dan renyah di bagian pinggirannya.
Kue Cente Manis
Kue cente manis yang lebih dikenal dengan nama kue jentik manis ini, salah satu menu buka puasa favorit. Kue cente manis ini terbuat dari tepung hunkwe dan juga biji delima atau biasa disebut pacar cina. Rasa tekstur kue ini manis dan sangat lembut, seperti puding namun lebih kenyal.

Yah, sesuai namanya, kue basah ini memang terlihat cantik dan manis. Bahan dasar tepung hunkwe merupakan tepung yang terbuat dari pati kacang hijau dan berwarna putih. Sehingga menciptakan kue ini terasa empuk, lembut dan cukup mengenyangkan.
Asinan Betawi
Ada dua asinan yang banyak dikenal masyarakat luas, asinan Bogor dan Asinan Betawi. Asinan khas Betawi menggunakan sayuran sebagai bahan utamanya. Bahan dasar sayur-sayuran ini difermentasikan menggunakan air larutan garam. Biasanya, sayuran yang digunakan adalah sawi, wortel parut, selada, toge, juga tahu putih. Setelah itu, sayuran dan potongan tahu disiram dengan kuah cuka yang dicampur cabe ulek dan bumbu kacang, sehingga menciptakan rasa segar bagi para penikmatnya. Sebagai pelengkap tambahan yang membuat rasa menjadi sempurna, kerupuk renyah yaiutu kerupuk mie kuning yang ditaburi diatasnya.

Asinan Betawi menjadi favorit terutama saat bulan puasa. Karena kesegaran yang diciptakannya, menggugah selera saat berbuka puasa.  Selain enak dan menyegarkan, asinan betawi dapat dikategorikan sebagai makanan yang menyehatkan, karena banyak mengandung sayur-sayuran.(Andrini)