Berjibaku di Pantai Ombak Tujuh

Bercengkerama Dengan Tingginya Ombak

Pantai Ombak Tujuh, photo by Tom Stone Barrel

Deretan pantai-pantai di Indonesia memang terkenal sangat indah, baik di kalangan wisatawan lokal maupun mancanegara. Pasir putih yang bersih luas menghampar, dan air laut yang jernih kebiruan membuat siapapun takjub ketika melihatnya.

Dikemas dengan pemandangan yang selalu memanjakan mata, udara pantai yang menyenangkan serta suasana sekeliling pantai yang meninabobokan, membuat siapa pun yang datang selalu ketagihan.

Tidak saja sajian panorama keindahan yang dituju para wisatawan, namun ada keunikan dan keunggulan lainnya yang suka diburu, yaitu dashyatnya ombak untuk memuaskan hasrat berselancar para petualang.

Pantai Ombak Tujuh
Pantai Ombak Tujuh

Salah satu pantai yang disoroti para petualang peselancar adalah, Pantai Ombak Tujuh.  Selain pemandangan serta panoramanya yang indah, Pantai Ombak Tujuh juga menjadi spot untuk memuaskan adrenalin. Pantai Ombak Tujuh ini berlokasi di kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Dilihat secara geografis, pantai ini menghadap langsung ke samudera Hindia dan sejajar dengan pantai Citerem dan Pengumbahan. Tak heran, ombak-ombak nya pun menjadi incaran para peselancar. Dengan karakteristik ombaknya yang bersusun-susun dan datang secara bergantian, Pantai Ombak Tujuh juga dibanjiri oleh para penggila olahraga surfing ini, karena ombak disini menantang untuk ditaklukkan.

Sesuai dengan namanya, Pantai Ombak Tujuh, pantai ini memiliki gulungan ombak dengan jumlah tujuh, yang datang secara bergiliran. Ombaknya pun cukup tinggi, serta daya tarik ombak yang besar dan ganas, menjadi salah satu pantai yang cukup ideal untuk para peselancar, baik yang baru memulai menjajal aksi ekstrim atau yang sudah pro.

Pantai Ombak Tujuh
Pantai Ombak Tujuh, photo by SuperAdventure

Pantai Ombak Tujuh yang berada di wilayah perbatasan Kecamatan Ciracap dengan Kecamatan Ciemas ini, memang memiliki keindahan yang memukau. Tak hanya indah, pantai tersebut terkenal dengan tinggi ombaknya yang bisa mencapai 6 meter.

Sehingga Pantai Ombak Tujuh pun menjadi lokasi favorit untuk surfing, salah satu spot petualangan yang selalu ramai dikunjungi oleh para petualang, baik yang datang dan berasal dari dalam negeri sendiri, atau yang datang dari mancanegara.  Selain itu, disini juga bisa menikmati eksotisme batu karang khas pantai selatan.

Namun, di pantai ini Traveler dilarang untuk berenang karena tingginya ombak serta dikelilingi batu karang. Salah satu sudut yang tak kalah seru dan asyik untuk dinikmati di pantai ini, yaitu sebuah tempat yang bernama karang Santigi dan Muara Cibuaya. Dua tempat ini biasanya dijadikan tempat untuk memancing.

Selain itu, pada salah satu sisi Pantai Ombak Tujuh, terdapat akuarium yang berbahan dasar batuan karang disekitarnya. Batuan karang tersebut membentuk sebuah kolam yang berisikan berbagai biota laut, seperti bintang laut, beberapa koral lunak dan karang lunak.  Spot ini sangat indah dan menjadi tambahan untuk berpetualangan Traveler ke pantai ini.

Waktu-waktu yang paling tepat untuk bercengkerama dengan ombak Pantai Ombak Tujuh ini yaitu pada bulan Juni – Juli pada saat cuaca cerah. Karena pada saat itu, kondisi ombak sangat menakjubkan, dengan gulungan-gulungannya yang besar maupun kecil serta tingkat kesulitan lainnya yang selalu diincar para peselancar handal. Hindari musim hujan, karena pada musim hujan seringkali datang badai sehingga mengancam para peselancar.

Pantai Ombak Tujuh
Pantai Ombak Tujuh

Pantai Ombak Tujuh terletak kira-kira 16 kilometer dari Pantai Ujunggenteng atau Pantai Pangumbahan, Kecamatan Ciracap. Dari Ujung genteng atau Pangumbangan, Traveler dapat menggunakan kendaraan roda dua menuju Pantai Ombak tujuh dengan waktu perjalanan kurang lebih 2 jam.

Jalan lainnya untuk ke Pantai Ombak Tujuh yaitu melalui jalan dari Desa Gunungbatu, Kecamatan Ciracap, yang jaraknya sekitar 10 kilometer dengan waktu tempuh satu jam. Namun, jika memilih jalan ini sebaiknya Traveler menggunakan kendaraan jenis offroad dan diantar warga setempat, karena perjalanan ini melintasi jalan tanah diantara perkebunan kelapa dan hutan. Traveler akan melalui Kampung Cigelang. Namun yang pasti, perjalanannya tetap menyenangkan, kok!(Raditya)