Jelajah Perut Bumi di Goa Surupan dan Goa Kaca Pangandaran

Terdapat Air Mengalir yang tak Pernah Surut

Pangandaran, Goa Kaca
Pangandaran, Goa Kaca

Pangandaran memang terkenal dengan keindahan pantai-pantainya, yang merupakan destinasi wisata yang sangat potensial, selalu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara. Keindahan pantainya yang menawarkan keelokan pasir pantai hitam dan putihnya juga ombak Pangandaran yang tenang dan pemandangan matahari terbenamnya yang spektakuler, membuat pantai-pantai di sini begitu menawan. Tak heran di semua pantai-pantai Pangandaran selalu ramai pengunjung, terutama di hari libur.

Selain wisata pantainya yang tak pernah sepi, Pangandaran juga memiliki wisata goa yang tak kalah menariknya untuk dijelajahi. Seperti Goa Surupan dan Goa Kaca. Kedua goa ini berada dalam lokasi yang berdekatan, yaitu di Dusun Pasirkored, Desa Sidomulyo, Kecamatan Pangandaran.

Pangandaran, Goa Surupan
Pangandaran, Goa Surupan photo by PangandaranGoldenVisage

Goa Surupan

Goa Surupan merupakan goa alami yang di dalamnya terdapat air mengalir yang tak pernah surut. Goa ini memiliki kedalaman hingga 75 meter di bawah bukit dan panjang  sekitar 1200 meter. Goa Surupan diklaim menjadi gua bawah tanah terpanjang di Pangandaran. Memerlukan waktu tempuh kurang lebih sekitar 90 menit untuk dapat menelusuri Goa Surupan. Mulai dari pintu masuk sampai pintu keluar. Wisata Goa Surupan ini cukup mudah dijelajahi bagi Traveler yang belum pernah caving sama sekali, namun menyukai tantangan dan keindahan alam.

Panorama dalam Goa Surupan memiliki keindahan yang menarik, ornamen-ornamen bebatuan stalagtit dan stalagmit dalam goa ini diperkirakan berusia ratusan tahun. Untuk menikmati keindahan di dalam goa, Traveler harus membawa senter, karena kondisi dalam goa sangat gelap.

Pangandaran, Goa Surupan
Pangandaran, Goa Surupan

Begitu memasuki goa, Traveler akan merasakan aliran sungai di bawah kaki, semakin ke dalam, sesekali akan merasakan aliran sungai yang lebih deras atau lebih dalam. Bahkan di beberapa bagian, kedalaman sungai bisa mencapai dada orang dewasa. Sebagian besar mengatakan bahwa sungai ini masih merupakan bagian dari Sungai Cipicung. Di Goa Surupan, wisatawan akan di ajak membelah perut bumi dengan menyusuri aliran sungai Cipicung ini. Saat memasuki Goa Surupan, wisatawan akan diajak berbasah- basahan, sambil merasakan sensasi memanjat tebing dan merayap di dinding goa.

Adanya sungai di dalam goa ini juga membuat Goa Surupan memiliki udara yang lembab.  Rute di dalam Goa Surupan juga tidak selalu landai. Kadang kala Traveler perlu sedikit memanjat dan menuruni tebing-tebing di dalam goa. Meski begitu, goa yang memiliki panjang kurang lebih 1.500 meter ini, kaya akan pemandangan yang sangat menarik. Jangan lupa untuk mengambil foto disini. Ada 3 spot yang bisa di jadikan tempat berfoto ria diantaranya batu kristal besar dengan air yang mengalir dari atas batu, spot ke 2 adalah ruang besar di tengah goa dan spot ke 3 adanya lubang, sehingga matahari bisa masuk secara langsung ke dalam goa.

Goa Surupan cukup aman untuk ditelusuri bagi wisatawan yang masih awam dengan goa. Di ujung goa, aliran sungai ini akan mengalir jatuh ke sawangan. Proses jatuhnya air dengan debit yang sedikit ini menyuguhkan tampilan yang indah dipandang.

Goa Surupan juga merupakan habitat kelelawar goa. Bagian dinding goa hingga saat ini masih menjadi tempat tinggal binatang kelelawar. Semakin dalam menyusuri Goa Surupan ini, pemandangan kelelawar yang sedang tidur di dinding goa akan semakin sering ditemukan. Jadi jangan kaget jika tiba-tiba ada kelelawar yang beterbangan di atas kepala.

Pangandaran, Goa Kaca
Pangandaran, Goa Kaca photo by YoExplore

Goa Kaca

Goa Kaca yang hanya berjarak sekitar 50 meter dari Goa Surupan ini, merupakan goa yang ornamen di dalamnya menyimpan bebatuan yang menyerupai kaca. Bebatuan yang mirip kaca ini adalah fosfat. Lokasi ini awalnya ditemukan oleh pemburu landak  yang selalu kehilangan buruannya. Saat itulah goa tersebut mulai terkuak. Maka sejak tahun 1990 goa ini pun mulau tereksploitasi. Goa Kaca memiliki panjang kurang lebih sekitar 100 meter.

Goa kaca merupakan salah satu tempat wisata religius yang menyuguhkan keindahan yang menarik hati. Terletak di dusun pasir kored, desa Sidomulyo kec.pangandaran, kab. Pangandaran Jawa Barat. Goa Kaca memilki keindahan yang luar biasa, bagian langit goa dan dasar goa dipenuhi banyak stalaktit dan stalagmit raksasa yang masih alami. Selain itu, goa yang panjangnya kurang lebih 100 meter ini memiliki beberapa luas ruangan yang mirip dengan kamar tidur. Wisatawan bisa berselfie ria di ruangan goa sambil menimati stalaktit dan stalagmitnya. Konon katanya, di Goa Kaca pernah ada batu yang begitu bening seperti kaca namun batu tersebut telah rusak oleh para penambang, yang tersisa sekarang ini hanya berupa batu – batu kristal saja. Oleh karena itu goa ini dinamakan goa kaca.

Goa Kaca pertama kali di temukan pada tahun 1990 oleh para penambang batu phospat.  Makanya, ketika Traveler memasuki goa ini, akan mendapati banyak bekas galian penambangan batu phospat. Karena keindahan dan potensi wisata yang dimiliki Goa Kaca begitu memukau, warga sekitar mulai berani memasuki goa tersebut dan mulai dikembangkan. Pada tahun 2015 sampai 2016, karang taruna di Dusun Pasir Kored mencoba kembali mengembangkan wisata goa tersebut menjadi destinasi wisata pangandaran.

Bagi wisatawan yang akan mengunjungi Goa Kaca dan Goa Surupan, disarankan tidak pada musim hujan karena selain jalannya yang licin, Goa Surupan akan ditutup untuk kegiatan berwisata karena dikhawatirkan terjadi luapan sungai. Terdapat juga para pemandu wisata yang siap membantu menjelajah ke goa-goa itu.

Tentunya menelusuri Goa Surupan dan Goa Kaca ini, akan menjadi sebuah liburan yang sangat menantang dan juga menyenangkan. Selain menawarkan keindahan wisata alam, traveler dapat merasakan trekking dengan menelusuri bukit-bukit, sambil menikmati panorama keindahan alam dan bentangan pemandangan Pantai Pangandaran.

Untuk bisa menuju  Goa Surupan dan Goa Kaca, dari terminal Pangandaran kurang lebih sekitar 9 km melalui Monoharjo kemudian masuk ke arah Desa Sidomulyo, Bantar Kalong  diteruskan ke Pasir Kored. (Niel)