Mengenal Lebih Dekat Kota Kendari

Kendari adalah ibukota sekaligus pintu gerbang untuk memulai petualangan di Provinsi Sulawesi Tenggara

Wisata Kendari
Objek Wisata Bahari atau Kemaritiman Sebagai Andalannya

Kendari merupakan ibukota Provinsi Sulawesi Tenggara yang diresmikan sebagai kotamadya berdasarkan UU RI No. 6 Tahun 1995, tanggal 27 September 1995.  Kota yang memiliki luas kurang lebih 296 kilometer persegi ini,  masih menempatkan objek wisata bahari atau kemaritiman sebagai andalannya, untuk menarik minat wisatawan mancanegara maupun domestik.   Jenis wisatanya antara lain, pulau, pantai, wisata bawah laut, hingga wisata dataran tinggi berupa taman selfie dan air terjun.  Semuanya penuh keseruan dan asyik untuk dieksplore.

Kendari memang merupakan kota terbesar di Pulau Sulawesi sekaligus ibukota dan pintu gerbang untuk memulai berbagai petualangan di Provinsi Sulawesi Tenggara ini. Penduduk aslinya adalah Tolaki, Morunene, Buton, Mudan dan Bajo. Mayoritas warga Kendari berbahasa Tolaki selain Bahasa Indonesia pastinya.   Kota Kendari terletak di tepi laut banda yang sangat dalam, dimana laut dan seisinya dikenal memiliki keindahan yang sangat mengagumkan.  Untuk bisa mencapai Kota Kendari,  Traveler dapat memiliki akomodasi udara mau pun jalur laut. Melalui udara, penerbangan akan mendarat di Bandara Haluoleo.  Sementara jika memilih jalur laut, dapat dilakukan menggunakan kapal dari beberapa daerah menuju Pelabuhan Kota Kendari. Pelabuhan ini melayani kapal penumpang dan bongkar muat barang.

Wakatobi
Keindahan bawah laut di Wakatobi, photo by AirpazBlog

Nah, seperti yang telah disampaikan di awal, bahwa begitu banyak destinasi wisata di Kendari yang menyajikan banyak keindahan dan keseruan untuk dieksplore.  Apa saja objek wisatanya? Indonesiatraveler.id berhasil menghimpun beberapa destinasi wisata di Kendari yang harus disambangi oleh Traveler jika datang ke sini!

Taman Laut Wakatobi

Taman Laut Wakatobi sangat populer.  Objek wisata yang terletak di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara ini sangat terkenal dengan keindahan terumbu karang dan biota laut yang sangat beragam. Taman laut ini dikelilingi pantai dari pulau-pulau.  Bagi Traveler penyuka aktifitas diving, snokerling, berenang maupun memancing, di tempat ini akan terpuaskan bahkan bisa jadi ketagihan.

Apalagi mengusik keindahan alam lautnya yang sangat fantasti mempesona.  Area ini sering disebut sebagai surga bagi terumbu karang dunia dengan kekayaan biotanya.   Juga menjadi obyek wisata bahari bagi para petualang alam bawah laut.  Wakatobi diresmikan sebagai taman nasional pada tahun 1996 dengan total area seluas 1,39 juta hektar. Nama Wakatobi merupakan singkatan dari empat pulau besar disana, yaitu Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko, yang ke-empatnya menjadi daya tarik wisata di kawasannya.

Wakatobi memiliki keindahan terumbu karang dan biota laut menawan dan air yang jernih. Saat menyelam, Traveler dapat menjumpai udang karang, gurita, ikan napoleon, nudibranch, maupun kerapu. Beberapa spot penyelaman memiliki keistimewaan di mana masih dijumpai agregasi ikan bertelur.

Pulau labengki
Pulau Labengki, Miniatur Raja Empat Sulawesi, Photo by Travacello

Pulau Labengki

Destinasi wisata ke Pulau Labengki, yang merupakan kepulauan yang terdiri dari 5 pulau besar yaitu Labengki Besar, Labengki Kecil, Alnamira, Tukoh Kulay dan Mauang ini, sering disebut sebagai miniatur Raja Ampat di Sulawesi.  Pulau-pulau ini menyajikan keindahan pantainya, kejernihan laut, lagunanya yang berwarna hijau toska, keseruan goa – goa nya, teluk bahkan keramah-tamahan suku Bajo yang menempati Labengki Kecil.  Traveler akan dimanjakan dengan segala panorama alamnya yang sangat mempesona ini.  Begitu juga dengan keindahan bawah lautnya.  Yah, lagi-lagi Kendari memanjakan Traveler dengan kekayaan biota laut yang hidup disini dan masih terjaga kealamianya.

Sekedar menikmati panorama antar pulau, lalu menyelam ataupun snorkling yang menjadi kegiatan mengasyikkan di sini, selain itu Traveler pun juga dapat beraktifitas memancing.  Berbagai jenis ikan dapat ditemui disini,  seperti Tuna Sirip Kuning, Barakuda, ikan Layar, Kerapu, dan  Kakap Merah.

Hutan Mangrove Bungkutoko

Peminat wisata ke Hutan Mangrove Bungkutoko, hutan bakau yang berada di Kelurahan Bungkutoko ini makin hari makin banyak.  Yah, tempat ini memang memanjakan para wisatawan dengan dengan keindahan dan kesejukan hutan bakau, tanpa harus berbasah-basah.

Dengan disajikan sebuah jembatan, Traveler dapat berjalan kaki diatas jembatan itu sambil menikmati hijaunya hutan dan segarnya udara.  Traveler langsung berada di dalam hutan bakau tanpa harus kotor.  Tracking Mangrove Bungkutoko ini memiliki panjang sekitar 500 meter dengan track yang memutar, lengkap dengan pintu masuk.

Wisata Kendari
Pintu Gerbang Tracking Hutan Mangrove Bungkutoko

Fasilitas lain yang dapat memberi kenyaman sudah tersedia disini seperti gazebo, pos jaga, menara pantau dan toilet.  Bagai penggemar photo, salah satu spot gardu pandang jadi ajang rebutan untuk mengambil gambar dari puncak gardu pandang.  Hasilnya? Sangat menakjubkan! Seluruh hutan bakau ini dapat dinikmati puas dari atas gardu pandang ini, dan panorama ini pun menjadi penambah keseruan dan berswa photo.

Puncak Ahuawali

Sajian Puncak Ahuawali menawarkan panorama alam pegunungan yang indah.  Sejauh-jauh mata memandang, semuanya penuh dengan keindahan.  Tak heran, Puncak Ahuawali yang berada di ketinggian sekitar 750 meter dari permukaan laut ini, menjadi sangat populer di kalangan wisatawan.

Untuk mencapai lokasi ini, Traveler dapat memiliki kendaraan beroda dua atau pun empat.  Jarak tempat wisata ini dari kota Kendari sekitar 60 kilometer.

Pantai Toronipa

Pantai Toronipa yang menghadap ke Laut Banda ini, memiliki hamparan pasir putihnya sepanjang kurang lebih 4 kilometer, menjadikan pantai ini sempurna untuk wisata keluarga.  Hamparan pasir putihnya yang lembut yang membentang tanpa henti di seluruh teluk ini, menjadi tempat yang tepat untuk menikmati dan menghayati proses step by step matahari terbit dan tenggelam.  Yah, karena lokasinya berada di ujung timur teluk, hal ini merupakan posisi yang pas sekali untuk menantikan matahari terbit dan tenggelam.  Setiap semburat cahaya yang mengikuti terbit dan tenggelamnya sang surya, menjadi moment yang sangat menakjubkan. Bias-bias keindahan cahaya yang terpencar, membuat panorama alam sekitar turut terhipnotis.

Kata Toronipa berasal dari kata Bugis, ‘toro nipa’ yang berarti ‘pohon nipa lentur’,  yang menghiasi sebagian besar pantai.  Kegiatan seru dan mengasyikkan yang dapat dilakukan di pantai ini antara lain, membangun istana pasir, bermain bola voli pantai, sepak bola pantai, serta aktivitas lainnya.  Seru juga lho menikmati asyiknya banana boat, satu permainan di air yang memberi sedikit aksi mendebarkan namun tetap penuh kegembiraan.

Pantai Toronipa
Kesejukan Pantai Toronipa dengan Banyaknya Pohon Nipah

Puncak ST

Singkatan dari Puncak Safiul Tamburaka (ST) yang merupakan lokasi wisata yang cukup nge-hits di kalangan anak muda dan keluarga di Kota Kendari.  Tempat ini menjadi salah satu alternatif pilihan untuk mengisi liburan.  Tempat ini menyajikan pemandangan alam yang sangat indah.  Banyak spot-spot foto menarik lainnya yang dapat dijadikan background untuk berfoto.  Ada  papan love, papan bundar dan rumah pohon.

Bagi yang ingin bersantai-santai ria, dapat menikmati fasilitas hammock yang sudah tersedia.  Hammcok dipasang di antara pohon buah.  Selain itu, di tempat ini juga banyak pohon buah yang dapat dimanfaatkan oleh pengunjung.  Traveler dapat menjajal pengalaman memetik buah langsung dari pohon.

Benteng Keraton Buton

Benteng Keraton Buton berbentuk lingkaran dengan luas sekitar 23,375 hektar.  Dengan luas seperti ini, menjadikan benteng ini sebagai benteng terluas di dunia.  Benteng ini merupakan peninggalan sejarah, dahulu difungsikan sebagai tempat tinggal dan perlindungan bagi raja serta kepala adat dari serangan bajak laut. Benteng ini juga berperan sebagai tempat pengawasan terhadap kapal-kapal yang melintas di pesisir.

Arsitektur benteng ini sangat unik dan klasik. Benteng dengan tinggi 1-8 meter, ketebalan 50 cm hingga 2 meter dan panjang 2.740 meter ini, dibangun dengan menggunakan batu gunung yang direkatkan hanya menggunakan pasir, kapur dan putih telur. Benteng Keraton Buton memiliki 12 pintu gerbang dan 16 emplasemen meriam.  Di dalam kompleks benteng banyak terdapat obyek menarik lainnya seperti, menara pandang, meriam, jangkar raksasa, dan lain-lain.

Benteng Keraton Buton
Dari atas Benteng dapat Menikmati Keindahan Kota Bau Bau

Benteng Keraton Buton yang dibangun pada abad ke-16 oleh Sultan Buton III bernama La Sangaji yang bergelar Sultan Kaimuddin (1591-1596) ini, terletak di puncak bukit.  Sehingga dari posisi ini, Traveler dapat puas melihat keindahan Kota Buton atau Kota Bau-Bau yang sangat menarik.(Rafa)