Menikmati Hutan Wisata di Pulau Kembang, Banjarmasin

Ratusan Ekor Kera Tinggal disini

Pulau Kembang Banjarmasin
Bekantan, Kera Endemik Kalimantan, Photo by TravelClub

Pulau Kembang merupakan salah satu hutan wisata yang berada di sebelah barat Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.  Disebut pulau, karena luas pulau ini cukup besar, sekitar 50 hektar yang di atasnya terdapat sebuah hutan wisata.   Daratan atau delta yang berada di tengah sungai Barito ini,  dijadikan salah satu tujuan wisata.  Siapapun dapat mengunjungi pulau ini dan menikmati segala keindahannya.

Pulau Kembang Banjarmasin
Jalur Jembatan Untuk Menjelajahi Pulau

Selama mengunjungi Pulau Kembang, Traveler bakal menjumpai banyak monyet dan berbagai jenis burung. Salah satu monyet yang ditemui adalah Bekantan. Sebenarnya, agak susah menemuinya karena bekantan pada dasarnya sangat pemalu. Bekantan adalah kera endemik Kalimantan berekor panjang yang mempunyai hidung mancung dengan warna kekuningan, tidak seperti monyet lain pada umumnya.  Karena hidungnya inilah, bekantan dikenal juga sebagai monyet Belanda. Beberapa hewan khas lainnya yang menjadi habitat Pulau Kembang antara lain Bajing Tanah, Elang Abu-Abu, Kura-Kura Pipi Putih, serta Ikan Gelodok.

Namun, yang paling banyak beredar adalah habitat kera berekor panjang (monyet).  Monyet-monyet yang jumlahnya ratusan di Pulau Kembang ini adalah monyet yang jinak, karena mereka terbiasa diberi makan oleh pengunjung.   Biasanya pengunjung memberi makan monyet-monyet ini dengan kacang.  Kacang itu bisa dibeli di tempat wisata, dan banyak penjual yang menyediakannya.  Sebenarnya, disini juga ada kera berwarna putih, tapi jarang sekali pengunjung bisa menemuinya.

Pulau Kembang Banjarmasin
Gerbang Selamat Datang di Pulau Kembang

Pulau Kembang termasuk dalam wilayah administratif kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala, provinsi Kalimantan Selatan.  Kawasan pulau ini berjarak sekitar 1,5 km dari Kota Banjarmasin dan dapat ditempuh dengan menggunakan perahu klotok sewaan.  Ada beberapa akses jika Traveler akan mengunjungi Pulau Kembang ini, melaui Siring Sungai Martapura dan melalui Kampung Muara Kuin. Jika memilih lewat Siring Sungai Martapura, Traveler dapat menyewa perahu klotok yang setiap hari mangkal disana dengan tujuan Pulau Kembang.  Lama perjalanan ke Pulau kurang lebih 1 jam.  Dan selama perjalanan, Traveler akan terpukau melihat keindahan sungai Martapura dan Sungai Barito, juga melihat lebih jelas kehidupan masyarakat di sekitar sungai, dan keseruan menikmati pemandangan beberapa kapa-kapal yang sengaja parkir di pinggiran sungai Barito.

Namun, jika Traveler memilih melalui Kampung Muara Kuin yang juga dapat langsung menyewa klotok yang tersedia disana, sebaiknya berangkat sebelum matahari terbit.  Karena akan melalui wisata Pasar Terapung Muara Kuin yang cukup ramai.  Perjalanan melalui Kampung Muara Kuin ke Pulau Kembang lebih singkat, memakan waktu sekitar 45 menit, karena jaraknya memang tidak terlalu jauh.  Tapi, itu belum termasuk kalau ternyata Traveler masih ingin singgah dulu di Wisata Pasar Terapung, lho!

Begitu memasuki Pulau Kembang, Traveler akan langsung disambut dengan kelincahan kera-kera dan terkadang kera-kera ini sangat agresif.  Disarankan, terlebih dahulu Traveler membeli kacang  yang dijual di depan gerbang wisata. Ini adalah umpan atau makanan monyet. Sehingga ketika di dalam area wisata, begitu monyet-monyet yang ramah berseliweran, Traveler dapat dengan leluasa mendekati monyet-monyet ini sambil memberi makan.

Pulau ini memang pulaunya monyet.  Dimana ratusan ekor monyet atau kera hidup bebas disini.  Tak heran, di dalam kawasan hutan wisata ini terdapat sebuah altar berlambangkan dua buah arca berwujud kera berwarna putih (hanoman), yang diperuntukkan sebagai tempat untuk meletakkan sesaji bagi para ‘penjaga’ Pulau Kembang.  Ikhwal pemberian nama Pulau Kembang sendiri berasal dari kebiasaan warga setempat yang membawa bunga-bunga sebagai sesaji menuju Pulau ini.

Pulau Kembang Banjarmasin
Habitat Ratusan Ekor Kera, Photo by DuniaIndra

Pulau dengan jam operasional mulai jam 07.00 dan tutup jam 17.00 ini, sudah dilengkap dengan fasilitas umum seperti kamar mandi serta warung jajanan. Dan untuk mengelilingi Pulau Kembang, sudah disediakan jembatan karena tanah di pulau ini sebagian besar rawa yang sulit diinjak secara lasngung.

Bagi Traveler yang masih takut berghadapan dengan monyet-monyet agresif ini, tersedia juga petugas yang siap mendampingi selama Traveler mengelilingi pulau ini. Mereka lah yang akan melindungi kalau ada kera yang akan mendekat. Untuk petugas yang mendampingi tersebut biasanya mereka menerima se ikhlas nya saja sebagai upahnya.(Rafa)