Sensasi Menikmati Sajian Lezat di Belitong Timpo Duluk

Nuansa Jadul, Klasik dan Sangat Vintage

Sensasi Menikmati Sajian Lezat di Belitong Timpo Duluk
Sajian Makan Bedulang

Menghabiskan waktu liburan ke Belitung, tak afdol rasanya tidak mencicipi sajikan kuliner di resto satu ini.  Rumah makan dengan suasana yang mengangkat nuansa jadul, selain sajian menu masakannya yang sangat menggugah selera, Traveler dapat melampiaskan keseruan ini dengan mengabadikan foto selfinya dengan background-background unik nan klasik, sangat vintage malah,  yang disiapkan di rumah makan ini.

Ini adalah Rumah Makan Belitong Timpo Duluk.  Rumah makan ini sangat terkenal dan selalu jadi ‘kewajiban’ bagi wisatawan yang datang ke Belitung untuk mampir ke rumah makan ini.  Resto yang berlokasi di Jalan Lettu Mad Daud No. 22, Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung ini, berdiri sejak tahun 1918.  Karena berdiri sudah seratus tahun lebih, sajian masakannya pun juga dibuat menggunakan resep masakan tempo dulu.

Sensasi Menikmati Sajian Lezat di Belitong Timpo Duluk
Khas dengan interior sepeda ontel yang menggantung

Sesuai dengan namanya, selain sajian masakannya tetap mengusung resep khas masakan zaman lawas, tempat makan ini juga mengedepankan suasana klasik dan tradisional, sangat vintage, sehingga pengunjung pun merasakan suasana yang kental dengan kondisi masa lampau, dan menemukan suasana baru yang menyenangkan di era tekhnologi sosmed yang makin canggih ini.

Dari luar saja, resto ini sudah terlihat sangat tradisional dan jadul. Begitu masuk, suasana klasiknya makin terasa. Dengan menempati rumah kuno asli Belitung dan disulap menjadi rumah klasik yang sangat unik, resto ini tidak semata memanjakan pengunjungnya dengan rasa masakan yang menggugah selera, namun pandangan mata pun kerap dimanjakan dengan keindahan-keindahan unik ini.

Sensasi Menikmati Sajian Lezat di Belitong Timpo Duluk
Tetap Mengusung Resep Jadul

Saat masuk ke resto ini, dinding-dinding tembok yang dilapisi kayu tampak berhiaskan berbagai peralatan pertanian serta nelayan masa lampau.  Salah satu sisi tembok tampak display yang cukup unik dan sangat menarik, adanya sebuah sepeda ontel, salah satu transportasi zaman dulu, yang menggantung menempel di dinding, lengkap dengan keranjang pempang yang ditaruh di kursi belakang.  Selain sepeda ontel, juga digantung peralatan masak lainnya yang terbuat dari anyaman bambu seperti nampah, bakul dan lainnya. Sangat klasik kental suasana ala pedesaan tempo dulu.

Dari segi makanan, Traveler akan ditawakan menu ala carte, dengan sajian menu makanan khas Belitung seperti Gangan Kelapa Muda, Gangan Darat, Berego, Sambal Serai, Sate Ikan, Ayam Ketumbar, Iga Bakar, Ayam Bakar Timpo Duluk serta varian masakan Belitung lainnya yang sangat khas, dan tetap mengusung resep masakan zaman jadul, namun citra rasanya sangat lezat dan cukup mengobati kerinduan pada sajian tempo dulu.

Sensasi Menikmati Sajian Lezat di Belitong Timpo Duluk
Klasik dan sangat Mengesankan

Selain resep kuno, semua sajian di sini dihidangkan menggunakan peralatan klasik.  Sebagian penyajian diberi alas daun simpor, seperti masakan khas tradisional Belitung kebanyakan. Daun simpor memang sering digunakan oleh masyarakat Belitung untuk membungkus makanan yang sudah dimasak.  Begitu juga dengan cara makannya, disini diterapkan cara makan tradisional yaitu makan bedulang.  Bedulang merupakan budaya khas masyarakat Melayu Belitong.  Dulong adalah tempat makan atau wadah seperti nampah besar yang berbentuk bulat.  Di wadah inilah seluruh sajian menu masakan ditampilkan, di atur dengan penataan yang rapi dan cantik.

Sensasi Menikmati Sajian Lezat di Belitong Timpo Duluk
Sebagian Sajian di ditata Beralaskan Daun Simpor,

Akses menuju rumah makan Belitong Timpo Duluk  cukup mudah, Traveler dapat melalui dari Tugu Satam ke arah Barata atau menuju Kampong Parit. Keberadaan rumah makan ini tepat berada di simpang empat.  Jika ingin bersantap malam disini, sebaiknya lakukan reservasi terlebih dahulu.  Karena ruangan resto ini tidak terlalu luas dengan jumlah kursi yang juga terbatas sementara peminat makan malam cukup banyak, begitu pula area parkir yang juga terbatas.(Niel)