1001 Ide-Ide Brilian Teuku Badruddin Syah

Ingin Masuk Surga dari Pintu Sedekah

1001 Ide-Ide Brilian Teuku Badruddin Syah
Low Profile dan Sangat Bersahaja

Beliau merupakan sosok yang sangat mencintai  NKRI dan memiliki kekerabatan dengan tokoh-tokoh utama Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Merupakan pemimpin visioner di Indonesia dalam kancah global yang patut dicontoh. Putra daerah asal Aceh ini memiliki 1001 ide-ide besar dalam membangun tanah leluhur, salah satunya adalah membangun Kilang Minyak Terintegrasi di Tanah Rencong.  Selalu memiliki pemikiran yang out of the box, dan siap mewujudkan mimpi besarnya yaitu memberi bantuan sosial untuk rakyat Aceh, khususnya kepada mereka yang taraf ekonominya rendah. Pengusaha yang ringan tangan dan selalu berderma ini, tetap humble dalam kesehariannya.  Inilah dia, Teuku Badruddin Syah, salah satu tokoh Aceh yang memiliki segudang cita-cita mulia.

Yuk, kenal lebih dekat dengan beliau!

Nama Teuku Badruddin Syah untuk kalangan politikus, bisnis bahkan sampai elite atas mancanegara merupakan sosok yang sangat familiar. Pria yang bawaannya cukup tegas dan tidak takut kepada siapapun, meskipun berteman dengan kalangan pejabat bahkan sampai Presiden Jokowi sekalipun dan dianggap saudara oleh Keluarga Al Thani – Qatar (dinasti penguasa di Qatar yang merupakan orang-orang terkaya di dunia), tidak pernah merasa dirinya orang hebat.  Tetap low profile, apa adanya dan menjadi diri sendiri, menjadi seorang Teuku Badruddin Syah.

“Kepercayaan menjadi penting dalam sebuah hubungan dan begitu mahalnya harga sebuah kepercayaan hingga tak bernominal. Sekali hilang, tak akan mendapatkannya kembali seperti semula,” prinsipnya tegas.

1001 Ide-Ide Brilian Teuku Badruddin Syah
Ingin Berkontribusi Lebih Besar lagi Untuk Bangsa Ini

Teuku Badruddin Syah selaku President Director PT Korina Refinery Aceh, CEO PT Kimco Citra Mandiri (KIMCO Group), juga President Director PT Wangsa Energi Prakarsa, adalah Tokoh Aceh di Jakarta yang memiliki kekerabatan dengan tokoh-tokoh utama Gerakan Aceh Merdeka (GAM), sekaligus sangat mencintai NKRI. Beliau juga Pendiri Lembaga Keluarga Besar Bangsawan Pasai yang memiliki cita-cita mulia dan sangat menginspirasi, karena berkontribusi besar bagi bangsa Indonesia untuk mengentaskan kemiskinan rakyat Aceh.

Sebagai seorang pengusaha migas yang juga pencinta motor besar dan aktif sebagai senior riders di komunitas Harley-Davidson Club Indonesia (HDCI), Teuku Badruddin yang memiliki posisi sebagai Wakil Ketua Pengurus Daerah HDCI Bogor ini, meyakinkan bahwa dirinya selalu berusaha menjunjung tinggi moralitas dan prinsip- prinsip kebenaran, serta menganggap etika dalam berbisnis sangat penting baginya, selaras antara pikiran, perkataan dan perbuatan.

“Hal yang paling penting untuk sukses berbisnis yaitu adanya ‘trust dan trustworthiness’ (kepercayaan dan sifat dapat dipercaya),” tutur pria yang pernah mengenyam ilmu perbisnisan di negara Jepang dan Hongkong ini.

Sebagai seorang bisnisman, ayah tiga anak yang juga pernah kuliah di Universitas Indonesia ini, disebut juga sebagai pejuang energi yang berideologi.  Berkat kepiawaiannya memimpin perusahaan, Teuku Badruddin Syah berhasil mendatangkan investasi senilai 6-Milyaran USD Dollar untuk membangun Kilang Minyak Terintegrasi di Tanah Rencong. Menurutnya, kehadiran kilang minyak yang terintegrasi di Serambi Mekkah ini, akan menopang pertumbuhan ekonomi nasional. Kehadirannya bisa menyerap tenaga kerja lokal sebanyak-banyaknya, ekonomi masyarakat setempat bertumbuh dan pendapatan daerah meningkat.

Ini bukan semata nilai bisnisnya yang diincar, Teuku Badruddin ingin berkontribusi lebih besar lagi bagi bangsa Indonesia, terutama mengentaskan kemiskinan rakyat Aceh, tanah kelahirannya. Untuk mewujudkan cita-citanya ini, Teuku Badruddin siap mengeluarkan 1001 ide-ide besarnya dalam membangun tanah leluhurnya ini.  Tak heran, semangat dan pencetusan ide-ide kreatifnya ini, membuat Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Eddy Ganefo periode tahun 2020-2025, meminta Teuku Badruddin Syah menjadi Wakil Ketua Bidang Migas.

1001 ide-ide briliannya pun semakin berkembang.  Seperti rencananya berikut ini, yaitu seusai mendirikan kilang minyak, Teuku Badruddin siap mencanangkan agar perusahaannya ini mewajibkan secara rutin santunan kepada janda dan anak-anak yatim, serta memakmurkan masjid termasuk mencerdaskan SDM rakyat Aceh, sekaligus menyerap sebanyak-banyaknya SDM lokal. Termasuk memikirkan kehidupan para pemuka agama di Aceh agar hidup lebih baik lagi.  Berkat cita-cita mulia tersebut, Teuku Badruddin Syah dijuluki ‘Abu Turki’ atau ‘Ampon Badruddin’ oleh sebagian masyarakat Aceh.

“Pintu sedekah merupakan salah satu tiket masuk surga,” alasan suami dari Irmawati Sudrajat ini dengan gemarnya ia bersedekah.

1001 Ide-Ide Brilian Teuku Badruddin Syah
Teuku Badruddin Syah (no 2 dari kanan)

Bangkit dan Siap Berjaya

Menurut Teuku Badruddin Syah, Aceh memang memiliki masa lalu yang kelam. Teringat akan ucapan presiden pertama Indonesia Ir. Soekarno saat datang ke Aceh, yang menyebutkan bahwa Aceh adalah daerah modal.  Sementara, ketika saat ini Badan Pusat Statistik (BPS) malah menyebut bahwa Aceh merupakan daerah termiskin dibandingkan dengan daerah lain yang ada di Sumatera sejak tahun 2002, bahkan disamakan Bengkulu, Teuku Badruddin Syah pun merasa terpukul.

“Yah, saya menangis ketika BPS menyebut, Aceh daerah termiskin dibandingkan dengan daerah lain yang ada di Sumatera sejak tahun 2002, bahkan disamakan Bengkulu.  Padahal dahulu, Aceh adalah daerah modal dengan penyumbang terbesar di negeri ini.   Aceh banyak membantu Republik Indonesia berdiri.  Pesawat, emas, nyawa, tentara (hisbullah), senjata, sehingga Bung Karno berjanji akan menjadikan Aceh daerah khusus. Di Indonesia hanya ada dua yang disebut daerah khusus, yaitu Jogjakarta dan Aceh. Tapi sekarang BPS malah mencatat bahwa 20 tahun Aceh jadi daerah termiskin di Sumatera. Don’t make sense!’ ujarnya geram.

Teuku Badruddin Syah pun menjabarkan alam Aceh yang begitu kaya.  Mulai dari pesona alamnya yang menjadi daya tarik pariwisata, seperti laut dan pantainya yang begitu cantik dan indah.  Apalagi kekayaan alamnya yang sungguh luar biasa menakjubkan seperti gas, minyak, batu bara, nikel, emas dan lainnya.

“Ketika batu bara milik saya dieksplorasi, tahu apa yang terjadi? Ditemukan nuklir atau uranium! Saya langsung lapor ke pemerintah yang dikoordinasikan ke kementerian ESDM.  Ini menunjukkan bahwa kekayaan bumi Aceh begitu mahal nilainya,” ujarnya lagi.

Untuk siap mengembalikan kejayaan bumi Aceh, Abu Turki pun terdorong kuat untuk menyegerakan mimpi-mimpi besarnya.  Abu Turki siap menjalankan bisnis dimana rakyat Aceh bisa bekerja, mendapatkan penghasilan sehingga perutnya kenyang karena mampu membeli sandang pangan.

Sepak terjang Abu Turki dalam membantu rakyat Aceh, tak main-main.  Sebelum usaha kilang minyak terintegrasi di Serambi Mekkah yang tengah dibangun saat ini, kiprahnya dalam membangun Aceh sudah dilakukannya, dan benar-benar nyata. Abu Turki menjelaskan telah membantu untuk membuka lahan buat pengeringan padi juga mendorong kehidupan petani di Aceh dikala panen padi. Selain itu, mengelola kembali perkebunan orang-orang tua dulu. Bahkan berhasil mendirikan koperasi-koperasi kopi. Membuat pabrik kopi dan memasarkan kopi asal Aceh ke luar negeri. Upayanya tersebut, terbukti nyata untuk mengatasi kesenjangan ekonomi maupun masalah sosial. Rekam jejaknya, berhasil membuat petani kopi Aceh menjadi mandiri.

“Kalau ke Takengon sekarang, sepanjang jalan disana tumbuh subur warung kopi,” urai Abu Turki.

“Saya buatkan pabrik, bahkan saya membuka pasar kopi gayo ke luar negeri,” katanya lagi penuh semangat.

Lebih lanjut, Abu Turki menjelaskan produk kopi gayo Aceh yang telah dinobatkan sebagai kopi organik terbaik di dunia, dan sudah banyak dikenal oleh konsumen mancanegara baik di daratan Eropa, Amerika maupun Asia.  Dijelaskan pula, bahwa perkebunan kopi ini telah ada sebelum kemerdekaan. Tumbuh subur di Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah sejak tahun 1908.

1001 Ide-Ide Brilian Teuku Badruddin Syah
Teuku Badruddin Syah bersama CEO PVK, Umi Kalsum

Don’t look back, please!

Flashback, menilik ke belakang menyoroti kesuksesan Aceh zaman dahulu, yang begitu kaya, begitu banyak kemakmuran dimana-mana. Namun, kejadian demi kejadian membuat bumi Aceh berubah, dan akhirnya pun menangis.  Banyak konflik yang terjadi sehingga sumber daya pun menjadi minim. Itulah masa-masa kelam perjalanan Aceh. Hal ini tidak menyurutkan semangat Teuku Badruddin Syah untuk tetap menciptakan peluang-peluang kemajuan bagi rakyat Aceh.

“Saya selalu imbau kepada Rakyat Aceh. Don’t look back, please! Lihat ke depan. Apa sih yang bisa orang-orang bangkitkan untuk memajukan bangsa dan tanah airnya terutama tanah leluhurnya? Percuma membahas masa lalu, yang ada hanya sakit hati, marah-marah, kecewa, benci, sudahlah… semua kejadian masa lalu dijadikan pelajaran dan ibrah untuk dipetik.  Pemerintah sekarang beda, mulai bangkit dan mengejar ketertinggalan,” ujar Teuku Badruddin penuh optimis.

Teuku Badruddin menghimbau putera-putera daerah asal Aceh untuk membangun tanah leluhur ini.  Termasuk bagi investor-investor yang berasal dari Arab Saudi, Qatar, China, Hongkong, Singapura, Malaysia dan lainnya, diajak untuk investasi ke Indonesia sekaligus membangun Tanah Aceh.

“Sudah betul kebijakan Presiden Jokowi untuk pembangunan infrastruktur di Indonesia. Saya bangga dan salut kepada Beliau. 20 tahun sudah Aceh tidak mengalami kemajuan. Tidak ada presiden yang memperhatikan secara masif. Berkat Presiden Jokowi, saat ini pembangunan di Aceh dipercepat. Sekarang, rakyat Aceh dapat menikmati pembangunan tol dan banyak lagi seperti mengakses internet (wi-fi) gratis, guna mewujudkan Banda Aceh cyber city,” kata Teuku Badruddin bangga.

Dekat dengan Emir Qatar

Memiliki hubungan dekat dengan Keluarga Al Thani – Qatar, yaitu dinasti penguasa di Qatar yang merupakan orang-orang terkaya di dunia.  Namun hal ini tidak membuat Teuku Badruddin merasa dirinya hebat.  Pembawaannya tetap santai, low profile dan bersahaja.  Kehidupan ‘Abu Turki’ alias Teuku Badruddin Syah merasa seperti mendapatkan anugerah yang diberikan Allah SWT dan tidak menampik kedekatannya tersebut memiliki sensasi tersendiri.

“Dulu saya pernah tinggal lama di Qatar dan sudah dianggap menjadi saudara oleh Emir Qatar,” ujar Teuku Badruddin.

“Karena saya dianggap keluarga oleh mereka. Kadang kalau kesana bisa menghabiskan waktu 6 bulan, saya pun keliling ke United Emirate Arab. Saya pernah diajak berkeliling oleh komunitas Harley-Davidson Club Timur Tengah. Kami ke Mekkah hanya 7-jam dari Qatar dan Yaman. Untuk ke Iran, cukup menyeberang. Keluarga Emir Qatar sangat baik kepada saya,” terangnya.

1001 Ide-Ide Brilian Teuku Badruddin Syah
Siap Mengembalilkan Kejayaan Tanah Aceh

“Hubungan dengan keluarga Emir Qatar memang sangat dekat sekali. Saya mengenal Syekh, terjalin dan terbina sudah sejak lama,” ungkapnya lagi.

Saat ini, Emir Qatar menyokong permodalan PT Korina Refinery Aceh. Dukungan tersebut untuk terwujudnya kilang minyak di Aceh dengan kapasitas 200.000 barel per hari. Pendirian kilang minyak milik Teuku Badruddin ‘head to head’ dengan kilang minyak Pertamina di Cilacap, Balongan.

Inilah Teuku Badruddin Syah, Tokoh Aceh di Jakarta yang bercita-cita ingin membangun kampung halaman dari jalur swasta sebagai pengusaha. Hal ini juga merupakan amanah dari ayahanda-nya semasa hidup.  Bahkan, Teuku Badruddin dilarang untuk terjun ke dunia politik.  Lebih senang disebut sebagai pengusaha yang ringan tangan untuk berderma.  Memberikan bantuan sosial buat rakyat Aceh, terutama kepada mereka yang taraf ekonominya rendah, masjid dan lainnya. Pemikirannya sederhana, ingin masuk surga dari pintu sedekah!(Niel/bahan wawancara : Erwin – Pariwisata Indonesia)