Air Terjun Pancuran Rayo, Antara Sensasi dan Mistis

Cocok bagi Traveler penyuka tantangan dan petualang

Air Terjun Pancuran Rayo, Antara Sensasi dan Mistis
Sensasi menikmati air terjun tertinggi di Sumatera, Photo by@elhm14

Jambi memiliki banyak objek wisata air terjun yang begitu indah dan wajib untuk disambangi.  Salah satunya adalah Air Terjun Pancuran Rayo, merupakan air terjun tertinggi di Sumatera dengan debit airnya yang sangat besar. Tak hanya ketinggian air terjun ini yang memikat hati, panorama alam sekitarnya pun begitu menakjubkan, nuansa alam yang masih natural dan siap menghipnotis wisatawan yang datang ke objek wisata ini. Atmosfer kesejukan begitu kentara di kawasan ini.

Kombinasi landscape pegunungannya nan hijau dengan air terjun di dalamnya, menjadi satu kesatuan yang begitu indah untuk dinikmati.  Yah, Air Terjun Pancuran Rayo masuk dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat, Pegunungan Kerinci, tepatnya terletak di Dusun Baru Pulau Tengah, Kecamatan Danau Keliling, Kabupaten Kerinci, Jambi.

Air Terjun Pancuran Rayo, Antara Sensasi dan Mistis
Hempasan air jatuh menyebar luas, Photo by@m.hafis13

Selain panorama alamnya yang menakjubkan, Air Terjun Pancuran Rayo juga terkenal dengan cerita mistisnya.  Air Terjun Pancuran Rayo memang menyajikan keindahan alamnya namun berbalut mistis yang masih banyak dipercaya oleh warga sekitar. Menurut cerita warga setempat, dahulu kala air terjun ini menjadi tempat pemandian tujuh bidadari.  Dan saat ini sering terlihat sosok wanita yang menyerupai bidadari di sekitar kawasan air terjun.  Selain cerita bidadari, kisah mistis lainnya yaitu, dahulu sempet tumbuh bunga mawar berwarna hitam yang posisinya di sebelah kiri air terjun.  Jika ada yang berani memetik dan membawa pulang bunga mawar itu, bunganya akan berubah menjadi daun kering.  Juga cerita mistis lainnya yang cukup terkenal, yaitu kisah pada saat penjajahan Belanda.  Dipercaya bahwa di balik air terjun terdapat pintu ajaib yang menyimpan emas, meskipun sampai saat ini cerita tersebut belum bisa dibuktikan kebenarannya.

Air Terjun Pancuran Rayo, Antara Sensasi dan Mistis
Air Terjun dikelilingi hutan belantara, bagaikan pagar hijau

Perjalanan menuju lokasi Air Terjun Pancuran Rayo sangat cocok bagi Traveler penyuka tantangan dan petualang.  Cukup melelahkan dengan banyak ‘drama’ yang siap ditempuh. Traveler harus menempuh perjalanan dengan berjalan kaki sejauh kurang lebih 4 kilometer dengan medan perjalanan yang cukup melelahkan.  Naik turun bukit melewati jalan berupa tanah, juga masuk ke dalam hutan melewati perbukitan. Belum lagi berjibaku menyeberangi beberapa anak sungai. Sungguh perjalanan yang menguras energi dan cukup melelahkan, namun menjadi tantangan tersendiri bagi Traveler berjiwa petualang. Namun, begitu penampakan air terjun mulai terasa, hasrat hati untuk segera menikmati segarnya air pegunungan ini pun langsung menggebu-gebu.  Begitu suara jatuhnya air mulai terdengar, pertanda Air Terjun Pancuran Rayo mulai dekat.

Air Terjun Pancuran Rayo begitu indah, begitu eksotis terlihat. Berada di tengah tertutupnya hutan belantara yang begitu lebat bak pagar raksasa, layaknya surga tersembunyi.  Ketinggian air jatuh benar-benar maha dahsyat, sekitar 120 -150 meter. Dibawahnya tampak bebatuan yang berselimutkan lumut hijau, memberi kesan bahwa keberadaan air terjun ini masih terawat keasriannya.  Percikan-percikan dari air terjun menciptakan suasana makin sejuk menyegarkan.

Air Terjun Pancuran Rayo, Antara Sensasi dan Mistis
Perjalanan yang melelahkan namun hasilnya memuaskan, photo by@bramsakti

Traveler dapat bermain air, berenang, berendam atau mandi pada kolam yang terletak di bagian dasar air terjun.  Hempasan air terjun menjadi sensasi tersendiri saat air mengenai tubuh.  Bagi Traveler yang masih ingin menikmati keindahan air terjun ini lebih lama lagi, dapat mendirikan tenda dan kemping di sekitar air terjun. Jangan lupa segala perbekalan untuk kemping dan logistiknya dipersiapkan dari awal.  Karena di sekitar air terjun belum tersedia warung dan fasilitas umum lainnya.(Rafa Juliansyah)