Melihat Beragam Flora dan Fauna di Taman Nasional Lore Lindu

Lebih dari 50 persen satwa yang terdapat di TNLL merupakan endemik Sulawesi, seperti burung maelo, kera tonkean, babi rusa, tangkasi, anoa, kuskus Sulawesi.

Taman Nasional Lore Lindu (TNLL) terletak di beberapa kecamatan di dua wilayah Kabupaten di Provinsi Gorontalo, yaitu Kecamatan Kulawi, Sigibiromaru, Palolo dan Pipikoro di Kabupaten Donggala, dan Kecamatan Lore Utara, Lore Selatan, dan Lore Tengah di Kabupaten Poso. Keistimewaan taman nasional ini terletak pada keragaman jenis fauna dan flora yang tidak ditemukan di taman nasional lain di dunia.

Lebih dari 50 persen satwa yang terdapat di TNLL merupakan endemik Sulawesi, seperti burung maelo, kera tonkean, babi rusa, tangkasi, anoa, kuskus Sulawesi. Kemudian ada juga katak Sulawesi, musang Sulawesi, tikus Sulawesi, ular emas dan ikan endemik yang berada di Danau Lindu.

Sementara jenis flora yang merupakan endemik TNILL, di antaranya Wanga (figajeta flaris Sp.) dan Leda (eucalyptus deglupta). Jenis tanaman Leda ini memiliki bau harum, sehingga sering dijadikan sebagai bahan tambahan dalam pembuatan kosmetik.

TNLL buka setiap hari dari pagi hingga sore hari. Di kawasan ini tersedia penginapan berupa wisma (guest house) dan beberapa fasilitas penting lainnya, seperti kantor, pondok jaga, pos jaga, menara pandang atau pengamatan, shelter, dan lain-lain.

Di kawasan TNLL juga dilengkapi pusat informasi untuk memperoleh gambaran tentang wilayah ini, serta petunjuk-petunjuk penggunaan sarana yang ada.

Kemudian yang ingin mengetahui lebih banyak tentang kawasan TNLL, di lokasi juga tersedia pelayanan jasa berupa pemandu wisata alam yang siap mengantar dan memberikan informasi kepada para traveler.

TNLL terletak sekitar 60 kilometer selatan Kota Palu, Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah. Kawasan TNLL dapat dicapai dari beberapa arah. Pintu masuk di sebelah Utara, Timur, dan Barat, dapat dicapai dari arah Kota Palu.

Ingat jangan lewatkan berbagai kegiatan wisata lainnya, seperti bersampan dan pengamatan satwa di Danau Lindu, Gimpu, Wuasa dan Bada, berkemah dan mendaki gunung, jungle tracking di Gunung Nokilalaki dan Rorekatimbo. Selain itu bisa juga rafting atau arung jeram di Sungai Lariang, menyaksikan air panas, lintas hutan, dan pengamatan satwa di Dongi-Dongi, Kamarora. Di luar TNLL, traveler juga dapat menyaksikan atraksi budaya, yaitu Festival Danau Poso yang diselenggarakan setiap bulan Agustus. (IPG)