Menerusi Sebuah Tradisi

Seni tradisonal yang satu ini cukup diminati warga tidak hanya karena kepentingan bekal bela diri, tapi juga menjadi salah satu sarana media dakwa dan penyebaran islam. Seni beladiri khas Mandar yang tetap lestari sejak abad 16 ini, ternyata juga diminati wisatawan asing.

 Sore itu di Pantai Perawan kami disungguhkan kesenian khas Kepulauan Seribu tepatnya di Pulau Tidung. Pencak Mandar adalah seni bela diri yang tidak hanya mengandalkan kekuatan tenaga tetapi juga spiritual. “Setiap murid pencak mandar diharuskan puasa, karena untuk membersihkan jiwa,”ujar Masaupi guru pencak mandar di pulau Tidung

Pencak mandar sendiri tidak hanya seni bela diri tetapi didalamnya terdapat pitutur atau petuah tentang hidup.

Beruntung saya dapat menyaksikan pertunjukan pencak mandar yang diperagakan murid-murid Pak Masaupi, beragam variasi gerakan yang dipadu dengan kelincahan gerakan tubuh menjadi salah satu unggulan pencak mandar. Pencak Mandar  pada jaman dahulu tidak hanya diminati kalangan orang dewasa dan para orang tua, tapi juga kalangan anak-anak muda. Murid-murid asuhan Pak Masaupi juga sering tampil jika ada pejabat datang ke Pulau Tidung dan tampil juga pada pekan olahraga dan seni di Jakarta.

Menurut Pak Masaupi, keahlian pencak mandar didapat dari warisan dan belajar dari Ayahnya yang asli suku Mandar. Selama bertahun-tahun terus mempelajari berbagai jurus serta pitutur yang dari sang Ayah.

Kini Pencak Mandar Pulau Tidung mulai kehilangan penerus, hanya sedikit dari generasi muda masa kini yang mau belajar Pencak Mandar. Tidak seperti dulu dimana hampir semua penduduk pulau, khususnya yang laki-laki belajar Pencak Mandar. Sudut pandang generasi masa kini mulai berubah, disamping konteks jaman juga terus bergerak menuju perubahan. Kini, generasi muda lebih tertarik untuk mendalami ilmu pengetahuan dengan belajar dan sekolah hingga keluar pulau. Perubahan lingkungan sosial sangat mempengaruhi keberlanjutan Pencak Mandar. Hingga saat ini tidak ada yang berani bertaruh apakah keberadaan Pencak Mandar akan tetap bertahan untuk beberapa tahun ke depan.