Mengintip Sejarah Istana Dalam Loka Kesultanan Sumbawa

Istana Dalam Loka berfungsi sebagai cagar budaya, mengingatkan betapa dahulu pernah berdiri Kerajaan Sumbawa yang hebat dan terkenal pada zamannya, dan digunakan sebagai venue untuk pemilihan putra/putri daerah (Taruna-Dadara), latihan menari, teater, hingga serune (seruling Sumbawa).

Istana Dalam Loka adalah saksi sejarah peninggalan kerajaan Sumbawa, yang awalnya merupakan kediaman raja, di Kota Sumbawa Besar, NTB. Namun pada tahun 1932, fungsi itu berubah setelah dibangunnya istana baru. Dan saat ini, Istana Dalam Loka berfungsi sebagai cagar budaya, mengingatkan betapa dahulu pernah berdiri Kerajaan Sumbawa yang hebat dan terkenal pada zamannya, dan digunakan sebagai venue untuk pemilihan putra/putri daerah (Taruna-Dadara), latihan menari, teater, hingga serune (seruling Sumbawa).

Istana Dalam Loka berdiri pada tahun 1885 yang dibangun oleh Muhammad Jalaluddin Syah III. Kerajaan Sumbawa atau yang juga disebut sebagai Kesultanan Samawa ini, adalah kesultanan bernafas Islam yang merupakan satu dari tiga kerajaan besar di Sumbawa. Seperti yang dikutip dari laman resmi Kemenparekraf, Istana Dalam Loka dibangun untuk menggantikan istana lama yang terbakar.

Pembuatan Istana Dalam Loka di masa lalu tak sembarangan. Terdapat filosofi adat yang dianut untuk membangun tempat ikonik itu. Filosofinya adalah ‘Adat berenti ko syara, syara barenti kokitabullah.’ Artinya, semua aturan adat istiadat maupun nilai-nilai dalam sendi kehidupan masyarakat Sumbawa harus bersemangatkan pada syariat Islam. Jadi, tidak heran dalam pembangunan istana ini, banyak mengadopsi dari unsur-unsur keislaman.

Istana Dalam Loka memiliki luas 904 meter persegi, dibangun selama sembilan bulan, dan memiliki 99 tiang penyangga. Jumlah tiang penyangga ini sama dengan jumlah Asma’ul Husna. Dalam Antara, disebutkan pula bahwa istana itu memiliki 17 anak tangga, sama dengan jumlah rakaat dalam salat lima waktu. Bangunannya berbentuk seperti rumah panggung dan terbuat dari kayu jati.
Memilih kayu jati dalam pembangunan istana ini karena sifat kayu jati yang cenderung makin kuat seiring bertambahnya usia. Sehingga diharapkan, keberadaan istana ini pun makin kokoh meskipun usia bertambah. Bangunannya dibuat menghadap ke selatan. Menurut kepercayaan masyarakat setempat, berdasarkan hukum arah mata angin, selatan dapat memberikan suasana sejuk, tenteram, damai, dan nyaman.

Istana Dalam Loka terdiri dari dua lantai. Lantai pertama berisi ruang pertemuan dan upacara kesultanan, kamar tidur sultan dan permaisuri, kamar tidur anggota kesultanan, kamar dayang, tempat salat dan dapur. Sementara, lantai dua berisi ruangan menenun dan tempat bermain putri sultan. Buat anda yang berencana untuk menyambangi Istana Dalam Loka, jangan lupa untuk melepaskan alas kaki sebelum memasuki istana.

Sayangnya, saat ini sudah tidak ada lagi barang-barang peninggalan seperti mahkota, pakaian kebesaran, pedang, tombak dan lainnya di Istana Dalam Loka ini. Benda-benda pusaka peninggalan Kesultanan Sumbawa tersebut telah dipindahkan ke Istana Balai Kuning.

Namun demikian, jangan ragu untuk tetap berkunjung. Karena saat ini, Istana Dalam Loka menjadi tempat anak-anak berlatih kebudayaan NTB. Hal tersebut bisa menjadi satu atraksi menarik tersendiri yang dapat disaksikan langsung, selain mendengarkan kisah sejarah bangunan tersebut.