Mengunjungi Museum – Museum di Belitung

Destinasi wisata yang seru untuk di ekplore keberadannya

Museum Belitung, Replika Sekolah Laskar Pelangi
Museum Belitung, Replika Sekolah Laskar Pelangi

Keindahan alam di Kepulauan Bangka Belitung memang tak diragukan lagi. Banyak destinasi wisata alamnya yang menakjubkan dan jadi sasaran untuk selalu dikunjungi wisatawan. Namun tidak hanya itu saja, Bangka Belitung juga memiliki beragam adat dan budaya nya yang dapat dinikmati melalui museum dan tempat-tempat tertentu lainnya. Ada banyak musium dan lokasi di Belitung yang seru untuk di ekplore keberadannya. Berikut ini Indonesiatraveler.id mengemas 7 tempat yang seru untuk didatangi sebagai destinasi wisata yang asyik di Belitung!

Museum, Rumah Adat Bangka Belitung
Museum Belitung, Rumah Adat Bangka Belitung

Rumah Adat Belitung

Saat ini Rumah adat asli masyarakat Belitung hanya tersisa sedikit saja. Salah satu yang sengaja di bangun dan dirawat dengan baik adalah Rumah Adat yang terletak persis di samping Kantor Bupati Belitung, tepatnya  di Jalan Ahmad Yani. Dari Bandara H.A.S Hanandjoeddin kira-kira sekitar 20 menit.

Rumah adat yang ada sekarang ini merupakan miniatur rumah Panggong untuk seorang bangsawan, atau yang dimiliki para pejabat zaman dahulu, yang memiliki lima ruangan.  Selain rumah adat, sekarang bangunan ini juga berfungsi sebagai Museum Budaya Belitung. Traveler dapat melihat banyak foto-foto yang menjelaskan budaya Belitung di sana.

Museum Kata Andrea Hirata, Belitung
Museum Kata Andrea Hirata, Belitung

Museum Kata Andrea Hirata

Museum yang didirikan oleh Andrea Hirata penulis film Laskar Pelangi ini, berisi berbagai kata-kata inspiratif. Setiap ruangannya diisi foto-foto adegan pada film Laskar Pelangi.

Museum ini diberi nama Museum Kata Andrea Hinata dan terletak di Jalan Raya Laskar Pelangi No. 7, Gantong, Belitung Timur. Suasana yang disajikan di dalam novel Laskar Pelangi dapat langsung dirasakan ketika menginjakkan kaki di halaman depan museum. Foto-foto yang dipasang di halaman museum tersebut seperti cerita mengenai perjalanan karya sastra yang menjadi salah satu kebanggaan masyarakat Belitung.

Museum Kata Andrea Hirata merupakan satu-satunya museum kata di Indonesia, yang menggunakan sebuah rumah yang sudah berumur sekitar 200 tahun. Dengan adanya lebih dari 200 literatur dari berbagai penulis dan juga berbagai genre, museum ini merupakan bentuk kepedulian sekaligus perwujudan apresiasi Andrea Hirata terhadap sastra. Museum yang penuh dengan warna-warni ini juga menjadikannya sebagai tempat yang unik.

Museum Belitung, Museum Tanjung Pandan
Museum Belitung, Museum Tanjung Pandan

Museum Daerah Tanjung Pandan

Museum Tanjung merupakan tempat yang tepat untuk mendalami sejarah Kepulauan Belitung. Di museum ini tersimpan berbagai peninggalan bersejarah berupa benda-benda yang digunakan oleh masyarakat Belitung tempo dulu serta peninggalan-peninggalan kolonial Belanda, termasuk peninggalan saudagar atau penjelajah dari Cina. Di samping benda-benda bersejarah, di sini juga terdapat hewan yang diawetkan.

Terletak di Jalan Melati No. A41, Tanjung Pandan, museum ini banyak menyimpan memori sejarah yang eksotis. Bukan hanya sejarah masyarakat Belitung, peninggalan dari bangsa China hingga Eropa yang mampir ke sekitar Belitung ada disini. Yah, di museum ini tersimpan semua benda yang berhubungan dengan Negeri Laskar Pelangi, mulai dari hewan yang diawetkan hingga peninggalan masa kolonial Belanda dan saudagar China.

Museum & Zoo Tanjung

Musium yang terletak di Jalan Melati No. 41A, Parit, Tanjung Pandan Kabupaten Belitung ini sangat unik.  Museum ini mengkoleksi Benda Muatan Kapal Tenggelam (BMKT) yang diangkat dari perairan Belitung pada tahun 1999, seperti gerabah Cina yang diperkirakan berasal dari Dinasti Song abad ke 10-13 M, tempayan, guci, kendi dan barang kuno lainnya yang juga berasal dari situs Batu Itam di Belitung serta situs Pulau Buaya di Kepulauan Riau. Sejumlah koleksi benda bersejarah lainnya juga tersusun rapi di rak-rak museum. Potongan kecil bangkai kapal di salah satu sudut ruangan pun semakin menambah kesan vintage Museum Tanjungpandan.

Nah uniknya, di area belakang museum, terdapat mini zoo (kebun binatang). Koleksi binatangnya antara lain berbagai jenis burung, ikan, kelinci, monyet, ular, buaya, dan hewan lainnya. Ada tiga kandang buaya di sini, salah satunya adalah buaya yang muncul di adegan film Laskar Pelangi.  Yah, buaya itu dirawat disini. Agar mudah dikenali, pengelola memasang plang bertuliskan “Buaya Laskar Pelangi”. Sekitar buaya dipasang kawat yang memagari kandang.

Museum Badau, Belitung
Museum Badau, Belitung

Museum Badau

Badau adalah kerajaan yang pernah ada yang cukup disegani di Belitung. Saat ini, sisa-sisa kejayaan kerajaan tersebut masih tersimpan rapi dan terjaga dengan baik di museum Badau, yang terletak di Jalan Badau, Kecamatan Badau.

Salah satu koleksi museum ini adalah sepasang tombak besar yang dahulu dibuat oleh raja pertama Badau bernama Daloeng Muyang Gresik yang tidak lain adalah murid Sunan Gresik. Selain tombak, di Museum dengan bangunan seperti rumah ini juga terdapat aneka senjata seperti pedang, keris, yang dahulu digunakan tentara Kerajaan Badau untuk berperang melawan Belanda.

Pengunjung juga bisa melihat peninggalan barang-barang rumah tangga pada masa Kerajaan Badau seperti kendi, baki, dan periok dalong. Semua benda-benda ini tersusun rapih didalam lemari yang berada di ruangan dalam.

Replika SD Muhammadiyah Laskar Pelangi

Jika Traveler berjalan ke Belitung Timur, nanti akan menjumpai replika SD Muhammadiyah yang pasti sudah sangat dikenal oleh penikmat film Laskar Pelangi.  Replika SD Muhammadiyah tersebut merupakan bangunan replika yang tentu saja dibuat sesuai dengan kondisi aslinya pada zaman dahulu, yang saat ini sudah ambruk. Guna keperluan syuting film Laskar Pelangi, replika SD Muhammadiyah tersebut pun dibangun dan hingga saat ini kerap dijadikan sebagai destinasi wisata.

Bangunan ini awalnya dibuat untuk dijadikan lokasi shooting. Replika SD sederhana itu di bangun menjadi 2 kelas. Kondisi ruang kelasnya tampak sangat memprihatinkan. Lantainya hanya tanah, dindingnya papan, kusam, mengingatkan kita pada kondisi sekolah di daerah pedalaman yang kurang mendapat perhatian Pemerintah.

Berkeliling di SD Muhamadiyah Gantong ini kita seperti menapak tilas kesuksesan film yang diangkat dari novel karya Andrea Hirata.

Kampung Ahok atau Kampung Fifi

Satu lagi lokasi yang menjadi destinasi wisata asyik di Belitung yang cukup populer, yaitu Kampung Ahok yang saat ini sudah berganti nama menjadi Kampung Fifi. Jika berkunjung ke sini, Traveler akan disajikan ensiklopedia masa lalu tokoh nasional (Basuki Tjahaja Purnama) atau yang lebih dikenal dengan nama Ahok. Kampoeng Ahok yang sudah menjadi Kampoeng Fifi ini berada di Kabupaten Belitung Timur.(Nil/Berbagai Sumber)